Muhammadiyahjombang.com – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, KH Saad Ibrahim hadiri shalat Iedul Adha di halaman Jombang Muhammadiyah Center (JMC), Rabu (27/5/25).
Ia didaulat untuk menjadi khatib dalam acara tersebut.
Saat ditemui wartawan usai shalat Iedul Adha, KH Saad Ibrahim mengaku senang dan bangga dengan perkembangan yang ada di Jombang Muhammadiyah Center.
Saat masih menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa timur beberapa tahun lalu, KH Saad mengaku pernah hadir dalam sebuah acara kajian di JMC.
Kala itu, bangunan masjid KH Ahmad Dahlan masih belum selesai dan halamannya sempit. Tapi sekarang, dua bidang tanah di samping JMC telah terbeli sehingga halaman Jombang Muhammadiyah Center menjadi lebih luas.

KH Saad Ibrahim mengingatkan Pimpinan Daerah muhammadiyah Jombang agar segera mewujudkan impian umat yang telah menitipkan dananya untuk pengembangan JMC dengan segera mendirikan berbagai bangunan yang direncanakan, seperti gedung pondok pesantren Zoechal Koesumo, gedung SMP, perkantoran dan pusat bisnis Muhammadiyah.
“Alhamdulillah berkembang, ini juga tanda bahwa PDM sini bertaqwa kepada Allah SWT sehingga cepat diselesaikan (perluasan lahan JMC) oleh Allah ya, masalah-masalahnya, termasuk membeli tanah sebelahnya itu yang sudah pernah kita provokasi, alhamdulillah ya”, ujar Kiyai Saad.
Selain itu, KH Saad Ibrahim juga meminta agar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang juga segera melangkah untuk mendirikan perguruan tinggi.
“Sekarang baru saya provokasi lagi (agar PDM Jombang) untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kebidanan atau Keperawatan dan sebagainya ya. Jadi insyaallah ini akan berkembang pesat, jadi saya senang atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, saya mengucapkan terimakasih. Karena sesungguhnya ujung tombaknya itu mulai ranting, cabang dan PDM. Yang di atas itu hanya memoles saja ya sebagai milik Muhammadiyah”, jelasnya bangga.

Di akhir wawancara, KH Saad Ibrahim mengingatkan pada seluruh warga Muhammadiyah di Jombang agar rukun dan tidak mudah terprovokasi jika ada yang memancing atau mengajak untuk bertengkar. Sebab menurutnya, pertengkaran hanya akan menghabiskan energy.
Ia mencontohkan ada beberapa Pimpinan di Pusat Muhammadiyah yang dimintai pendapatnya mengenai persoalan nasab para habib, tapi para pimpinan Muhammadiyah tidak ada yang mau datang.
“Ada beberapa orang di PP yang diminta tanggapannya mengenai nasab dari habib-habib itu ya, dijawab, mohon maaf kami tidak punya waktu datang untuk itu karena ngurus amal usaha Muhammadiyah saja 24 jam ini masih kurang”, ungkap Kyai Saad.
KH Saad Ibrahim mengajak warga Muhammadiyah untuk mempergunakan waktunya seproduktif mungkin.***
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad













Komentar