Muhammadiyah Mulai Pembangunan Pabrik Infus, Dorong Kemandirian Alat Kesehatan Nasional

Jumat, 12 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir (tengah) saat menghadiri gorundbreaking pembangunan pabrik infus di Universitas Muhammadiyah Malang

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nasir (tengah) saat menghadiri gorundbreaking pembangunan pabrik infus di Universitas Muhammadiyah Malang

Muhammadiyahjombang.com – Menandai langkah besar menuju kemandirian kesehatan nasional, Muhammadiyah memulai pembangunan pabrik infus di kawasan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (11/6/26). Pabrik yang dikelola PT Suryavena Farma Indonesia ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan diproyeksikan menjadi tulang punggung rantai pasok alat kesehatan sekaligus memperkuat layanan rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, dengan dukungan UMM yang menyediakan tiga hektare dari total 14 hektare lahan kampus untuk pengembangan kawasan industri kesehatan terpadu.

Sejumlah tokoh hadir pada momen penting ini, antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.; Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sekaligus Sekretaris BPH UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.; Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.; Ketua PWM Jawa Timur Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M.; Direktur Utama PT Suryavena Farma Indonesia Tatat Rahmita Utami; serta jajaran pemerintah daerah dan pemangku kepentingan sektor kesehatan.

Baca Juga:  Muhammadiyah Jombang Bangun Gerakan Wirausaha Ayam Petelur Skala Rumah Tangga

Bisnis untuk Kemanfaatan Publik

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan pembangunan pabrik ini merupakan implementasi konsep socio-religious corporation yang selama ini dijalankan Muhammadiyah. “Bisnis yang kami bangun bukan sekadar untuk keuntungan, melainkan instrumen untuk menghadirkan kemaslahatan publik dan mendukung pembangunan bangsa,” ujarnya.

Baca Juga:  Kembangkan Rumah Sakit dan Klinik, MPKU PDM Jombang Nekat Berguru ke Lamongan

Menurut Haedar, agama tidak hanya mengatur ibadah, tetapi juga aspek muamalah, termasuk ekonomi dan sosial. Kehadiran Muhammadiyah di industri alat kesehatan adalah wujud pengabdian berbasis nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan. Bagi organisasi ini, kemandirian ekonomi menjadi fondasi penting bagi pengembangan pendidikan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Mengintegrasikan Industri, Pendidikan, dan Riset

Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menambahkan bahwa kontribusi UMM tidak berhenti pada penyediaan lahan. Kawasan industri kesehatan ini akan menjadi bagian dari ekosistem Laboratorium Direktorat Saintek UMM, yang menghubungkan industri, pendidikan, dan penelitian.

Baca Juga:  Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Mojoagung Jombang Diresmikan

“Pembangunan ini membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri untuk menjawab kebutuhan strategis nasional di bidang kesehatan. Kawasan ini juga akan menjadi pusat inovasi, pendidikan, dan praktik industri, sekaligus laboratorium hidup bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengembangkan inovasi yang siap diterapkan dalam dunia industri,” ujar Juanda.

Dengan langkah ini, Muhammadiyah dan UMM tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi alat kesehatan, tetapi juga membangun ekosistem inovasi yang menjembatani ilmu pengetahuan, industri, dan pelayanan publik.

Berita Terkait

Kolaborasi Keren, Muhammadiyah & NU Gotong Royong Dirikan Posko Bersama Untuk Sukseskan Muktamar NU 35 di Jombang
PD Muhammadiyah Jombang Siapkan Posko Layanan Gratis untuk Dukung Muktamar NU ke-35
Milad ke 21, Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang Gelar Talkshow Stem Cell & Secrotome
Hadiri Shalat Iedul Adha, Ketua PP Muhammadiyah KH Saad Ibrahim Dorong Muhammadiyah Jombang Segera Dirikan Perguruan Tinggi
PWM Jawa Timur Lantik dr Iwan Hartono sebagai Direktur RSM Jombang Periode 2025–2029
LP2M PWM Jatim Turba ke Pondok Pesantren Muhammadiyah di Jombang
Kembangkan Rumah Sakit dan Klinik, MPKU PDM Jombang Nekat Berguru ke Lamongan
Alhamdulillah, Buku Sejarah Muhammadiyah Jombang Resmi Dilaunching oleh Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Syafiq Mughni

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:06

Kolaborasi Keren, Muhammadiyah & NU Gotong Royong Dirikan Posko Bersama Untuk Sukseskan Muktamar NU 35 di Jombang

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:08

PD Muhammadiyah Jombang Siapkan Posko Layanan Gratis untuk Dukung Muktamar NU ke-35

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:12

Milad ke 21, Rumah Sakit Muhammadiyah Jombang Gelar Talkshow Stem Cell & Secrotome

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:40

Muhammadiyah Mulai Pembangunan Pabrik Infus, Dorong Kemandirian Alat Kesehatan Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:14

Hadiri Shalat Iedul Adha, Ketua PP Muhammadiyah KH Saad Ibrahim Dorong Muhammadiyah Jombang Segera Dirikan Perguruan Tinggi

Berita Terbaru