MuhammadiyahJombang.com – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang menggelar pelatihan beternak ayam petelur sistem baterai bagi peternak skala rumah tangga, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAYM) Jombang ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Ketua PDM Jombang, Dr. Ir. Abdul Malik, MP., IPU., mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga, khususnya bagi warga Muhammadiyah. Menurutnya, usaha peternakan ayam petelur skala rumahan memiliki prospek yang baik dan dapat dimulai dengan modal yang relatif terjangkau.
“Usai mengikuti pelatihan ini, peserta harus langsung mempraktikkannya di rumah masing-masing. Jangan berhenti pada teori saja,” tegas Abdul Malik.
Ia menjelaskan, untuk memulai usaha peternakan ayam petelur skala rumah tangga, peserta hanya membutuhkan modal sekitar Rp5 juta. Dengan biaya tersebut, peserta sudah dapat memiliki satu paket kandang sistem baterai lengkap beserta ayam yang siap bertelur.
“Harapannya, pelatihan ini benar-benar memberikan manfaat bagi pengembangan ekonomi rumah tangga keluarga Muhammadiyah,” ujarnya.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber yang telah berpengalaman di bidang peternakan ayam petelur. Materi pertama disampaikan oleh Virdian Pesona Grata, produsen kandang ayam baterai dari CV Veros Djaya Steel Jombang. Ia memaparkan secara rinci mengenai bahan, desain, hingga ukuran kandang yang sesuai dengan jumlah populasi ayam.

Peserta antusias mengikuti pelatihasn beternak ayam petelur skala rumahan
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Sigit Prasetyo, SE, Ketua PDM Blitar yang dikenal sukses mengembangkan usaha peternakan ayam petelur dengan populasi lebih dari satu juta ekor.
Dalam pemaparannya, Sigit memotivasi peserta dengan menceritakan perjuangan orang tuanya yang merintis usaha peternakan ayam petelur dari nol hingga berkembang menjadi usaha berskala besar.
Ia juga menjelaskan secara rinci teknis beternak ayam dengan biaya murah.
Sigit menegaskan bahwa keberhasilan beternak ayam petelur tidak selalu ditentukan oleh besarnya modal awal.
“Beternak ayam petelur tidak harus dimulai dengan modal besar. Dengan modal kecil pun usaha ini bisa berkembang, asalkan ditekuni dan dikelola dengan baik,” katanya.
Pelatihan ini tidak hanya diikuti warga Muhammadiyah dari Kabupaten Jombang, tetapi juga peserta dari berbagai daerah lainnya, di antaranya Lamongan, Gresik, Tuban, dan Nganjuk. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap usaha peternakan ayam petelur sebagai alternatif pengembangan ekonomi keluarga.***
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad




Komentar