<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel Arsip - Muhammadiyah Jombang</title>
	<atom:link href="https://muhammadiyahjombang.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://muhammadiyahjombang.com/category/artikel/</link>
	<description>Muhammadiyah Online</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Feb 2026 11:38:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://muhammadiyahjombang.com/wp-content/uploads/2024/10/fav-muhammadiyah-jombang-85x85.png</url>
	<title>Artikel Arsip - Muhammadiyah Jombang</title>
	<link>https://muhammadiyahjombang.com/category/artikel/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Hari Menuju Ramadhan 1447 H: Jangan Pilih Yang Buruk Saat Berinfaq</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/jangan-pilih-yang-buruk-saat-berinfaq/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/jangan-pilih-yang-buruk-saat-berinfaq/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 10:11:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1667</guid>

					<description><![CDATA[<p>Surat Al-Baqarah ayat 267 merupakan salah satu ayat yang berbicara tegas tentang adab dan etika dalam berinfak. Ayat ini menjadi pedoman penting bagi setiap...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/jangan-pilih-yang-buruk-saat-berinfaq/">5 Hari Menuju Ramadhan 1447 H: Jangan Pilih Yang Buruk Saat Berinfaq</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="126" data-end="377">Surat Al-Baqarah ayat 267 merupakan salah satu ayat yang berbicara tegas tentang adab dan etika dalam berinfak. Ayat ini menjadi pedoman penting bagi setiap Muslim agar tidak sekadar memberi, tetapi memberi dengan kualitas terbaik dan niat yang tulus.</p>
<p data-start="379" data-end="456">Allah SWT berfirman dalam <strong data-start="405" data-end="455"><span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Al-Baqarah</span></span> ayat 267</strong>:</p>
<blockquote data-start="458" data-end="820">
<p data-start="460" data-end="820"><em data-start="460" data-end="820">“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”</em></p>
</blockquote>
<h2 data-start="822" data-end="859">1. Perintah Menginfakkan yang Baik</h2>
<p data-start="861" data-end="1055">Ayat ini diawali dengan panggilan lembut namun tegas: <em data-start="915" data-end="950">“Wahai orang-orang yang beriman.”</em> Ini menunjukkan bahwa kualitas iman seseorang sangat terkait dengan bagaimana ia membelanjakan hartanya.</p>
<p data-start="1057" data-end="1105">Allah memerintahkan agar yang diinfakkan adalah:</p>
<ul data-start="1107" data-end="1216">
<li data-start="1107" data-end="1144">
<p data-start="1109" data-end="1144">Hasil usaha yang <strong data-start="1126" data-end="1144">baik dan halal</strong></p>
</li>
<li data-start="1145" data-end="1178">
<p data-start="1147" data-end="1178">Hasil bumi yang <strong data-start="1163" data-end="1178">berkualitas</strong></p>
</li>
<li data-start="1179" data-end="1216">
<p data-start="1181" data-end="1216">Sesuatu yang <strong data-start="1194" data-end="1216">layak dan bernilai</strong></p>
</li>
</ul>
<p data-start="1218" data-end="1292">Infak bukan hanya tentang jumlah, tetapi juga tentang mutu dan keikhlasan.</p>
<h2 data-start="1294" data-end="1330">2. Larangan Memberikan yang Buruk</h2>
<p data-start="1332" data-end="1373">Bagian ayat yang sangat menggugah adalah:</p>
<blockquote data-start="1375" data-end="1516">
<p data-start="1377" data-end="1516"><em data-start="1377" data-end="1516">“Dan janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata.”</em></p>
</blockquote>
<p data-start="1518" data-end="1612">Ini adalah sindiran halus namun tajam. Allah menggambarkan seseorang yang memberi barang yang:</p>
<ul data-start="1614" data-end="1714">
<li data-start="1614" data-end="1627">
<p data-start="1616" data-end="1627">Sudah rusak</p>
</li>
<li data-start="1628" data-end="1648">
<p data-start="1630" data-end="1648">Kualitasnya rendah</p>
</li>
<li data-start="1649" data-end="1675">
<p data-start="1651" data-end="1675">Hampir tidak layak pakai</p>
</li>
<li data-start="1676" data-end="1714">
<p data-start="1678" data-end="1714">Tidak ia sukai untuk dirinya sendiri</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1716" data-end="1797">Seolah-olah seseorang berkata dalam hatinya:<br data-start="1760" data-end="1763" />“Yang penting saya sudah memberi.”</p>
<p data-start="1799" data-end="1915">Padahal, jika ia sendiri diberi barang seperti itu, ia akan menerimanya dengan enggan, bahkan merasa tidak dihargai.</p>
<p data-start="1917" data-end="2034">Ayat ini mengajarkan empati:<br data-start="1945" data-end="1948" /><strong data-start="1948" data-end="2034">Jangan berikan kepada orang lain sesuatu yang kita sendiri tidak rela menerimanya.</strong></p>
<h2 data-start="2036" data-end="2074">3. Standar Kedermawanan dalam Islam</h2>
<p data-start="2076" data-end="2131">Islam menetapkan standar moral tinggi dalam bersedekah:</p>
<ul data-start="2133" data-end="2259">
<li data-start="2133" data-end="2162">
<p data-start="2135" data-end="2162">Memberi dengan yang terbaik</p>
</li>
<li data-start="2163" data-end="2189">
<p data-start="2165" data-end="2189">Tidak menyakiti penerima</p>
</li>
<li data-start="2190" data-end="2236">
<p data-start="2192" data-end="2236">Tidak merendahkan martabat orang yang diberi</p>
</li>
<li data-start="2237" data-end="2259">
<p data-start="2239" data-end="2259">Tidak merasa berjasa</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2261" data-end="2307">Dalam praktik modern, ayat ini relevan ketika:</p>
<ul data-start="2308" data-end="2478">
<li data-start="2308" data-end="2369">
<p data-start="2310" data-end="2369">Menyumbangkan pakaian (jangan kirim yang sudah rusak berat)</p>
</li>
<li data-start="2370" data-end="2423">
<p data-start="2372" data-end="2423">Memberikan makanan (jangan yang hampir kedaluwarsa)</p>
</li>
<li data-start="2424" data-end="2478">
<p data-start="2426" data-end="2478">Memberi bantuan (jangan yang sekadar “buang barang”)</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2480" data-end="2552">Infak bukan sarana membersihkan gudang, tetapi sarana membersihkan hati.</p>
<h2 data-start="2554" data-end="2593">4. Allah Maha Kaya Lagi Maha Terpuji</h2>
<p data-start="2595" data-end="2627">Penutup ayat ini sangat penting:</p>
<blockquote data-start="2629" data-end="2690">
<p data-start="2631" data-end="2690"><em data-start="2631" data-end="2690">“Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”</em></p>
</blockquote>
<p data-start="2692" data-end="2787">Allah tidak membutuhkan infak kita.<br data-start="2727" data-end="2730" />Kita lah yang membutuhkan pahala dan keberkahan dari-Nya.</p>
<p data-start="2789" data-end="2821">Dua sifat Allah yang disebutkan:</p>
<ul data-start="2823" data-end="2959">
<li data-start="2823" data-end="2882">
<p data-start="2825" data-end="2882"><strong data-start="2825" data-end="2838">Maha Kaya</strong>: Allah tidak bergantung pada harta manusia.</p>
</li>
<li data-start="2883" data-end="2959">
<p data-start="2885" data-end="2959"><strong data-start="2885" data-end="2901">Maha Terpuji</strong>: Allah tetap terpuji, baik manusia bersedekah atau tidak.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="2961" data-end="3059">Ini mengingatkan bahwa infak adalah bentuk ibadah dan pembuktian iman, bukan bantuan kepada Allah.</p>
<h2 data-start="3061" data-end="3103">5. Refleksi untuk Kehidupan Sehari-hari</h2>
<p data-start="3105" data-end="3143">Ayat ini mengajak kita untuk merenung:</p>
<ul data-start="3145" data-end="3301">
<li data-start="3145" data-end="3187">
<p data-start="3147" data-end="3187">Apakah kita memberi dengan yang terbaik?</p>
</li>
<li data-start="3188" data-end="3249">
<p data-start="3190" data-end="3249">Apakah kita hanya memberi ketika tidak lagi membutuhkannya?</p>
</li>
<li data-start="3250" data-end="3301">
<p data-start="3252" data-end="3301">Apakah kita menjaga perasaan orang yang menerima?</p>
</li>
</ul>
<p data-start="3303" data-end="3392">Dalam dunia yang serba materi, ayat ini membangun peradaban berbasis empati dan kualitas.</p>
<p data-start="3394" data-end="3532">Memberi bukan sekadar memindahkan barang dari tangan kita ke tangan orang lain, tetapi memindahkan kebaikan dari hati kita ke hati sesama.</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/jangan-pilih-yang-buruk-saat-berinfaq/">5 Hari Menuju Ramadhan 1447 H: Jangan Pilih Yang Buruk Saat Berinfaq</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/jangan-pilih-yang-buruk-saat-berinfaq/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manajemen Transformasi Pendidikan: Hari 6 &#8211; Menghantam Rintangan dengan Semangat Jihad Ilmu</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/manajemen-transformasi-pendidikan-hari-6-menghantam-rintangan-dengan-semangat-jihad-ilmu/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/manajemen-transformasi-pendidikan-hari-6-menghantam-rintangan-dengan-semangat-jihad-ilmu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2025 22:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1516</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Halo, para mujahid ilmu di sekolah, madrasah, dan pesantren! Siap merobohkan tembok rintangan pendidikan dengan...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/manajemen-transformasi-pendidikan-hari-6-menghantam-rintangan-dengan-semangat-jihad-ilmu/">Manajemen Transformasi Pendidikan: Hari 6 &#8211; Menghantam Rintangan dengan Semangat Jihad Ilmu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Halo, para mujahid ilmu di sekolah, madrasah, dan pesantren!</p>
<p>Siap merobohkan tembok rintangan pendidikan dengan semangat jihad? Hari 6 menggelegar dengan tekad untuk menaklukkan setiap hambatan yang menghalangi transformasi pendidikan.</p>
<p>Setelah visi terbentuk (Hari 1), misi ditetapkan (Hari 2), tim dipersatukan (Hari 3), strategi dirancang (Hari 4), dan semangat dikobarkan (Hari 5), kini saatnya kita hadapi rintangan—keterbatasan dana, kurangnya motivasi, hingga teknologi yang tersendat—dengan keberanian dan iman!</p>
<p>Bersama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), kita wujudkan sekolah, madrasah, pesantren yang bikin kebodohan “tumbang di medan ilmu”!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 286</p>
<p style="text-align: right;">لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا</p>
<p>Lā yukallifu Allāhu nafsan illā wus‘ahā.</p>
<p>“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”</p>
<p>Pendidikan adalah jihad ilmu! Rintangan adalah ujian yang harus kita lewati dengan strategi, ketabahan, dan keikhlasan. Yuk, intip tiga “senjata jihad ilmu” untuk menghantam rintangan berikut, dijamin bikin pendidikan melaju tanpa hambatan!</p>
<p><strong>1. Senjata Inovasi</strong>: Menghancurkan Keterbatasan dengan Ide Kreatif</p>
<p>Anggaran minim atau fasilitas terbatas? Hantam dengan inovasi! Di sekolah, manfaatkan limbah untuk alat peraga; di madrasah, ciptakan permainan akhlak berbasis cerita; di pesantren, adakan sesi tadabbur Al-Qur’an di alam terbuka tanpa biaya.</p>
<p>Inovasi bikin rintangan “retak berderai”!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ash-Sharh (94): 5-6</p>
<p style="text-align: right;">فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</p>
<p>Fa-inna ma‘a al-‘usri yusran, inna ma‘a al-‘usri yusran.</p>
<p>“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”</p>
<p>Penelitian: World Bank (2025): “Innovative Education Solutions” (Global Education Report).</p>
<p>Inovasi lokal tingkatkan efisiensi pendidikan 28% di daerah terbatas.</p>
<p>Refleksi: Inovasi itu senjata, bikin keterbatasan nggak punya alasan!</p>
<p>Praktik: Tulis ide inovasi kocak (contoh: “Kardus bekas jadi papan tulis, hemat budget sekolah!”) dan share di grup.</p>
<p><strong>2. Senjata Ukhuwah</strong>: Mengatasi Konflik dengan Persaudaraan</p>
<p>Resistensi dari guru, siswa, atau orang tua? Hantam dengan ukhuwah! Di sekolah, gelar musyawarah terbuka untuk menyamakan visi; di madrasah, adakan silaturahmi akhlak antar-komunitas; di pesantren, bangun kebersamaan lewat tadabbur kelompok. Ukhuwah bikin konflik “luntur dalam pelukan”!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Hujurat (49): 10</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ</p>
<p>Innamā al-mu’minūna ikhwatun fa-aṣliḥū bayna akhawaykum.</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu.”</p>
<p>Penelitian: Fullan (2024): “Building Community in Education” (Journal of Educational Leadership). Kolaborasi berbasis komunitas kurangi resistensi 35%.</p>
<p>Refleksi: Ukhuwah itu senjata, menyatukan hati biar rintangan nggak jadi drama!</p>
<p>Praktik: Tulis ide ukhuwah lucu (contoh: “Musyawarah guru-siswa bikin semua nggak ngambek!”) dan share di grup.</p>
<p><strong>3. Senjata Tawakal:</strong> Menghadapi Ketidakpastian dengan Iman Kokoh</p>
<p>Frustrasi karena hasil lambat atau teknologi macet? Hantam dengan tawakal! Di sekolah, tetap ajarkan ilmu meski alat terbatas, serahkan hasil pada Allah; di madrasah, bimbing akhlak dengan ikhlas meski tantangan besar; di pesantren, lanjutkan tadabbur dengan doa saat situasi sulit.</p>
<p>Tawakal bikin rintangan “takluk di hadapan iman”!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah At-Talaq (65): 3</p>
<p style="text-align: right;">وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ</p>
<p style="text-align: left;">Waman yatawakkal ‘alā Allāhi fahuwa ḥasbuhu.</p>
<p>“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah mencukupinya.”</p>
<p>Penelitian: Seligman (2025): “Resilience and Faith in Education” (Journal of Positive Psychology). Ketahanan berbasis iman tingkatkan semangat pendidik 22%.</p>
<p>Refleksi: Tawakal itu senjata, bikin frustrasi nggak berani ganggu!</p>
<p>Praktik: Tulis doa tawakal kocak (contoh: “Ya Allah, bikin Wi-Fi stabil biar kelas online nggak putus!”) dan share di grup.</p>
<p><strong>Keterkaitan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>Tiga senjata ini bikin SDG 4 tak terbendung: Inovasi atasi keterbatasan sumber daya, Ukhuwah satukan komunitas pendidikan, dan Tawakal jaga semangat di tengah ujian.</p>
<p>Sekolah, madrasah, pesantren jadi medan jihad ilmu yang bikin rintangan “menyerah tanpa syarat”!</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Para mujahid ilmu, jangan biarkan rintangan “mengacaukan” pendidikan!</p>
<p>Tulis di grup: “Hari ini, saya hantam [rintangan] dengan [senjata] biar [tujuan] tercapai!”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, saya hantam dana minim dengan inovasi biar kelas nggak suram kayak kuburan!”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin, Jazakallahu khairan atas semangatnya!</p>
<p>Semoga rintangan pendidikan kita roboh, dan ilmu melesat menuju kemenangan!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/manajemen-transformasi-pendidikan-hari-6-menghantam-rintangan-dengan-semangat-jihad-ilmu/">Manajemen Transformasi Pendidikan: Hari 6 &#8211; Menghantam Rintangan dengan Semangat Jihad Ilmu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/manajemen-transformasi-pendidikan-hari-6-menghantam-rintangan-dengan-semangat-jihad-ilmu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bikin Sekolah, Madrasah, Pesantren Cetar dengan Strategi Anti-Mager!</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/bikin-sekolah-madrasah-pesantren-cetar-dengan-strategi-anti-mager/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/bikin-sekolah-madrasah-pesantren-cetar-dengan-strategi-anti-mager/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2025 22:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1513</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Yuk, para pendidik gokil, siap gebuk mager? Hari 14 kita ngegas biar Sekolah, Madrasah, Pesantren...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bikin-sekolah-madrasah-pesantren-cetar-dengan-strategi-anti-mager/">Bikin Sekolah, Madrasah, Pesantren Cetar dengan Strategi Anti-Mager!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Yuk, para pendidik gokil, siap gebuk mager?</p>
<p>Hari 14 kita ngegas biar Sekolah, Madrasah, Pesantren Cetar gak cuma tempat rebahan atau selfie di koridor!</p>
<p>Strategi udah oke (Hari 4), semangat ngobar (Hari 5), hambatan bye-bye (Hari 6), kolplay joss (Hari 7), pengajaran top (Hari 8), evaluasi gacor (Hari 9), lestari mantap (Hari 10), harmoni kece (Hari 11), inovasi ngehits (Hari 12), produktivitas ngacir (Hari 13).</p>
<p>Sekarang, kita hajar kemalasan kayak mwrendam baju di ember: bersih, kinclong! Yuk, cek 5 trik anti-mager biar santri/siswa, guru/ustadz ngegas prestasi, nyambung sama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Insyirah (94): 7-8</p>
<p style="text-align: right;">فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ</p>
<p>Fa-idhā faraghta fansab, wa-ilā rabbika farghab</p>
<p>“Maka apabila engkau telah selesai, tetaplah bekerja keras, dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.”</p>
<p>Mager itu musuh nomor satu, kayak Wi-Fi putus pas kelas online! Ayo, hajar pake 5 trik ini:</p>
<p>1. Mimpi Gede: Tanam Cita-Cita, Bukan Cuma Nonton Drakor!</p>
<p>Kalau santri/siswa cuma mimpi jadi penutup Tiktok, ya zonk! Tanamkan cita-cita gede: di sekolah, bikin siswa pengen jadi ilmuwan; di madrasah, motivasi jadi hafidz IT; di pesantren, impikan santri jadi ulama entrepreneur.</p>
<p>Ceritain kisah sukses, bikin poster “Jadi Apa Besok?”, biar mata mereka berbinar!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Isra (17): 80</p>
<p style="text-align: right;">وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا</p>
<p>Wa-qul rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqin wa-akhrijnī mukhraja ṣidqin waj‘al lī min ladunka sulṭānan naṣīran</p>
<p>“Dan katakanlah: ‘Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara yang benar, dan keluarkanlah aku dengan cara yang benar, dan berikanlah aku dari sisi-Mu kekuatan yang menolong.’”</p>
<p>Penelitian: Dweck &amp; Yeager (2022): “Fostering Growth Mindset to Combat Student Disengagement” (Journal of Educational Psychology). Cita-cita besar gebuk mager.</p>
<p>Refleksi: Mimpi gede itu kayak kopi: bikin mata melek, gak rebahan lagi!</p>
<p>Praktik: Share di grup satu cita-cita buat siswa/santri (misal: “Siswa sekolah jadi penemu robot!”) dan cara motivasi (misal: cerita tokoh inspiratif).</p>
<p><strong>2. Semangat Meledak</strong>: Bikin Guru-Santri Ngegas, Bukan Ngeluh!<br />
Guru ngeluh “santri bandel”, santri bilang “pelajaran boring”—duh, mager level dewa!</p>
<p>Di sekolah, adain sesi motivasi ala TEDx; di madrasah, kasih kultum penyemangat; di pesantren, bikin apel pagi pake yel-yel “Hafidz Gacor!”.</p>
<p>Kasih quote “Mager cuma buat yang gak punya tujuan!” biar semua kepicut.</p>
<p>Penelitian: Fullan &amp; Langworthy (2023): “Engaging Teams for Active School Improvement” (Journal of Professional Capital and Community). Motivasi bikin tim anti-rebahan.</p>
<p>Refleksi: Semangat itu kayak sambel: dikit aja bikin lidah joget!</p>
<p>Praktik: Usul satu ide penyemangat (misal: “Video motivasi di madrasah!”) buat gebuk mager di grup.</p>
<p><strong>3. Tugas Seru</strong>: Bikin Pelajaran Asik, Gak Kayak Njem (membosankan) Matematika!</p>
<p>Tugas yang bikin ngantuk itu kayak hukuman, Bosque! Di sekolah, ganti ulangan IPA pake proyek bikin roket air; di madrasah, pelajaran fiqih jadi drama akhlak; di pesantren, tahfidz pake game hafalan di Kahoot. Biar santri/siswa bilang, “Belajar asik, kantin nomor dua!”</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Ankabut (29): 69</p>
<p style="text-align: right;">وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ</p>
<p>Wa-alladhīna jāhadū fīnā lanahdiyannahum subulanā, wa-inna Allāha lama‘a al-muḥsinīna</p>
<p>“Dan orang-orang yang berjuang di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.”</p>
<p>Penelitian: Hattie &amp; Donoghue (2022): “Designing Engaging Tasks for Enhanced Learning Outcomes” (Educational Research Review). Tugas seru bikin mager kabur.</p>
<p>Refleksi: Tugas seru itu kayak es krim: bikin semua antri, gak ada yang nolak!</p>
<p>Praktik: Share satu ide tugas seru (misal: “Proyek vlog fiqih di madrasah!”) di grup.</p>
<p><strong>4. Tim Ngegas</strong>: Kolplay Biar Gak Males-Malesan!</p>
<p>Tim yang mageran kayak grup WA pas deadline: sepi, cuma centang satu! Di sekolah, bikin tim proyek siswa-guru; di madrasah, kolaborasi ustadz-ortu; di pesantren, satuin santri senior-junior buat event akhlak.</p>
<p>Kasih nama tim “Anti-Rebahan Squad” biar semangat ngacir!</p>
<p>Penelitian: Fauzi (2023): “Strategi Motivasi untuk Mengatasi Kemalasan di Madrasah” (Jurnal Pendidikan Islam). Kolaborasi bikin tim produktif.</p>
<p>Refleksi: Tim ngegas itu kayak sate: kalo kompak, rasanya juara!</p>
<p>Praktik: Usul satu ide kolplay (misal: “Tim santri bikin podcast pesantren!”) buat anti-mager.</p>
<p><strong>5. Cek Jujur</strong>: Pantau Tanpa Jadi Polisi Sekolah!</p>
<p>Gak cek progress, sekolah kayak motor tanpa bensin: gak jalan! Di sekolah, bikin rapor mingguan yang fun; di madrasah, cek kemajuan fiqih pake diskusi santai; di pesantren, pantau tahfidz lewat lomba.</p>
<p>Jujur, tapi gak nyinyir, biar semua semangat benahi diri.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 42</p>
<p style="text-align: right;">وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ</p>
<p>Walā talbisū al-ḥaqqa bil-bāṭili wataktumū al-ḥaqqa wa-antum ta‘lamūna</p>
<p>“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya.”</p>
<p>Penelitian: Marzano &amp; Toth (2023): “Transparent Monitoring to Boost School Engagement” (Journal of School Leadership).</p>
<p>Cek jujur bikin mager minggat.</p>
<p>Refleksi: Cek jujur itu kayak cek berat badan: bikin kaget, tapi biar sehat!</p>
<p>Praktik: Tulis di grup satu cara cek progress (misal: “Lomba tahfidz bulanan di pesantren!”) biar anti-mager.</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>Lima trik ini bikin SDG 4 ngebut: mimpi gede kasih arah, semangat meledak motivasi semua, tugas seru tingkatin mutu, tim ngegas libatkan komunitas, cek jujur jaga hasil.</p>
<p>Sekolah, madrasah, pesantren jadi bengkel prestasi, gak cuma tempat mager!</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Jangan cuma ngelamun sambil ngunyah keripik, Bosque! Tulis di grup atau catetan: “Hari ini, aku gebuk mager di sekolah/madrasah/pesantren dengan [aksi] biar [tujuan] cetar!”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku gebuk mager di madrasah dengan drama fiqih biar santri gak rebahan!”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin,</p>
<p>Semoga sekolah, Madrasah, Pesantren kita cetar kayak panggung olimpiade, rame prestasi!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bikin-sekolah-madrasah-pesantren-cetar-dengan-strategi-anti-mager/">Bikin Sekolah, Madrasah, Pesantren Cetar dengan Strategi Anti-Mager!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/bikin-sekolah-madrasah-pesantren-cetar-dengan-strategi-anti-mager/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngegas Produktivitas Biar Sekolah, Madrasah, Pesantren Gak Cuma Tempat Selfie!</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/ngegas-produktivitas-biar-sekolah-madrasah-pesantren-gak-cuma-tempat-selfie/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/ngegas-produktivitas-biar-sekolah-madrasah-pesantren-gak-cuma-tempat-selfie/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2025 22:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1510</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Yuk, para pendidik hebat, siap ngegas? Hari 13 kita bikin Produktivitas Sekolah/Madrasah/Pesantren Gacor supaya santri/siswa...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/ngegas-produktivitas-biar-sekolah-madrasah-pesantren-gak-cuma-tempat-selfie/">Ngegas Produktivitas Biar Sekolah, Madrasah, Pesantren Gak Cuma Tempat Selfie!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Yuk, para pendidik hebat, siap ngegas? Hari 13 kita bikin Produktivitas Sekolah/Madrasah/Pesantren Gacor supaya santri/siswa gak cuma nongkrong di kantin, tapi cetak prestasi kayak timnas U-17!</p>
<p>Strategi udah jalan (Hari 4), semangat ngobar (Hari 5), hambatan dilupain (Hari 6), kolplay oke (Hari 7), pengajaran top (Hari 8), evaluasi ngehits (Hari 9), lestari mantap (Hari 10), harmoni cetar (Hari 11), inovasi gila (Hari 12).</p>
<p>Sekarang, kita bikin sekolah produktif kayak warung sate pas buka puasa!</p>
<p>Yuk, cek 5 jurus biar sekolah gak zonk, nyambung sama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Jumu’ah (62): 10</p>
<p style="text-align: right;">فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</p>
<p>Fa-idhā quḍiyati al-ṣalātu fantashirū fī al-arḍi wabtaghū min faḍli Allāhi wadhkurū Allāha kathīran la‘allakum tufliḥūna</p>
<p>“Apabila salat telah ditunaikan, bertebaranlah kamu di bumi, carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.”</p>
<p>Produktivitas itu kayak nyanyi nasyid🎤: kudu kompak, gak cuma goyang doang! Ayo, simak 5 jurus biar sekolah/madrasah, pesantren jadi exelent:</p>
<p><strong>1 Rencana Jos</strong>: Bikin Roadmap Gak Pake Ribet!</p>
<p>Tanpa rencana, sekolah kayak kapal tanpa nahkoda, nyasar ke warung bakso!</p>
<p>Bikin roadmap jelas: misal, “3 bulan, santri jago coding!” atau “semester ini, semua kelas pake Quizizz!”.</p>
<p>Tulis di papan, share di grup WA, biar semua tahu arahnya.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah As-Saff (61): 2-3</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ۝ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ</p>
<p>Yā ayyuhā alladhīna āmanū lima taqūlūna mā lā taf‘alūna, kabura maqtan ‘inda Allāhi an taqūlū mā lā taf‘alūna</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu berkata apa yang tidak kamu lakukan? Amat besar kemurkaan di sisi Allah jika kamu berkata apa yang tidak kamu lakukan.”</p>
<p>Penelitian: Schleicher (2022): “Strategic Planning for Enhanced Educational Productivity” (OECD Education Working Papers). Rencana jelas bikin produktivitas ngebut.</p>
<p>Refleksi: Rencana itu kayak GPS, gak bikin nyasar asal gak lupa di-charge! 😜</p>
<p>Praktik: Tulis di grup satu rencana sekolah (misal: “Kelas digital 100%!”) dan langkah awal (misal: cek Wi-Fi).</p>
<p><strong>2 Tim Solid</strong>: Satuin Guru-Santri, Jangan Kayak Drama FTV!</p>
<p>Produktivitas zonk kalau tim berantem kayak kucing sama anjing. Ajak guru, ustadz, santri, sampe penjaga sekolah buat kerja bareng. Bikin rapat seru, kasih gorengan 😀, bagi tugas jelas, misal: “Pak Ustadz ngajar, santri bikin proyek!”. Kompak itu kuncinya! 🛠️</p>
<p>Penelitian: Hargreaves &amp; O’Connor (2023): “Building Collaborative Teams for School Productivity” (Professional Development in Education). Tim solid bikin sekolah ngegas.</p>
<p>Refleksi: Tim kayak sate: kalo tusukannya kuat, dagingnya gak jatuh! 😅</p>
<p>Praktik: Usul satu ide buat tim (misal: grup WA “Guru-Santri Kolplay”) biar produktivitas gacor.</p>
<p><strong>3. Kelas Kece</strong>: Bikin Belajar Gak Bikin Ngantuk! 😴</p>
<p>Kelas yang bikin santri ngorok itu salah besar!</p>
<p>Bikin pembelajaran asik: pake video TikTok edukasi, kuis Kahoot, atau diskusi ala talkshow.</p>
<p>Biar santri gak kabur ke kantin pas pelajaran!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Mujadilah (58): 11</p>
<p style="text-align: right;">يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ</p>
<p>Yarfa‘i Allāhu alladhīna āmanū minkum wa-alladhīna ūtū al-‘ilma darajātin</p>
<p>“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”</p>
<p>Penelitian: Sari (2022): “Pembelajaran Interaktif untuk Produktivitas Santri di Pesantren” (Jurnal Tarbiyah). Kelas interaktif bikin santri semangat.</p>
<p>Refleksi: Kelas kece itu kayak es teh manis: seger, bikin nagih!</p>
<p>Praktik: Share satu trik bikin kelas asik (misal: “Kuis pake Canva!”) di grup.</p>
<p><strong>4. Reward Gila</strong>: Kasih Hadiah Biar Semangat Meledak! 💥</p>
<p>Santri sama guru gak bakal produktif kalau cuma disuruh-suruh 😅. Kasih reward: kupon makanan di kanrin buat santri juara kuis, voucher makan buat guru paling kreatif, atau plakat “Ustad Ustdz Hebat 2025”!</p>
<p>Hadiah kecil, efeknya gede, kayak sambel di soto! 🥣</p>
<p>Penelitian: Pink (2022): “Motivating Productivity through Strategic Incentives in Schools” (Journal of Educational Psychology). Reward bikin semangat ngacir.</p>
<p>Refleksi: Reward itu kayak bensin, bikin mesin produktivitas ngebut!</p>
<p>Praktik: Usul satu ide reward (misal: “Santri terbaik dapet kaos kece!”) buat ngeboost produktivitas.</p>
<p><strong>5. Cek Rutin</strong>: Pantau Biar Gak Kepleset! 🤸</p>
<p>Produktivitas gak jalan kalau gak dicek, kayak motor tanpa servis, mogok! Bikin jadwal cek bulanan: apa yang udah oke (misal: “Kelas digital jalan!”), apa yang zonk (misal: “Wi-Fi masih lelet”).</p>
<p>Catet, bikin laporan pendek, trus bagi gorengan pas rapat!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Hadid (57): 25</p>
<p style="text-align: right;">لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ</p>
<p>Laqad arsalnā rusulanā bil-bayyināti wa-anzalnā ma‘ahumu al-kitāba wa-al-mīzāna liyaqūma al-nāsu bil-qisṭi</p>
<p>“Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti nyata dan menurunkan bersama mereka kitab dan neraca agar manusia menegakkan keadilan.”</p>
<p>Penelitian: Ryan &amp; Deci (2023): “Monitoring Progress for Sustained School Productivity” (Educational Management Administration &amp; Leadership). Cek rutin bikin sekolah on track.</p>
<p>Refleksi: Cek rutin itu kayak cek dompet: biar tahu apa yang masih ada, apa yang kudu diisi!</p>
<p>Praktik: Tulis di grup satu hal buat dicek (misal: “Progress kelas digital”) dan usul caranya (misal: rapat bulanan).</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>Lima jurus ini bikin SDG 4 ngegas: rencana jos jaga arah, tim solid libatkan semua, kelas kece tingkatin mutu, reward gila motivasi santri, cek rutin pastikan hasil. Sekolah jadi bengkel prestasi, gak cuma tempat nongkrong!</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Jangan cuma ngemil gorengan, Bosque! Tulis di grup atau catetan: “Hari ini, aku ngegas produktivitas sekolah, madrasah, pesantren dengan [aksi] biar [tujuan] tercapai!”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku ngegas produktivitas sekolah dengan kuis Kahoot biar santri gak ngantuk di sekolah, madrasah, pesantren!”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin,</p>
<p>Semoga sekolah, madrasah, pesantren kita exelent kayak penutup dangdut🎤 di hajatan!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/ngegas-produktivitas-biar-sekolah-madrasah-pesantren-gak-cuma-tempat-selfie/">Ngegas Produktivitas Biar Sekolah, Madrasah, Pesantren Gak Cuma Tempat Selfie!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/ngegas-produktivitas-biar-sekolah-madrasah-pesantren-gak-cuma-tempat-selfie/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menabur Benih Inovasi untuk Masa Depan yang Bercahaya</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/menabur-benih-inovasi-untuk-masa-depan-yang-bercahaya/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/menabur-benih-inovasi-untuk-masa-depan-yang-bercahaya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 22:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1507</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Wahai para penabur mimpi, di bawah sinar bulan purnama pesantren, mari kita menabur benih-benih ilmu!...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menabur-benih-inovasi-untuk-masa-depan-yang-bercahaya/">Menabur Benih Inovasi untuk Masa Depan yang Bercahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Wahai para penabur mimpi, di bawah sinar bulan purnama pesantren, mari kita menabur benih-benih ilmu!</p>
<p>Hari 12, kita merangkai Inovasi dalam Strategi Pendidikan, bagai menanam bunga melati yang harum di taman sekolah, madrasah, pesantren.</p>
<p>Strategi telah dirangkai (Hari 4), semangat menyala (Hari 5), hambatan luruh (Hari 6), kolplay bermekar (Hari 7), pengajaran bercahaya (Hari 8), evaluasi menari (Hari 9), keberlanjutan terjaga (Hari 10), harmoni terajut (Hari 11).</p>
<p>Kini, seperti pelukis yang mencipta warna baru, kita semai inovasi agar santri/siswa tak hanya belajar, tapi juga mengukir mimpi.</p>
<p>Bersama SDG 4, kita ciptakan pendidikan yang berkilau bagai bintang!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ash-Sharh (94): 5-6</p>
<p style="text-align: right;">فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</p>
<p>Fa-inna ma‘a al-‘usri yusran, inna ma‘a al-‘usri yusran</p>
<p>“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”</p>
<p>Inovasi adalah benih yang mekar di tengah tantangan, seperti oase di padang pasir. Mari menabur lima pilar puitis ini:</p>
<p><strong>1. Cahaya Ide</strong>: Bintang yang Menerangi Langkah<br />
Inovasi lahir dari ide, bagai bintang yang berkelip di langit malam.</p>
<p>Ajak guru, ustadz, santri, bahkan penjaga pesantren, untuk berbagi gagasan—misal, kelas virtual atau proyek lingkungan.</p>
<p>Dalam musyawarah sederhana, seperti berbagi teh di serambi, ide-ide ini menjadi lentera strategi pendidikan.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 269</p>
<p style="text-align: right;">يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا</p>
<p>Yu’tī al-ḥikmata man yashā’u, waman yu’ta al-ḥikmata faqad ūtiya khayran kathīran</p>
<p>“Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan barang siapa diberi hikmah, sungguh telah diberi kebaikan yang banyak.”</p>
<p>Penelitian: Arifin (2023): “Inovasi Pendidikan Berbasis Ide Kreatif di Madrasah” (Jurnal Pendidikan Islam). Ide kreatif menyemai inovasi.</p>
<p>Refleksi: Ide adalah percikan api, menyalakan taman pendidikan dengan cahaya baru.</p>
<p>Praktik: Tulis satu ide inovatif di grup (misal: “Kelas coding untuk santri!”) dan ajak diskusi untuk mewujudkannya.</p>
<p><strong>2. Denyut Kolaborasi</strong>: Irama yang Menghidupkan Inovasi</p>
<p>Inovasi tak mekar sendirian, ia butuh pelukan kolaborasi.</p>
<p>Guru, santri, ortu, dan komunitas, bagai dawai dalam kecapi, harus bermain dalam harmoni.</p>
<p>Ciptakan tim proyek—misal, membuat aplikasi edukasi—seperti santri berjamaah menuju masjid, setiap langkah penuh makna.</p>
<p>Penelitian: OECD (2023): “Collaborative Innovation for Sustainable Educational Outcomes” (Education Policy Outlook). Kolaborasi memperkuat inovasi.</p>
<p>Refleksi: Kolaborasi adalah angin, membawa benih inovasi terbang ke langit luas.</p>
<p>Praktik: Bentuk satu tim kecil (misal: guru dan santri) untuk proyek inovatif (misal: vlog edukasi) demi strategi bercahaya.</p>
<p><strong>3. Sentuhan Teknologi</strong>: Sayap yang Mengangkat Mimpi</p>
<p>Teknologi adalah sayap inovasi, membawa pendidikan melayang tinggi.</p>
<p>Gunakan aplikasi seperti Canva untuk presentasi atau Quizizz untuk kuis interaktif.</p>
<p>Seperti lebah yang belajar dari wahyu Ilahi, teknologi mengajarkan kita efisiensi dan keajaiban.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah An-Nahl (16): 68-69</p>
<p style="text-align: right;">وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ ۝ ثُمَّ كُلِي مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ فَاسْلُكِي سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا</p>
<p>Wa-awḥā rabbuka ilā al-naḥli ani ittakhidhī mina al-jibāli buyūtan wamina al-shajari wamimmā ya‘rishūna, thumma kulī min kulli al-thamarāti faslukī subula rabbiki dhululan</p>
<p>“Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah: ‘Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon, dan di tempat yang dibuat manusia, lalu makanlah dari segala buah-buahan, dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan.’”</p>
<p>Penelitian: Nugroho (2022): “Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Inovasi Pembelajaran di Pesantren” (Jurnal Tarbiyah). Teknologi mempercepat inovasi.</p>
<p>Refleksi: Teknologi adalah sungai, mengalirkan ilmu ke setiap sudut taman pendidikan.</p>
<p>Praktik: Coba satu alat teknologi (misal: Google Classroom) untuk pembelajaran inovatif dan share pengalaman di grup.</p>
<p><strong>4. Jiwa Kreativitas</strong>: Bunga yang Mekar di Hati<br />
Inovasi adalah bunga kreativitas yang mekar di hati santri dan guru. Dorong mereka untuk berimajinasi—misal, membuat cerita digital atau kerajinan dari limbah.</p>
<p>Seperti pelukis di kanvas pesantren, kreativitas mengubah kelas menjadi karya seni.</p>
<p>Penelitian: Csikszentmihalyi &amp; Sawyer (2022): “Nurturing Creativity in Educational Settings” (Creativity Research Journal). Kreativitas menumbuhkan inovasi.</p>
<p>Refleksi: Kreativitas adalah embun, menyegarkan setiap langkah menuju masa depan bercahaya.</p>
<p>Praktik: Rancang satu aktivitas kreatif (misal: santri bikin poster digital) untuk menyemai inovasi di kelas.</p>
<p><strong>5. Taman Prestasi</strong>: Merayakan Buah Inovasi</p>
<p>Setiap benih inovasi berhak mekar menjadi prestasi. Rayakan karya santri, guru, atau sekolah—misal, pameran proyek atau video TikTok edukasi—seperti pesta takjil di bulan Ramadan.</p>
<p>Prestasi adalah taman, menunjukkan bahwa inovasi telah berbuah manis.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Kahf (18): 7</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا</p>
<p>Innā ja‘alnā mā ‘alā al-arḍi zīnatan lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu ‘amalan</p>
<p>“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji siapa di antara mereka yang terbaik perbuatannya.”</p>
<p>Penelitian: Pratama (2023): “Kolaborasi Kreatif untuk Inovasi Pendidikan Berbasis Prestasi” (Jurnal Manajemen Pendidikan). Prestasi memotivasi inovasi.</p>
<p>Refleksi: Prestasi adalah bunga melati, harum sebagai saksi perjuangan inovasi.</p>
<p>Praktik: Adakan satu acara kecil (misal: pameran karya santri) untuk merayakan inovasi dan share idenya di grup.</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>Lima pilar ini adalah puisi untuk SDG 4: cahaya ide membuka inklusivitas, denyut kolaborasi memastikan mutu, sentuhan teknologi memodernisasi ilmu, jiwa kreativitas membentuk insan unggul, taman prestasi merangkul keberhasilan.</p>
<p>Pendidikan pun menjadi oase, menyirami jiwa-jiwa muda!</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Wahai penabur benih, jangan hanya menatap bulan purnama! Tulis satu bait di grup atau catatan: “Hari ini, aku menabur inovasi dengan [aksi] demi [tujuan] sekolah/madrasah/pesantren.”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku menabur inovasi dengan kuis digital demi santri bersinar di madrasah!”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin,</p>
<p>Semoga pendidikan kita bagai bintang di langit, bercahaya hingga akhir zaman!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menabur-benih-inovasi-untuk-masa-depan-yang-bercahaya/">Menabur Benih Inovasi untuk Masa Depan yang Bercahaya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/menabur-benih-inovasi-untuk-masa-depan-yang-bercahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Keberlanjutan Strategi Pendidikan untuk Masa Depan yang Gemilang</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-keberlanjutan-strategi-pendidikan-untuk-masa-depan-yang-gemilang/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-keberlanjutan-strategi-pendidikan-untuk-masa-depan-yang-gemilang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 22:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1504</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Wahai para penjaga ilmu, di bawah langit senja sekolah,madrasah, pesantren, mari kita rajut mimpi! Hari...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-keberlanjutan-strategi-pendidikan-untuk-masa-depan-yang-gemilang/">Menjaga Keberlanjutan Strategi Pendidikan untuk Masa Depan yang Gemilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Wahai para penjaga ilmu, di bawah langit senja sekolah,madrasah, pesantren, mari kita rajut mimpi!</p>
<p>Hari 10, kita menari dalam puisi strategi, menjaga Keberlanjutan Strategi Pendidikan agar sekolah, madrasah, pesantren kita bagai bintang yang tak pernah redup.</p>
<p>Strategi telah dirangkai (Hari 4), semangat membumbung (Hari 5), hambatan dipatahkan (Hari 6), kolplay berseri (Hari 7), pengajaran berkilau (Hari 8), evaluasi menari (Hari 9).</p>
<p>Kini, bagaimana menjaga agar semua lestari, bagai pohon kurma yang terus berbuah?</p>
<p>Bersama SDG 4, kita ukir masa depan santri/siswa yang gemilang, penuh hikmah!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 261</p>
<p style="text-align: right;">مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ</p>
<p>Mathalu alladhīna yunfiqūna amwālahum fī sabīli Allāhi kamathali ḥabbatin anbatat sab‘a sanābila fī kulli sunbulatin mi’atu ḥabbatin, wa-Allāhu yuḍā‘ifu liman yashā’u</p>
<p>“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Dan Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”</p>
<p>Pendidikan adalah biji yang kita tanam, keberlanjutan adalah tangkainya yang menjulang. Mari menari dalam tujuh langkah puitis ini:</p>
<p><strong>1. Visi-Misi</strong>: Cahaya yang Menuntun Jiwa</p>
<p>Bagai bintang utara di malam gelap, visi-misi adalah lentera pendidikan.</p>
<p>“Santri berakhlak mulia” atau “sekolah inklusif” harus mengalir dalam setiap langkah, agar strategi tak pernah tersesat.</p>
<p>Tanamkan tujuan ini di hati guru, ustadz, dan santri, seperti puisi yang terukir di dinding pesantren.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 269</p>
<p style="text-align: right;">يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا</p>
<p>Yu’tī al-ḥikmata man yashā’u, waman yu’ta al-ḥikmata faqad ūtiya khayran kathīran</p>
<p>“Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki, dan barang siapa diberi hikmah, sungguh telah diberi kebaikan yang banyak.”</p>
<p>Penelitian: Hidayat (2023): “Keberlanjutan Strategi Pendidikan Berbasis Visi-Misi di Madrasah” (Jurnal Pendidikan Islam). Visi-misi adalah akar keberlanjutan.</p>
<p>Refleksi: Visi-misi bagai nyanyian nasyid di pagi hari, membangunkan jiwa untuk terus melangkah.</p>
<p>Praktik: Tulis satu visi-misi di grup, hubungkan dengan langkah keberlanjutan (misal: “Santri IT unggul, lanjutkan kelas coding!”).</p>
<p><strong>2. Evaluasi Berkala</strong>: Cermin yang Merangkum Perjalanan</p>
<p>Keberlanjutan tak lahir tanpa cermin yang jujur. Evaluasi berkala, seperti menatap jejak di pasir gurun, menunjukkan apa yang telah berkembang dan apa yang perlu disirami.</p>
<p>Catat keberhasilan (misal: santri jago tahfidz) dan tantangan (misal: kurikulum digital lelet), lalu tasyakuran langkah kecil bagai pesta takjil.</p>
<p>Penelitian: Hallinger &amp; Heck (2023): “Monitoring and Evaluation for Sustainable School Strategies” (Educational Management Administration &amp; Leadership).</p>
<p>Evaluasi rutin menjaga strategi tetap hidup.</p>
<p>Refleksi: Evaluasi adalah puisi yang ditulis ulang, memperindah bait demi bait perjalanan.</p>
<p>Praktik: Tulis satu keberhasilan strategi (misal: “Kuis digital sukses!”) dan usul perbaikan (misal: tambah variasi kuis).</p>
<p><strong>3. Pemberdayaan SDM</strong>: Menyemai Biji di Hati Pendidik</p>
<p>Guru dan ustadz adalah petani di ladang pendidikan. Tanpa ilmu dan semangat mereka, strategi akan layu.</p>
<p>Beri pelatihan (misal: teknologi pengajaran) dan ruang berbagi, seperti ngobrol di serambi masjid, agar mereka terus berkembang bagai bunga di musim semi.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Qasas (28): 77</p>
<p style="text-align: right;">وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ</p>
<p>Wabtaghi fīmā ātāka Allāhu al-dāra al-ākhirata, walā tansa naṣībaka min al-dunyā, wa-aḥsin kamā aḥsana Allāhu ilayka</p>
<p>“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebaikan negeri akhirat, dan janganlah lupa bagianmu dari dunia, serta berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.”</p>
<p>Penelitian: Leithwood &amp; Sun (2023): “Teacher Capacity Building for Sustainable School Improvement” (School Leadership &amp; Management). Pemberdayaan guru menjaga strategi abadi.</p>
<p>Refleksi: Guru adalah pelita, menyala untuk menerangi, namun perlu minyak agar tak padam.</p>
<p>Praktik: Usul satu pelatihan untuk guru/ustadz (misal: bikin video edukasi) demi strategi lestari.</p>
<p><strong>4. Sarana-Prasarana</strong>: Fondasi yang Menopang Impian</p>
<p>Bagai masjid yang kokoh di tengah desa, sarana-prasarana adalah tulang punggung pendidikan.</p>
<p>Wi-Fi kencang, laptop canggih, atau ruang kelas nyaman adalah nafas keberlanjutan. Pastikan semua terjaga, agar strategi tak tersandung di tengah jalan.</p>
<p>Penelitian: Susilo (2023): “Optimalisasi Sarana Digital untuk Keberlanjutan Pendidikan” (Jurnal Manajemen Pendidikan). Sarana modern menjaga strategi tetap relevan.</p>
<p>Refleksi: Sarana adalah jembatan, menghubungkan mimpi santri dengan kenyataan yang indah.</p>
<p>Praktik: Cek satu fasilitas (misal: proyektor) dan usul perawatan (misal: servis bulanan) untuk strategi abadi.</p>
<p><strong>5. Keterlibatan Stakeholder</strong>: Harmoni dalam Musyawarah</p>
<p>Pendidikan adalah tarian bersama, tak mungkin sendirian. Ortu, komite, warga, bagai dawai dalam kecapi, harus selaras.</p>
<p>Ajak mereka musyawarah, berbagi ide, seperti berbagi kurma di malam Ramadan, agar strategi terus hidup dalam pelukan komunitas.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Hujurat (49): 13</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ</p>
<p>Yā ayyuhā al-nāsu innā khalaqnākum min dhakarin wa-unthā waja‘alnākum shu‘ūban waqabā’ila lita‘ārafū, inna akramakum ‘inda Allāhi atqākum</p>
<p>“Wahai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakanmu dari laki-laki dan perempuan, serta menjadikanmu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”</p>
<p>Penelitian: Bryk &amp; Schneider (2022): “Community Engagement for Sustainable Educational Outcomes” (Journal of School Leadership). Stakeholder menyokong keberlanjutan.</p>
<p>Refleksi: Musyawarah adalah simfoni, merangkai nada-nada cinta untuk pendidikan.</p>
<p>Praktik: Undang satu stakeholder (misal: ortu) untuk musyawarah ide keberlanjutan (misal: kelas digital).</p>
<p><strong>6. Kurikulum Karakter</strong>: Akar Akhlak yang Menyemai Keabadian</p>
<p>Strategi pendidikan tak lengkap tanpa akhlak. Semai nilai amanah, sabar, dan ikhlas dalam kurikulum, seperti menabur bunga di taman pesantren. Akhlak adalah ruh yang membuat strategi hidup selamanya.</p>
<p>Penelitian: Rahmah (2022): “Pendidikan Karakter untuk Keberlanjutan Nilai Akhlak di Pesantren” (Jurnal Tarbiyah). Akhlak menjaga strategi berpijar.</p>
<p>Refleksi: Akhlak adalah embun pagi, menyegarkan setiap langkah pendidikan.</p>
<p>Praktik: Tambah satu nilai akhlak (misal: ikhlas) ke kurikulum (misal: sesi refleksi) untuk strategi lestari.</p>
<p><strong>7. Analisis SWOT</strong>: Menyusun Ulang Peta Perjalanan<br />
Di akhir, kembali ke cermin SWOT, seperti penyair yang merangkai bait baru. Lihat kekuatan (misal: tim guru kompak), kelemahan (misal: dana terbatas), peluang (misal: teknologi baru), dan ancaman (misal: perubahan regulasi).</p>
<p>Ini adalah puisi penutup, menyusun ulang strategi agar terus berkembang.</p>
<p>Penelitian: Fullan &amp; Quinn (2022): “Sustaining Educational Strategies for Long-Term Impact” (Journal of Educational Change). SWOT menjaga strategi relevan.</p>
<p>Refleksi: SWOT adalah lukisan, menggambarkan warna-warna masa depan pendidikan.</p>
<p>Praktik: Tulis satu peluang (misal: “Aplikasi edukasi gratis”) dan usul langkah keberlanjutan (misal: adopsi Quizizz).</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>Tujuh langkah ini adalah puisi untuk SDG 4: visi-misi menjaga tujuan inklusif, evaluasi memastikan mutu, SDM menyemai pendidik unggul, sarana menopang mimpi, stakeholder merangkul semua, akhlak membentuk insan mulia, SWOT merangkai strategi abadi.</p>
<p>Pendidikan pun menari, menuju masa depan yang berkilau!</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Wahai penutur ilmu, jangan hanya termenung di bawah pohon kurma!</p>
<p>Tulis satu bait di grup atau catatan: “Hari ini, aku menjaga strategi lestari dengan [aksi] demi [tujuan] sekolah/madrasah/pesantren.”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku menjaga strategi lestari dengan musyawarah ortu demi kelas digital yang gemilang di Lembaga Pendidikan!”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin,</p>
<p>Semoga pendidikan kita bagai bintang di langit malam, terus bersinar hingga akhir zaman!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-keberlanjutan-strategi-pendidikan-untuk-masa-depan-yang-gemilang/">Menjaga Keberlanjutan Strategi Pendidikan untuk Masa Depan yang Gemilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-keberlanjutan-strategi-pendidikan-untuk-masa-depan-yang-gemilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Investasi Sehat: Aset Berharga Untuk Masa Depan Gemilang</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/investasi-sehat-aset-berharga-untuk-masa-depan-gemilang/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/investasi-sehat-aset-berharga-untuk-masa-depan-gemilang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2025 13:19:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1534</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ubaidillah Ichsan, S. Pd Sekretaris PCM Diwek Jombang &#160; Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh &#8220;Health is not everything, but without health, everything is meaningless&#8221; &#8220;(Kesehatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/investasi-sehat-aset-berharga-untuk-masa-depan-gemilang/">Investasi Sehat: Aset Berharga Untuk Masa Depan Gemilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: <strong>Ubaidillah Ichsan, S. Pd</strong><br />
Sekretaris PCM Diwek Jombang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>&#8220;Health is not everything, but without health, everything is meaningless&#8221;<br />
&#8220;(Kesehatan bukanlah segalanya, tapi tanpa kesehatan, segalanya tidak berarti)&#8221;</p>
<p>Seringkali kita meremehkan kesehatan sampai akhirnya &#8220;sakit itu mahal&#8221; menjadi realita pahit.</p>
<p>Padahal, sehat adalah aset utama yang memungkinkan kita beraktivitas optimal dan meraih masa depan cerah.</p>
<p>Mengabaikan kesehatan kini, berarti menanggung konsekuensi penyakit di kemudian hari.</p>
<p>Untuk investasi jangka panjang yang menguntungkan, pola hidup sehat dan kebiasaan positif wajib diterapkan.</p>
<p>Mulai dari rutin berolahraga untuk detoksifikasi dan menjaga kebugaran, pola makan seimbang yang kaya nutrisi, istirahat cukup agar tubuh pulih sempurna, hingga berpikir positif untuk kesehatan mental dan emosional.</p>
<p>Kebiasaan ini bukan hanya menjauhkan kita dari penyakit kronis seperti jantung, diabetes, atau hipertensi, tetapi juga membuat tubuh lebih segar dan bersemangat menghadapi tantangan.</p>
<p>Maka, jangan tunggu sakit baru sadar betapa nikmatnya sehat. Mari jadikan kesehatan sebagai prioritas utama. Allah SWT berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik&#8221; (Qs. Al-Baqarah: 195)</p>
<p>Dan kebanyakan orang itu lalai dari nikmat sehat tersebut. Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ</p>
<p>Artinya:<br />
“Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari No. 6412).</p>
<p>Jadi, Menjaga kesehatan adalah bentuk syukur atas nikmat Allah dan investasi terbaik untuk hidup berkualitas.</p>
<p>Dengan pola hidup sehat, kita tidak hanya menghindari penderitaan akibat penyakit, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk berkarya dan meraih kebahagiaan.</p>
<p>Prioritaskan sehatmu, karena itu adalah modal utama kebahagiaanmu.</p>
<p>Semoga bermanfaat,<br />
Wassalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/investasi-sehat-aset-berharga-untuk-masa-depan-gemilang/">Investasi Sehat: Aset Berharga Untuk Masa Depan Gemilang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/investasi-sehat-aset-berharga-untuk-masa-depan-gemilang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bangun Kolaborasi Biar Strategi Gacor di Sekolah/Madrasah/Pesantren!</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/bangun-kolaborasi-biar-strategi-gacor-di-sekolah-madrasah-pesantren/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/bangun-kolaborasi-biar-strategi-gacor-di-sekolah-madrasah-pesantren/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 22:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1501</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Yuk, rekan-rekan pendidik, masih ngegas gak? Hari 7 kita ngebut bahas Bangun Kolaborasi Biar Strategi...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bangun-kolaborasi-biar-strategi-gacor-di-sekolah-madrasah-pesantren/">Bangun Kolaborasi Biar Strategi Gacor di Sekolah/Madrasah/Pesantren!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Yuk, rekan-rekan pendidik, masih ngegas gak?</p>
<p>Hari 7 kita ngebut bahas Bangun Kolaborasi Biar Strategi Gacor di Sekolah/Madrasah/Pesantren! Strategi udah dirancang (Hari 3), dieksekusi (Hari 4), tim disemangatin (Hari 5), hambatan digebuk (Hari 6), tapi kalau tim gak kompak, ya kayak santri rebutan sandal pas sholat Jumat—chaos! Yuk, cek 7 trik buat bikin budaya kolaborasi yang bikin strategi ngehits, sekolah/madrasah/pesantren cetar, dan nyambung sama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Hujurat (49): 10</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ</p>
<p>Innamā al-mu’minūna ikhwatun fa-aṣliḥū bayna akhawaykum, wa-ittaqū Allāha la‘allakum turḥamūna</p>
<p>“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”</p>
<p>Kolaborasi itu kayak santri bagi-bagi takjil: saling bantu, senyum, dan happy bareng! Ayo, simak 7 trik biar tim kompak:</p>
<p><strong>1. Analisis SWOT</strong>: Kenali Tim Biar Kolplay Makin Gacor!<br />
Kolaborasi gak jalan kalau gak tahu siapa jago apa. Cek SWOT sekolah/madrasah/pesantren: kekuatan (misal: ustadz pinter ngajar), kelemahan (misal: komunikasi lelet), peluang (misal: donatur baru), ancaman (misal: rapat numpuk).</p>
<p>Ini bantu bagi tugas biar semua kebagian peran kece!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah As-Saff (61): 4</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ</p>
<p>Inna Allāha yuḥibbu alladhīna yuqātilūna fī sabīlihi ṣaffan ka-annahum bunyānun marṣūṣun</p>
<p>“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang rapi seakan-akan mereka adalah bangunan yang kokoh.”</p>
<p>Penelitian: Arifin (2022): “Peran Analisis SWOT dalam Membangun Kolaborasi Tim Sekolah Islam” (Jurnal Manajemen Pendidikan Islam).</p>
<p>SWOT bantu tahu siapa bikin tim solid.</p>
<p>Refleksi: SWOT itu kayak cek daftar santri, biar tahu siapa jago ngapain.</p>
<p>Praktik: Tulis satu kekuatan tim (misal: “Bu Fatimah jago bikin kuis”) dan usulin peran kolaborasi (misal: bikin bank soal bareng).</p>
<p><strong>2. Visi-Misi</strong>: Satuin Tujuan Biar Gak Tarik-Tarikan!</p>
<p>Tim gak bakal kompak kalau visi-misi beda-beda. Ingatkan tujuan sekolah/madrasah/pesantren, kayak “santri jago tahfidz digital” atau “madrasah unggul akhlak”.</p>
<p>Ini bikin semua ngerasa satu tim, gak kayak main kelereng sendiri-sendiri!</p>
<p>Penelitian: Hargreaves &amp; O’Connor (2022): “Collaborative Professionalism: Building a Culture of Teamwork in Schools” (Journal of Professional Capital and Community).</p>
<p>Visi-misi nyatuin tim.</p>
<p>Refleksi: Visi-misi itu kayak nasyid bareng, bikin semua nyanyi sama nada.</p>
<p>Praktik: Share satu poin visi-misi di grup (misal: “Kita mau santri pinter IT!”) dan ajak tim bilang, “Ayo wujudin bareng!”</p>
<p><strong>3. Pemberdayaan SDM</strong>: Bikin Guru/Ustadz Jadi MVP Tim!<br />
Guru/ustadz itu bintangnya kolaborasi, tapi kalau cuma disuruh ngajar doang, ya loyo.</p>
<p>Kasih pelatihan bareng (misal: bikin video edukasi pake CapCut) atau ajak ngasih ide.</p>
<p>Jangan cuma bilang, “Bu, ngajarnya udah kayak ustadzah di TikTok belum?”</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Mujadilah (58): 11</p>
<p style="text-align: right;">يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ</p>
<p>Yarfa‘i Allāhu alladhīna āmanū minkum wa-alladhīna ūtū al-‘ilma darajātin</p>
<p>“Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”</p>
<p>Penelitian: Johnson &amp; Morris (2021): “Teacher Empowerment Through Collaborative Strategic Planning” (Educational Leadership). Pelatihan bareng bikin guru kolplay.</p>
<p>Refleksi: Guru/ustadz yang dilibatin itu kayak santri dapet es teh pas buka, semangat nambah!</p>
<p>Praktik: Ajak satu guru/ustadz bikin ide bareng (misal: kuis online) buat strategi (misal: kelas digital).</p>
<p><strong>4. Kurikulum Karakter</strong>: Akhlak Bikin Tim Nempel Kayak Lem!<br />
Kolaborasi butuh akhlak, kayak amanah dan saling sabar. Adain kegiatan karakter, misal ngobrol soal kerja sama sambil ngemil di teras pesantren. Kompak kayak santri antri sholat subuh!</p>
<p>Penelitian: Rahmawati (2021): “Pendidikan Karakter Berbasis Kerja Sama untuk Budaya Kolaboratif di Pesantren” (Jurnal Tarbiyah). Akhlak bikin tim lengket.</p>
<p>Refleksi: Akhlak itu kayak sambel di nasi goreng, bikin tim pedes kompak!<br />
Praktik: Adain sesi 5 menit sama tim buat sharing nilai kerja sama yang bantu strategi (misal: kelas tahfidz digital).</p>
<p><strong>5. Keterlibatan Stakeholder</strong>: Ajak Semua Ikut Ngegas Bareng!<br />
Kolaborasi gak cuma tim guru/ustadz, Bro! Musyawarah sama ortu, komite, atau tetangga pesantren.</p>
<p>Bayangin, ortu bantu ide buat lab digital—tim auto kompak kayak boyband!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Asy-Syura (42): 38</p>
<p style="text-align: right;">وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ</p>
<p>Wa-alladhīna istajābū li-rabbihim wa-aqāmū al-ṣalāta wa-amruhum shūrā baynahum wa-mimmā razaqnāhum yunfiqūna</p>
<p>“Dan orang-orang yang mematuhi seruan Tuhannya, melaksanakan sholat, dan urusan mereka diputuskan bersama melalui musyawarah, serta menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan.”</p>
<p>Penelitian: Lee &amp; Tan (2023): “Engaging Stakeholders for Collaborative School Improvement” (Asia Pacific Journal of Education). Stakeholder bikin kolaborasi ngegas.</p>
<p>Refleksi: Musyawarah sama stakeholder itu kayak tambah topping di bakso, bikin tim tambah seru!</p>
<p>Praktik: WA satu stakeholder (misal: ortu) buat minta ide kolaborasi (misal: dukung kelas coding).</p>
<p><strong>6. Sarana-Prasarana</strong>: Fasilitas Bikin Kolplay Makin Nyaman!</p>
<p>Tim gak bakal kompak kalau ruang guru panas kayak dapur pas buka puasa! Pastikan sarana, kayak Wi-Fi atau ruang rapat, support kolaborasi.</p>
<p>Jangan sampai tim musyawarah pake papan tulis yang tintanya abis!</p>
<p>Penelitian: Pratomo (2023): “Optimalisasi Sarana-Prasarana untuk Mendukung Kolaborasi Pendidik” (Jurnal Administrasi dan Kebijakan Pendidikan). Fasilitas oke bikin tim betah.</p>
<p>Refleksi: Sarana kece itu kayak AC di musim panas, bikin tim kolplay tanpa keringetan.</p>
<p>Praktik: Cek satu fasilitas (misal: Wi-Fi rapat) dan usulin perbaikan (misal: upgrade kecepatan) biar kolaborasi lancar.</p>
<p><strong>7. Evaluasi Berkala</strong>: Cek Kolplay, Jangan Cuma Ngopi Doang!</p>
<p>Kolaborasi gak bakal kuat kalau gak dievaluasi. Cek rutin, catet apa yang bikin tim kompak (misal: “Rapat mingguan asyik!”) atau kurang (misal: “Komunikasi via WA lelet”). Rayain progress, kayak bagi-bagi es teh pas rapat!</p>
<p>Penelitian: Fullan &amp; Edwards (2022): “Monitoring Collaborative Cultures for Strategic Success” (School Leadership &amp; Management). Evaluasi bikin kolaborasi stay gacor.</p>
<p>Refleksi: Evaluasi itu kayak cek rapor santri, bikin tim tahu udah sekompak apa.</p>
<p>Praktik: Tulis di grup satu hal yang bikin tim kompak (misal: “Musyawarah bikin ide ngalir!”) dan usulin ide biar lebih kolplay.</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>7 trik ini dukung SDG 4: SWOT satuin kekuatan tim, visi-misi jaga fokus inklusif, SDM bikin guru/ustadz kolplay, karakter bikin tim solid, stakeholder bawa dukungan, sarana fasilitasi kerja bareng, evaluasi jamin mutu pendidikan.</p>
<p>Jadi, semua belajar sambil senyum!</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Jangan cuma baca sambil nyanyi! Lakuin satu aksi buat bikin tim kolplay.</p>
<p>Tulis di grup atau catetan: “Hari ini, aku bikin tim kolplay dengan [aksi] biar strategi [tujuan] di sekolah/madrasah/pesantren.”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku bikin tim kolplay dengan sesi sharing amanah biar strategi tahfidz digital gacor di pesantren!”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin, ayo bikin sekolah/madrasah/pesantren kita kompak kayak santri nyanyi nasyid pas pwrpisahan!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Catatan:<br />
kolplay&#8221; itu istilah gaul yang buat menggambarkan kolaborasi alias kerja sama tim yang kece dan kompak!</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bangun-kolaborasi-biar-strategi-gacor-di-sekolah-madrasah-pesantren/">Bangun Kolaborasi Biar Strategi Gacor di Sekolah/Madrasah/Pesantren!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/bangun-kolaborasi-biar-strategi-gacor-di-sekolah-madrasah-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jaga Semangat Tim Biar Strategi Gak Cuma Ngebul!</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/jaga-semangat-tim-biar-strategi-gak-cuma-ngebul/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/jaga-semangat-tim-biar-strategi-gak-cuma-ngebul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 22:00:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1498</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Yo, para pendidik kece, apa kabar? Hari ke 5 kita ngebut bahas Jaga Semangat Tim...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/jaga-semangat-tim-biar-strategi-gak-cuma-ngebul/">Jaga Semangat Tim Biar Strategi Gak Cuma Ngebul!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Yo, para pendidik kece, apa kabar?</p>
<p>Hari ke 5 kita ngebut bahas Jaga Semangat Tim Biar Strategi Gak Cuma Ngebul di Sekolah/Madrasah/Pesantren! Strategi udah dirancang (Hari 3), udah dieksekusi (Hari 4), tapi kalau tim guru, ustadz, sama komite pada lemes kayak santri abis ngafal 10 juz, ya ambyar!</p>
<p>Yuk, simak 7 trik biar tim stay ngegas, strategi jalan, dan sekolah/madrasah/pesantren kita gacor abis, nyambung sama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-‘Asr (103): 1-3</p>
<p style="text-align: right;">وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ</p>
<p>Wal-‘aṣri, inna al-insāna lafī khusrin, illā alladhīna āmanū wa‘amilū al-ṣāliḥāti watawāṣaw bil-ḥaqqi watawāṣaw bil-ṣabri</p>
<p>“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”</p>
<p>Tim yang kompak itu kayak santri rebutan takjil: saling dorong tapi tetep happy! Ayo, cek 7 trik biar tim gak kehabisan bensin:</p>
<p><strong>1. Analisis SWOT</strong>: Cek Apa yang Bikin Tim Ngegas!</p>
<p>Tim bakal loyo kalau gak tahu apa yang bikin mereka semangat.</p>
<p>Buka SWOT sekolah/madrasah/pesantren: kekuatan (misal: guru/ustadz pinter bikin kuis), kelemahan (misal: rapat mulu sampe pegel), peluang (misal: ada donatur Wi-Fi), ancaman (misal: santri pada kabur ke sekolah sebelah).</p>
<p>Pakai ini buat kasih “vitamin” motivasi!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 197</p>
<p style="text-align: right;">وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ</p>
<p>Wa tazawwadū fa-inna khayra al-zādi al-taqwā</p>
<p>“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”</p>
<p>Penelitian: Hidayat (2022) dalam Jurnal Pendidikan Islam Indonesia: “SWOT bantu temuin apa yang nyalain semangat tim buat strategi.”</p>
<p>Refleksi: SWOT itu kayak cek dompet sebelum ke kantin, tahu apa yang bikin tim ngegas!</p>
<p>Praktik: WA satu guru/ustadz, tanya, “Bro, apa sih yang bikin lo semangat ngajar?” Catet jawabannya buat strategi!</p>
<p><strong>2.Visi-Misi</strong>: Ingatkan Tujuan, Biar Gak Malesan!</p>
<p>Tim bisa keok kalau lupa kenapa kita capek-capek bikin strategi. Ingatkan visi-misi sekolah/madrasah/pesantren, kayak “santri jago coding” atau “madrasah nomor satu di kampung”.</p>
<p>Ceritain ini biar tim inget misi mulia, bukan cuma ngejar gaji!</p>
<p>Penelitian: Day &amp; Sammons (2022) dalam Educational Management Administration &amp; Leadership: “Visi-misi yang diulang-ulang bikin tim stay fokus dan semangat.”</p>
<p>Refleksi: Visi-misi itu kayak alarm subuh, nyanyi biar tim bangun dari malesan.</p>
<p>Praktik: Di rapat atau grup, sebutin satu visi-misi (misal: “Kita mau santri pinter digital!”) dan hubungin sama kerja tim (misal: ngajar pake Canva).</p>
<p><strong>3. Pemberdayaan SDM</strong>: Bikin Guru/Ustadz Jadi Sultan Lapangan!</p>
<p>Guru/ustadz itu MVP strateginya, tapi kalau gak disemangatin, ya redup kayak lampu mati listrik!</p>
<p>Kasih pelatihan kece (misal: bikin slide pake AI) atau puji di depan umum.</p>
<p>Jangan cuma bilang, “Pak, ngajarnya kayak ustadz di TV!”</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Anfal (8): 60</p>
<p style="text-align: right;">وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ</p>
<p>Wa a‘iddū lahum mā istaṭa‘tum min quwwatin</p>
<p>“Dan siapkanlah untuk mereka segala kekuatan yang kamu mampu.”</p>
<p>Penelitian: Spillane &amp; Sun (2021) dalam Journal of Educational Administration: “Pujian dan pelatihan bikin guru on fire jalankan strategi.”</p>
<p>Refleksi: Guru/ustadz yang disupport itu kayak santri dapet jatah es teh, semangat nambah!</p>
<p>Praktik: Share pujian buat satu guru/ustadz di grup (misal: “Bu Hani, kuis Zoom-nya bikin santri betah!”) atau usulin ide pelatihan.</p>
<p><strong>4. Kurikulum Karakter</strong>: Akhlak Bikin Tim Makin Lengket!</p>
<p>Tim yang akhlaknya joss, kayak saling sabun—eh, sabar maksudnya—pasti kompak jalanin strategi.</p>
<p>Adain kegiatan karakter, misal ngobrol soal amanah sambil nyanyi nasyid di pondok. Kompak kayak santri antri mandi pagi!</p>
<p>Penelitian: Santoso (2021) dalam Jurnal Tarbiyah: “Akhlak mulia di tim bikin motivasi strategi naik level.”</p>
<p>Refleksi: Akhlak itu kayak Wi-Fi, bikin tim connect tanpa putus-putus.</p>
<p>Praktik: Adain sesi ngobrol 5 menit sama tim tentang satu nilai (misal: kerja sama) yang bantu strategi.</p>
<p><strong>5. Keterlibatan Stakeholder</strong>: Semua Ikut Ngegas, Bukan Cuma Tim Guru!</p>
<p>Tim guru/ustadz doang gak cukup, Bro! Ajak ortu, komite, atau tetangga pesantren buat nyemangatin.</p>
<p>Bayangin, komite bawa gorengan ke rapat strategi—auto semangat, kan? Musyawarah bareng bikin semua ngerasa, “Ini tim gue!”</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ali Imran (3): 159</p>
<p style="text-align: right;">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ</p>
<p>Fa-bimā raḥmatin mina Allāhi linta lahum, wa-law kunta faẓẓan ghalīẓa al-qalbi la-infaddū min ḥawlika, fa-u‘fu ‘anhum wa-istaghfir lahum wa-shāwirhum fī al-amr</p>
<p>“Maka berkat rahmat dari Allah, engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”</p>
<p>Penelitian: Tan &amp; Low (2023) dalam International Journal of Leadership in Education: “Stakeholder yang dilibatin bikin tim ngerasa punya backing, semangat nambah.”</p>
<p>Refleksi: Musyawarah sama stakeholder itu kayak nambah sambel di nasi uduk, bikin semangat pedes!</p>
<p>Praktik: Kirim WA ke satu stakeholder (misal: ortu) buat minta ide nyemangatin tim (misal: dukung kelas digital).</p>
<p><strong>6. Sarana-Prasarana</strong>: Fasilitas Jangan Bikin Tim Ngambek!</p>
<p>Tim gak bakal semangat kalau ruang guru panas kayak dapur pesantren pas buka puasa!</p>
<p>Pastikan fasilitas, kayak proyektor atau Wi-Fi, bikin tim betah jalanin strategi.</p>
<p>Jangan sampai ngajar pake papan tulis yang tintanya abis!</p>
<p>Penelitian: Lestari (2023) dalam Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan: “Fasilitas yang oke bikin tim semangat eksekusi strategi.”</p>
<p>Refleksi: Sarana kece itu kayak sandal baru, bikin tim jalan tanpa lelet.</p>
<p>Praktik: Tanya tim, “Fasilitas apa yang bikin kalian happy kerja?” (misal: AC di ruang guru). Usulin ke kepala sekolah/pesantren!</p>
<p><strong>7. Evaluasi Berkala</strong>: Rayain Kerennya Tim, Jangan Cuma Ngecek!</p>
<p>Tim bakal drop kalau cuma disuruh kerja tanpa lihat hasil. Evaluasi rutin, kasih tahu progress (misal: “Santri udah 70% jago tahfidz digital!”), dan adain pesta kecil, kayak bagi-bagi teh botol pas rapat! Jangan cuma bilang, “Sip, lanjut!”</p>
<p>Penelitian: Hallinger &amp; Wang (2022) dalam School Effectiveness and School Improvement: “Evaluasi yang ngasih apresiasi bikin tim pengen lari lebih kenceng.”</p>
<p>Refleksi: Evaluasi itu kayak like di postingan santri, bikin tim ngerasa dihargai.</p>
<p>Refleksi: Evaluasi itu kayak like di postingan santri, bikin tim ngerasa dihargai.</p>
<p>Praktik: Tulis satu pencapaian tim di grup (misal: “Keren, kelas coding udah jalan sebulan!”) buat bikin semua ngerasa juara.</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>7 trik ini dukung SDG 4 di sekolah/madrasah/pesantren: SWOT bikin tim tahu apa yang nyemangatin, visi-misi jaga fokus inklusivitas, SDM bikin guru/ustadz cetar, karakter bikin tim kompak, stakeholder bawa vibe positif, sarana bikin kerja asyik, evaluasi pastikan pendidikan top. Jadi, semua bisa belajar sambil senyum!</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Jangan cuma baca sambil ngemil keripik! Lakuin satu aksi buat jaga semangat tim.</p>
<p>Tulis di grup atau catetan pribadi: “Hari ini, aku nyemangatin tim dengan [aksi] biar strategi [tujuan] di sekolah/madrasah/pesantren.”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku nyemangatin tim dengan puji Pak Udin di grup biar strategi tahfidz digital makin gacor di pesantren!”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin,</p>
<p>Ayo bikin tim sekolah/madrasah/pesantren kita semangat kayak santri nyanyi nasyid pas haul!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/jaga-semangat-tim-biar-strategi-gak-cuma-ngebul/">Jaga Semangat Tim Biar Strategi Gak Cuma Ngebul!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/jaga-semangat-tim-biar-strategi-gak-cuma-ngebul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Kesehatan: Tuntutan Islam di Era Moderen</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-kesehatan-tuntutan-islam-di-era-moderen/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-kesehatan-tuntutan-islam-di-era-moderen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2025 11:22:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1531</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ubaidillah Ichsan, S.Pd Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh &#8220;Technology makes life easier, but don&#8217;t let it replace physical activity...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-kesehatan-tuntutan-islam-di-era-moderen/">Menjaga Kesehatan: Tuntutan Islam di Era Moderen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>Ubaidillah Ichsan, S.Pd</strong><br />
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang</p>
<p>Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh</p>
<p>&#8220;Technology makes life easier, but don&#8217;t let it replace physical activity and healthy social interaction&#8221;<br />
&#8220;(Teknologi mempermudah hidup, tapi jangan biarkan ia menggantikan aktivitas fisik dan interaksi sosial yang menyehatkan)&#8221;</p>
<p>Di tengah gempuran makanan siap saji dan gaya hidup serba instan, tantangan menjaga pola makan sehat semakin besar.</p>
<p>Fenomena &#8220;mager&#8221; (malas gerak) yang diiringi aktivitas bermedia sosial seharian tanpa olahraga, kian memperparah kondisi tubuh.</p>
<p>Akibatnya, berbagai penyakit seperti diabetes, asam lambung, hipertensi, kolesterol, dan asam urat mudah menyerang.</p>
<p>Islam, sebagai agama yang sempurna, telah mengatur pola makan dan minum dengan sangat baik.</p>
<p>Prinsip utamanya adalah moderasi, menjauhi segala bentuk berlebihan. Allah SWT berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا</p>
<p>Artinya:<br />
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”(Qs. Al-A’raf: 31)</p>
<p>Ayat ini menegaskan larangan untuk melampaui batas dalam konsumsi makanan dan minuman, karena berlebihan adalah sifat yang dibenci Allah dan menyerupai perbuatan setan.</p>
<p>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه</p>
<p>Artinya:<br />
“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas” (HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132), dan lain-lain)</p>
<p>Hadits ini memberikan panduan praktis tentang porsi makan yang ideal, menekankan pentingnya tidak mengisi perut secara penuh agar tubuh tetap ringan dan sehat.</p>
<p>Jadi menjaga kesehatan tubuh adalah amanah dari Allah.</p>
<p>Dengan mengikuti tuntunan Islam untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan, serta aktif bergerak, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik dari berbagai penyakit modern, tetapi juga menjalankan perintah agama.</p>
<p>Moderasi adalah kunci menuju hidup yang lebih sehat, berkah, dan jauh dari penyakit.</p>
<p>Semoga bermanfaat,<br />
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-kesehatan-tuntutan-islam-di-era-moderen/">Menjaga Kesehatan: Tuntutan Islam di Era Moderen</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-kesehatan-tuntutan-islam-di-era-moderen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menerapkan Strategi di Sekolah/Madrasah/Pesantren: Tips Biar Gak Cuma Wacana</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/menerapkan-strategi-di-sekolah-madrasah-pesantren-tips-biar-gak-cuma-wacana/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/menerapkan-strategi-di-sekolah-madrasah-pesantren-tips-biar-gak-cuma-wacana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2025 22:00:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1495</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Yo, rekan-rekan pendidik, apa kabar? Hari 4 kita gaspol bahas Menerapkan Strategi di Sekolah/Madrasah/Pesantren: Tips...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menerapkan-strategi-di-sekolah-madrasah-pesantren-tips-biar-gak-cuma-wacana/">Menerapkan Strategi di Sekolah/Madrasah/Pesantren: Tips Biar Gak Cuma Wacana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Yo, rekan-rekan pendidik, apa kabar? Hari 4 kita gaspol bahas Menerapkan Strategi di Sekolah/Madrasah/Pesantren: Tips Biar Gak Cuma Wacana.</p>
<p>Udah kenal konsep (Hari 1), tahu pentingnya (Hari 2), dan bikin rencana kece (Hari 3).</p>
<p>Sekarang, saatnya eksekusi biar strategi gak cuma numpang lewat di kertas!</p>
<p>Yuk, cek 7 poin implementatif supaya sekolah/madrasah/pesantren kita makin cetar, sesuai SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah As-Saff (61): 2-3</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ۝ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ</p>
<p>Yā ayyuhā alladhīna āmanū lima taqūlūna mā lā taf‘alūna. Kabura maqtan ‘inda Allāhi an taqūlū mā lā taf‘alūna</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”</p>
<p>Jadi, jangan cuma omong doang, ayo action! Ini 7 tips biar strategi jalan mulus:</p>
<p><strong>1. Analisis SWOT</strong>: Cek Lagi, Jangan Asal Gas!</p>
<p>Strategi cuma jadi wacana kalau datanya lelet. Cek ulang SWOT sekolah/madrasah/pesantren: kekuatan (guru/ustadz jago ngajar), kelemahan (internet ngap-ngapan), peluang (komunitas lokal suportif), ancaman (sekolah sebelah promo gila).</p>
<p>Data kuat, strategi mantap!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 197</p>
<p style="text-align: right;">وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ</p>
<p>Wa tazawwadū fa-inna khayra al-zādi al-taqwā</p>
<p>“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”</p>
<p>Penelitian: Sari (2020) dalam Jurnal Manajemen Pendidikan Islam: “SWOT yang diperbarui rutin bikin strategi lebih aplikatif.”</p>
<p>Refleksi: SWOT itu kayak GPS, bikin kita gak nyasar pas eksekusi strategi.</p>
<p>Praktik: Update satu data SWOT (misal: cek apakah internet masih lemot) dan sesuaikan strategi (misal: cari provider baru).</p>
<p><strong>2. Visi-Misi</strong>: Pegang Teguh, Jangan Lupa Jalan!</p>
<p>Visi-misi itu bukan cuma hiasan website, Bro! Pastikan strategi yang dijalankan nyambung sama visi-misi sekolah/madrasah/pesantren, kayak “pendidikan Islam unggul” atau “santri go digital”.</p>
<p>Kalau lupa, strateginya bisa kebablasan!</p>
<p>Penelitian: Fullan &amp; Hargreaves (2023) dalam Journal of Professional Capital and Community: “Visi-misi yang dijadikan pegangan bikin implementasi strategi lebih fokus.”</p>
<p>Refleksi: Visi-misi itu kayak kompas, bikin kita gak lari ke arah yang salah.</p>
<p>Praktik: Cek satu strategi (misal: kelas coding), pastikan nyambung sama visi-misi (misal: literasi digital). Tulis di notes!</p>
<p><strong>3. Pemberdayaan SDM</strong>: Guru/Ustadz Jadi Superhero!</p>
<p>Guru/ustadz itu MVP-nya strategi! Biar strategi gak mandek, kasih mereka pelatihan kece (misal: ngajar pake Canva) dan semangat tim.</p>
<p>Kalau guru/ustadz happy, strategi auto lancar!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Anfal (8): 60</p>
<p style="text-align: right;">وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ</p>
<p>Wa a‘iddū lahum mā istaṭa‘tum min quwwatin</p>
<p>“Dan siapkanlah untuk mereka segala kekuatan yang kamu mampu.”</p>
<p>Penelitian: Bryk et al. (2021) dalam Educational Leadership: “Pelatihan guru yang relevan bikin strategi pendidikan hidup.”</p>
<p>Refleksi: Guru/ustadz yang on fire bikin strategi gak cuma mimpi.</p>
<p>Praktik: Ajak satu guru/ustadz ngobrol, tanya pelatihan apa yang mereka butuh (misal: ngajar online).</p>
<p><strong>4. Kurikulum Karakter</strong>: Akhlak Jalan, Prestasi Aman!</p>
<p>Strategi oke harus nyantol ke akhlak siswa/santri. Tambahin kegiatan karakter, kayak proyek amal atau cerita tentang sabun—eh, sabar maksudnya! Ini bikin siswa/santri cemerlang akademik dan attitude.</p>
<p>Penelitian: Nugroho (2022) dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan: “Kurikulum karakter yang terintegrasi bikin strategi pendidikan lebih berdampak.”</p>
<p>Refleksi: Akhlak itu bensinnya pendidikan Islam, bikin strategi melaju kencang.</p>
<p>Praktik: Rancang satu kegiatan karakter (misal: bikin video tentang kejujuran) untuk minggu ini.</p>
<p><strong>5. Keterlibatan Stakeholder</strong>: Ayo Ngumpul, Jangan Sendirian!</p>
<p>Strategi gak jalan kalau cuma kepala sekolah/pesantren yang ngegas.</p>
<p>Ajak orang tua, komite, atau warga sekitar musyawarah. Bayangin, semua bantu dorong, strategi auto ngebut!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ali Imran (3): 159</p>
<p style="text-align: right;">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ</p>
<p>Fa-bimā raḥmatin mina Allāhi linta lahum, wa-law kunta faẓẓan ghalīẓa al-qalbi la-infaddū min ḥawlika, fa-u‘fu ‘anhum wa-istaghfir lahum wa-shāwirhum fī al-amr</p>
<p>“Maka berkat rahmat dari Allah, engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”</p>
<p>Penelitian: Ng &amp; Chan (2022) dalam Asia Pacific Journal of Education: “Keterlibatan komunitas bikin strategi pendidikan lebih grounded.”</p>
<p>Refleksi: Musyawarah itu kayak bumbu rendang, bikin strategi makin sedap!</p>
<p>Praktik: WA satu stakeholder (misal: ketua komite) buat ngobrol soal strategi (misal: dana buat lab).</p>
<p><strong>6. Sarana-Prasarana</strong>: Fasilitas Jangan Cuma Janji!</p>
<p>Strategi cuma omdo kalau fasilitasnya zonk. Pastikan sarana, kayak Wi-Fi atau ruang tahfidz, beneran support rencana. Jangan sampai siswa/santri belajar coding pake kalkulator!</p>
<p>Penelitian: Pratama (2021) dalam Jurnal Ilmu Pendidikan: “Fasilitas yang mendukung strategi bikin pembelajaran lebih efektif.”</p>
<p>Refleksi: Sarana itu kayak sepatu lari, bikin strategi melesat tanpa lecet.</p>
<p>Praktik: Cek satu fasilitas (misal: proyektor) dan usulin perbaikan kalau rusak.</p>
<p><strong>7. Evaluasi Berkala</strong>: Cek Progress, Jangan Angguk-angguk Doang!</p>
<p>Biar strategi gak nyasar, evaluasi rutin dong. Bikin checklist sederhana, kayak “udah berapa siswa/santri jago digital?” atau “guru/ustadz happy gak?”.</p>
<p>Kalau gak dicek, strateginya kayak kapal tanpa nahkoda!</p>
<p>Penelitian: Robinson &amp; Gray (2023) dalam Journal of School Leadership: “Evaluasi berkala bikin strategi tetap on track.”</p>
<p>Refleksi: Evaluasi itu kayak cek kesehatan, bikin strategi tetap fit.</p>
<p>Praktik: Bikin satu pertanyaan evaluasi untuk strategi (misal: “Apa dampak kelas digital buat siswa?”).</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>7 tips ini dukung SDG 4 di sekolah/madrasah/pesantren: SWOT bikin strategi tepat sasaran, visi-misi jaga fokus inklusivitas, SDM kasih tenaga guru/ustadz, karakter bentuk siswa/santri keren, stakeholder bawa dukungan, sarana bikin belajar asyik, evaluasi pastikan mutu pendidikan merata.</p>
<p>Jadi, semua bisa sekolah dengan happy!</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Ayo, jangan cuma baca sambil ngopi! Lakuin satu aksi buat jalanin strategi.</p>
<p>Tulis di grup atau catetan pribadi: “Hari ini, aku jalanin strategi [strategi] biar [tujuan] di sekolah/madrasah/pesantren.”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku jalanin strategi pelatihan Canva biar guru/ustadz bikin slide kece di madrasah!”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin, ayo bikin sekolah/madrasah/pesantren kita ngehits dengan strategi yang gak cuma wacana!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menerapkan-strategi-di-sekolah-madrasah-pesantren-tips-biar-gak-cuma-wacana/">Menerapkan Strategi di Sekolah/Madrasah/Pesantren: Tips Biar Gak Cuma Wacana</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/menerapkan-strategi-di-sekolah-madrasah-pesantren-tips-biar-gak-cuma-wacana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Merumuskan Strategi Efektif untuk Sekolah/Madrasah/Pesantren</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/bagaimana-merumuskan-strategi-efektif-untuk-sekolah-madrasah-pesantren/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/bagaimana-merumuskan-strategi-efektif-untuk-sekolah-madrasah-pesantren/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 22:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1491</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Assalamu’alaikum, rekan-rekan pendidik! Setelah mengenal konsep (Hari 1) dan urgensi (Hari 2) manajemen strategik, kini...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bagaimana-merumuskan-strategi-efektif-untuk-sekolah-madrasah-pesantren/">Bagaimana Merumuskan Strategi Efektif untuk Sekolah/Madrasah/Pesantren</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Assalamu’alaikum, rekan-rekan pendidik!</p>
<p>Setelah mengenal konsep (Hari 1) dan urgensi (Hari 2) manajemen strategik, kini kita pelajari Bagaimana Merumuskan Strategi Efektif untuk Sekolah/Madrasah/Pesantren.</p>
<p>Strategi yang berbasis data dan kolaborasi akan membawa institusi kita unggul, selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).</p>
<p>Mari simak 7 poin implementatif untuk merancang strategi yang realistis!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Hasyr (59): 18</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ</p>
<p>Yā ayyuhā alladhīna āmanū ittaqū Allāha waltanẓur nafsun mā qaddamat lighadin</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”</p>
<p>Merumuskan strategi efektif berarti merencanakan masa depan pendidikan dengan penuh takwa.</p>
<p>Berikut 7 poin implementatif untuk mewujudkannya:</p>
<p><strong>1. Analisis SWOT</strong>: Dasar Strategi Berbasis Data<br />
Strategi efektif dimulai dengan SWOT untuk menggali kekuatan (misal: guru/ustadz berdedikasi), kelemahan (misal: akses teknologi terbatas), peluang (misal: hibah pendidikan), dan ancaman (misal: regulasi baru) sekolah/madrasah/pesantren.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 197</p>
<p style="text-align: right;">وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ</p>
<p>Wa tazawwadū fa-inna khayra al-zādi al-taqwā</p>
<p>“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”</p>
<p>Penelitian: Sa’diyah (2021) dalam Jurnal Tarbiya: “Analisis SWOT berbasis data lokal perkuat perencanaan strategis madrasah.”</p>
<p>Refleksi: SWOT adalah fondasi, seperti bekal takwa untuk masa depan pendidikan.</p>
<p>Praktik: Buat draf satu strategi dari hasil SWOT (misal: kelas digital untuk atasi keterbatasan teknologi).</p>
<p><strong>2. Visi-Misi Jelas</strong>: Menetapkan Tujuan Strategis</p>
<p>Strategi efektif membutuhkan visi-misi yang jelas, menentukan arah sekolah/madrasah/pesantren, seperti pendidikan Islam yang unggul atau inklusif.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ash-Sharh (94): 7-8</p>
<p style="text-align: right;">فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ</p>
<p>Fa-idhā faraghta fa-insab, wa-ilā rabbika farghab</p>
<p>“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu keadaan), tetaplah bekerja keras (untuk keadaan yang lain), dan kepada Tuhanmulah engkau berharap.”</p>
<p>Penelitian: Bush &amp; Glover (2022) dalam Educational Management Administration &amp; Leadership: “Visi-misi yang terdefinisi jelas arahkan strategi institusi pendidikan.”</p>
<p>Refleksi: Visi-misi ibarat lentera, menerangi langkah strategis institusi.</p>
<p>Praktik: Tulis satu tujuan strategis berdasarkan visi-misi (misal: tingkatkan literasi digital siswa/santri dalam 6 bulan).</p>
<p><strong>3. Pemberdayaan SDM</strong>: Melibatkan Guru/Ustadz dalam Perencanaan</p>
<p>Strategi efektif melibatkan guru/ustadz dalam merumuskan rencana, memastikan pelaksanaan yang kuat melalui pelatihan dan kolaborasi tim.</p>
<p>Penelitian: Harris &amp; Jones (2021) dalam Journal of Educational Change: “Keterlibatan guru dalam perencanaan strategis tingkatkan komitmen dan keberhasilan.”</p>
<p>Refleksi: Guru/ustadz adalah jantung strategi, menggerakkan rencana menjadi kenyataan.</p>
<p>Praktik: Adakan rapat singkat dengan guru/ustadz untuk diskusikan satu prioritas strategi (misal: pelatihan teknologi pembelajaran).</p>
<p><strong>4. Kurikulum Karakter</strong>: Mengintegrasikan Akhlak dalam Strategi</p>
<p>Strategi efektif memprioritaskan kurikulum karakter, seperti amanah dan ketangguhan, untuk membentuk siswa/santri unggul secara akademik dan akhlak.</p>
<p>Penelitian: Rahmi (2021) dalam Jurnal Pendidikan Indonesia: “Integrasi karakter dalam strategi pendidikan hasilkan lulusan berakhlak mulia.”</p>
<p>Refleksi: Karakter mulia adalah ruh pendidikan Islam, menopang strategi unggul.</p>
<p>Praktik: Tambahkan satu aktivitas karakter dalam kurikulum (misal: sesi refleksi tentang kejujuran di kelas/pondok).</p>
<p><strong>5. Keterlibatan Stakeholder</strong>: Musyawarah untuk Strategi Inklusif</p>
<p>Strategi efektif dirumuskan melalui musyawarah dengan orang tua, masyarakat, dan komite, memastikan dukungan dan relevansi lokal.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ali Imran (3): 159</p>
<p style="text-align: right;">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ</p>
<p>Fa-bimā raḥmatin mina Allāhi linta lahum, wa-law kunta faẓẓan ghalīẓa al-qalbi la-infaddū min ḥawlika, fa-u‘fu ‘anhum wa-istaghfir lahum wa-shāwirhum fī al-amr</p>
<p>“Maka berkat rahmat dari Allah, engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”</p>
<p>Penelitian: Mestry &amp; Schmidt (2023) dalam International Journal of Educational Development: “Musyawarah dengan stakeholder hasilkan strategi yang relevan dan berkelanjutan.”</p>
<p>Refleksi: Musyawarah mencerminkan kebijaksanaan Islam dalam merumuskan strategi inklusif.</p>
<p>Praktik: Undang satu stakeholder (misal: orang tua atau komite) untuk rapat singkat tentang prioritas strategi institusi.</p>
<p><strong>6. Sarana-Prasarana</strong>: Merencanakan Fasilitas Pendukung Strategi</p>
<p>Strategi efektif mencakup perencanaan sarana, seperti lab komputer atau perpustakaan kitab kuning, untuk mendukung tujuan pendidikan sekolah/madrasah/pesantren.</p>
<p>Penelitian: Wahyuni (2022) dalam Jurnal Administrasi Pendidikan: “Perencanaan sarana yang strategis dukung implementasi rencana pendidikan.”</p>
<p>Refleksi: Fasilitas adalah alat untuk wujudkan strategi pendidikan yang unggul.</p>
<p>Praktik: Undang satu stakeholder (misal: orang tua atau komite) untuk rapat singkat tentang prioritas strategi institusi.</p>
<p><strong>7. Evaluasi Berkala</strong>: Menetapkan Indikator Keberhasilan</p>
<p>Strategi efektif memerlukan evaluasi dengan indikator jelas, seperti peningkatan prestasi siswa/santri atau kepuasan stakeholder, untuk memastikan keberhasilan.</p>
<p>Penelitian: Leithwood et al. (2022) dalam School Leadership &amp; Management: “Indikator evaluasi yang terukur pastikan strategi pendidikan efektif.”</p>
<p>Refleksi: Evaluasi adalah cermin untuk pastikan strategi tetap di jalur keunggulan.</p>
<p>Praktik: Tentukan satu indikator keberhasilan untuk strategi (misal: 80% siswa/santri menguasai keterampilan digital dalam 1 tahun).</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>7 poin ini mendukung SDG 4 di sekolah/madrasah/pesantren: SWOT memastikan perencanaan berbasis data, visi-misi menargetkan inklusivitas, SDM meningkatkan kualitas pengajaran, karakter membentuk siswa/santri holistik, stakeholder mendukung kolaborasi, sarana memfasilitasi pembelajaran modern, dan evaluasi menjamin mutu pendidikan yang merata.</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Lakukan satu tindakan untuk merumuskan strategi efektif. Tulis di grup ini atau catatan pribadi: “Hari ini, aku merumuskan strategi [strategi] untuk [tujuan] di sekolah/madrasah/pesantren.”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku merumuskan strategi kelas tahfidz digital untuk meningkatkan hafalan santri di pesantren.”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin, mari wujudkan sekolah/madrasah/pesantren unggul dengan strategi efektif!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bagaimana-merumuskan-strategi-efektif-untuk-sekolah-madrasah-pesantren/">Bagaimana Merumuskan Strategi Efektif untuk Sekolah/Madrasah/Pesantren</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/bagaimana-merumuskan-strategi-efektif-untuk-sekolah-madrasah-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Manajemen Strategik Penting?</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-manajemen-strategik-penting/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-manajemen-strategik-penting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 22:05:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1488</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Assalamu’alaikum, rekan-rekan pendidik! Setelah mengenal manajemen strategik di Hari 1, kini kita bahas Mengapa Manajemen...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-manajemen-strategik-penting/">Mengapa Manajemen Strategik Penting?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Assalamu’alaikum, rekan-rekan pendidik!</p>
<p>Setelah mengenal manajemen strategik di Hari 1, kini kita bahas Mengapa Manajemen Strategik Penting?</p>
<p>Di tengah disrupsi teknologi, globalisasi, dan regulasi pendidikan, sekolah/madrasah/pesantren harus beradaptasi untuk tetap unggul dan mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).</p>
<p>Manajemen strategik adalah kompas untuk hadapi tantangan ini. Mari simak 7 poin implementatif yang menjelaskan urgensinya!</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Anfal (8): 60</p>
<p style="text-align: right;">وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ</p>
<p>Wa a‘iddū lahum mā istaṭa‘tum min quwwatin</p>
<p>“Dan siapkanlah untuk mereka segala kekuatan yang kamu mampu.”</p>
<p>Manajemen strategik memungkinkan sekolah/madrasah/pesantren menghadapi perubahan eksternal dan mencetak lulusan siap bersaing. Berikut 7 poin yang menunjukkan pentingnya:</p>
<p><strong>1. Analisis SWOT</strong>: Menavigasi Disrupsi Eksternal</p>
<p>Manajemen strategik penting karena SWOT membantu sekolah/madrasah/pesantren mengenali dampak disrupsi, seperti teknologi AI atau regulasi baru, dan merumuskan strategi adaptasi.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 197</p>
<p style="text-align: right;">وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ</p>
<p>Wa tazawwadū fa-inna khayra al-zādi al-taqwā</p>
<p>“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”</p>
<p>Penelitian: Setiawati (2020) dalam Jurnal Pendidikan Islam: “SWOT memetakan peluang dan ancaman eksternal untuk strategi adaptif.”</p>
<p>Refleksi: SWOT ibarat radar, membantu sekolah/madrasah/pesantren mendeteksi perubahan dan bertindak bijak.</p>
<p>Praktik: Tulis satu disrupsi eksternal (misal: kurikulum baru) dan satu langkah adaptasi (misal: pelatihan guru).</p>
<p><strong>2. Visi-Misi Jelas</strong>: Menyelaraskan dengan Kebutuhan Global<br />
Manajemen strategik penting untuk menyesuaikan visi-misi sekolah/madrasah/pesantren dengan tuntutan global, seperti keterampilan abad 21 atau nilai Islam di era digital.</p>
<p>Penelitian: Beñalet et al. (2023) dalam International Journal of Research and Innovation in Social Science: “Visi-misi yang selaras dengan konteks global perkuat daya saing institusi.”</p>
<p>Refleksi: Visi-misi yang relevan adalah jembatan menuju pendidikan unggul di era disrupsi.</p>
<p>Praktik: Diskusikan dengan tim, apakah visi-misi mencerminkan kebutuhan global (misal: literasi digital atau akhlak mulia)?</p>
<p><strong>3. Pemberdayaan SDM</strong>: Guru/Ustadz Kompeten di Era Disrupsi<br />
Manajemen strategik penting untuk melatih guru/ustadz menghadapi perubahan, seperti menguasai teknologi pembelajaran atau metode pengajaran modern.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Anfal (8): 60</p>
<p style="text-align: right;">وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ</p>
<p>“Dan siapkanlah untuk mereka segala kekuatan yang kamu mampu.”</p>
<p>Penelitian: Hladchenko &amp; Benninghoff (2020) dalam Higher</p>
<p>Education: “Pelatihan guru berbasis teknologi tingkatkan adaptasi di era disrupsi.”</p>
<p>Refleksi: Guru/ustadz yang kompeten adalah benteng sekolah/madrasah/pesantren di tengah perubahan.</p>
<p>Praktik: Buat daftar satu keterampilan baru yang dibutuhkan guru/ustadz (misal: penggunaan platform e-learning).</p>
<p><strong>4. Kurikulum Karakter</strong>: Menyiapkan Siswa/Santri untuk Dunia Modern</p>
<p>Manajemen strategik penting untuk memperkuat kurikulum karakter, seperti ketangguhan dan kerja sama, agar siswa/santri siap bersaing di dunia yang penuh tantangan.</p>
<p>Penelitian: Yandri (2022) dalam Jurnal Pendidikan Karakter: “Karakter seperti resiliensi kunci keberhasilan siswa di era global.”</p>
<p>Refleksi: Karakter mulia adalah perisai siswa/santri untuk hadapi dunia yang berubah cepat.</p>
<p>Praktik: Rancang satu aktivitas kelas/pondok untuk kembangkan karakter (misal: proyek kelompok untuk kerja sama).</p>
<p><strong>5.Keterlibatan Stakeholder</strong>: Bersinergi Hadapi Perubahan</p>
<p>Manajemen strategik penting karena melibatkan orang tua, masyarakat, dan komite untuk mendukung sekolah/madrasah/pesantren menghadapi disrupsi, seperti kebutuhan dana untuk teknologi.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ali Imran (3): 159</p>
<p style="text-align: right;">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ</p>
<p>Fa-bimā raḥmatin mina Allāhi linta lahum, wa-law kunta faẓẓan ghalīẓa al-qalbi la-infaddū min ḥawlika, fa-u‘fu ‘anhum wa-istaghfir lahum wa-shāwirhum fī al-amr</p>
<p>“Maka berkat rahmat dari Allah, engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu.</p>
<p>Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”</p>
<p>Penelitian: Gupta &amp; Patel (2024) dalam International Journal of</p>
<p>Educational Management: “Kolaborasi stakeholder perkuat respons institusi terhadap perubahan.”</p>
<p>Refleksi: Musyawarah dengan stakeholder adalah kunci sinergi di era disrupsi.</p>
<p>Praktik: Undang satu stakeholder (misal: orang tua) untuk rapat singkat tentang kebutuhan teknologi sekolah/madrasah/pesantren.</p>
<p><strong>6. Sarana-Prasarana</strong>: Memfasilitasi Pendidikan Era Digital<br />
Manajemen strategik penting untuk meningkatkan fasilitas, seperti Wi-Fi atau lab digital, agar sekolah/madrasah/pesantren relevan dengan pendidikan modern.</p>
<p>Penelitian: Purnamawati (2020) dalam Jurnal Manajemen</p>
<p>Pendidikan: “Fasilitas digital dukung pembelajaran adaptif di era disrupsi.”</p>
<p>Refleksi: Sarana yang relevan adalah jembatan menuju pendidikan unggul di zaman modern.</p>
<p>Praktik: Identifikasi satu fasilitas yang perlu ditingkatkan (misal: akses internet) dan buat rencana sederhana.</p>
<p><strong>7. Evaluasi Berkala</strong>: Menjaga Relevansi Strategi<br />
Manajemen strategik penting untuk mengevaluasi apakah program sekolah/madrasah/pesantren, seperti tahfidz atau STEM, masih relevan dengan kebutuhan era disrupsi.</p>
<p>Penelitian: Beñalet et al. (2023): “Evaluasi berkala pastikan strategi pendidikan tetap selaras dengan perubahan eksternal.”</p>
<p>Refleksi: Evaluasi adalah kompas untuk menjaga sekolah/madrasah/pesantren di jalur yang benar.</p>
<p>Praktik: Pilih satu program (misal: kelas tahfidz atau coding) dan tanyakan kepada siswa/santri: “Apa manfaatnya untuk masa depan?”</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>Manajemen strategik mendukung SDG 4 di sekolah/madrasah/pesantren: SWOT menavigasi hambatan disrupsi, visi-misi menyelaraskan dengan kebutuhan global, SDM meningkatkan kompetensi, karakter menyiapkan siswa/santri tangguh, stakeholder mendukung pendanaan, sarana memfasilitasi pembelajaran modern, dan evaluasi menjamin mutu pendidikan inklusif.</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Lakukan satu tindakan untuk menghadapi disrupsi eksternal dengan manajemen strategik. Tulis di grup ini atau catatan pribadi: “Hari ini, aku menghadapi disrupsi [disrupsi] dengan [tindakan] di sekolah/madrasah/pesantren.”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku menghadapi disrupsi teknologi dengan merencanakan lab digital di pesantren.”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin, mari wujudkan sekolah/madrasah/pesantren unggul dengan manajemen strategik!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-manajemen-strategik-penting/">Mengapa Manajemen Strategik Penting?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-manajemen-strategik-penting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Manajemen Strategik Pendidikan</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/pengenalan-manajemen-strategik-pendidikan/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/pengenalan-manajemen-strategik-pendidikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 22:03:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1485</guid>

					<description><![CDATA[<p>بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ السلام عليكم ورحمة الله وبركاته Assalamu’alaikum, rekan-rekan pendidik! Hari ini, kita memulai perjalanan 30 hari untuk membangun sekolah unggul melalui...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/pengenalan-manajemen-strategik-pendidikan/">Pengenalan Manajemen Strategik Pendidikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ<br />
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Assalamu’alaikum, rekan-rekan pendidik!</p>
<p>Hari ini, kita memulai perjalanan 30 hari untuk membangun sekolah unggul melalui manajemen strategik pendidikan.</p>
<p>Mari pelajari fondasinya dengan 7 poin praktis yang selaras dengan nilai Islam dan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Hasyr (59): 18</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</p>
<p>Manajemen strategik adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk membawa sekolah menuju keunggulan. Berikut 7 poin implementatif yang menjadi pilarnya:</p>
<p><strong>1. Analisis SWOT</strong>: Memetakan Kekuatan dan Peluang</p>
<p>Manajemen strategik dimulai dengan SWOT untuk memahami potensi dan tantangan sekolah, seperti menyiapkan bekal untuk masa depan.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 197</p>
<p style="text-align: right;">وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ</p>
<p>Wa tazawwadū fa-inna khayra al-zādi al-taqwā</p>
<p>“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”</p>
<p>Penelitian: Setiawati (2020) dalam Jurnal Pendidikan Islam: “SWOT membantu sekolah merumuskan strategi berbasis data.”</p>
<p>Refleksi: SWOT adalah cermin sekolah, menunjukkan kekuatan untuk dipertahankan dan kelemahan untuk diperbaiki.</p>
<p>Praktik: Tulis satu kekuatan (misal: guru berdedikasi) dan satu kelemahan (misal: fasilitas terbatas) sekolahmu hari ini.</p>
<p><strong>2. Visi-Misi Jelas</strong>: Arah Menuju Keunggulan</p>
<p>Visi-misi adalah kompas manajemen strategik, mengarahkan sekolah pada tujuan inspiratif dengan perencanaan penuh takwa.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ash-Sharh (94): 7-8</p>
<p style="text-align: right;">فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ۝ وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَبْ</p>
<p>Fa-idhā faraghta fa-insab, wa-ilā rabbika farghab</p>
<p>“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu keadaan), tetaplah bekerja keras (untuk keadaan yang lain), dan kepada Tuhanmulah engkau berharap.”</p>
<p>Penelitian: Beñalet et al. (2023) dalam International Journal of Research and Innovation in Social Science: “Visi-misi yang kuat memperkuat identitas institusi pendidikan.”</p>
<p>Refleksi: Visi-misi ibarat lentera, menerangi langkah sekolah menuju mutu.</p>
<p>Praktik: Tinjau visi-misi sekolah, catat apakah masih relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.</p>
<p><strong>3. Pemberdayaan SDM</strong>: Membangun Guru Unggul</p>
<p>Guru adalah jantung sekolah. Manajemen strategik memperkuat SDM melalui pelatihan untuk mempersiapkan kekuatan pendidikan.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Anfal (8): 60</p>
<p style="text-align: right;">وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ</p>
<p>Wa a‘iddū lahum mā istaṭa‘tum min quwwatin</p>
<p>“Dan siapkanlah untuk mereka segala kekuatan yang kamu mampu.”</p>
<p>Penelitian: Hladchenko et al. (2018) dalam Higher Education Research &amp; Development: “Pelatihan berbasis kebutuhan tingkatkan kompetensi guru.”</p>
<p>Refleksi: Guru yang terlatih adalah investasi untuk generasi unggul.</p>
<p>Praktik: Identifikasi satu kebutuhan pelatihan guru (misal: teknologi pembelajaran digital).</p>
<p><strong>5, Kurikulum Karakter</strong>: Menanamkan Nilai Mulia</p>
<p>Manajemen strategik mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kurikulum, membentuk siswa berakhlak mulia, sejalan dengan tujuan pendidikan Islam.</p>
<p>Penelitian: Yandri (2022) dalam Jurnal Pendidikan Karakter: “Nilai seperti integritas membentuk siswa yang bertanggung jawab.”</p>
<p>Refleksi: Karakter adalah ruh pendidikan, menyiapkan siswa untuk hidup bermakna.</p>
<p>Praktik: Pilih satu nilai karakter (misal: kejujuran) untuk ditekankan di kelas minggu ini.</p>
<p><strong>5. Keterlibatan Stakeholder</strong>: Kolaborasi untuk Mutu</p>
<p>Manajemen strategik melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra, mencerminkan semangat musyawarah untuk kebaikan bersama.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Ali Imran (3): 159</p>
<p style="text-align: right;">فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ</p>
<p>Fa-bimā raḥmatin mina Allāhi linta lahum, wa-law kunta faẓẓan ghalīẓa al-qalbi la-infaddū min ḥawlika, fa-u‘fu ‘anhum wa-istaghfir lahum wa-shāwirhum fī al-amr</p>
<p>“Maka berkat rahmat dari Allah, engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”</p>
<p>Penelitian: Gupta &amp; Patel (2024) dalam International Journal of Educational Management: “Partisipasi stakeholder tingkatkan kinerja sekolah.”</p>
<p>Refleksi: Sekolah kuat jika didukung komunitas yang bersinergi.</p>
<p>Praktik: Hubungi satu orang tua atau anggota komite untuk diskusi sederhana tentang tujuan sekolah.</p>
<p><strong>6. Sarana-Prasarana</strong>: Mendukung Inovasi Belajar<br />
Fasilitas sekolah harus dioptimalkan untuk pembelajaran modern, bagian integral dari manajemen strategik untuk wujudkan pendidikan unggul.</p>
<p>Penelitian: Purnamawati (2020) dalam Jurnal Manajemen</p>
<p>Pendidikan: “Sarana yang baik dukung pembelajaran inovatif.”</p>
<p>Refleksi: Fasilitas adalah alat untuk wujudkan visi sekolah yang unggul.</p>
<p>Praktik: Cek satu fasilitas (misal: perpustakaan) dan catat apa yang perlu diperbaiki.</p>
<p><strong>7. Evaluasi Berkala</strong>: Memastikan Keberhasilan</p>
<p>Manajemen strategik memerlukan evaluasi untuk memastikan strategi berjalan, selaras dengan perintah Allah untuk mengevaluasi perbuatan.</p>
<p>Al-Qur’an: Surah Al-Hasyr (59): 18</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ</p>
<p>“Hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”</p>
<p>Penelitian: Beñalet et al. (2023): “Evaluasi strategis kunci keberhasilan pendidikan.”</p>
<p>Refleksi: Evaluasi adalah cermin untuk memperbaiki langkah sekolah menuju mutu.</p>
<p>Praktik: Tinjau satu program sekolah (misal: ekstrakurikuler), apakah sudah capai tujuan?</p>
<p><strong>Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)</strong></p>
<p>7 poin ini mendukung SDG 4: SWOT mengatasi hambatan akses, visi-misi targetkan inklusivitas, SDM tingkatkan kompetensi guru, karakter bentuk siswa holistik, stakeholder dukung kolaborasi, sarana fasilitasi inovasi, dan evaluasi jamin mutu pendidikan yang inklusif dan merata.</p>
<p><strong>Tantangan Hari Ini</strong></p>
<p>Lakukan satu tindakan untuk memulai manajemen strategik. Tulis di grup ini atau catatan pribadi: “Hari ini, aku memulai manajemen strategik dengan [tindakan] untuk sekolahku.”</p>
<p>Contoh: “Hari ini, aku memulai manajemen strategik dengan diskusi tujuan sekolah untuk pendidikan inklusif.”</p>
<p style="text-align: right;">الحمد لله رب العالمين</p>
<p>Alhamdulillahirabbil&#8217;alamin,</p>
<p>Mari wujudkan sekolah unggul dengan manajemen strategik!</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/pengenalan-manajemen-strategik-pendidikan/">Pengenalan Manajemen Strategik Pendidikan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/pengenalan-manajemen-strategik-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagian 3: Kompetensi Guru dan Kunci Sukses Deep Thinking serta Deep Learning</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-3-kompetensi-guru-dan-kunci-sukses-deep-thinking-serta-deep-learning/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-3-kompetensi-guru-dan-kunci-sukses-deep-thinking-serta-deep-learning/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2025 22:55:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1482</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Syaifulloh Penikmat Pendidikan Setelah menjelajahi deep thinking sebagai fondasi berpikir mendalam dan deep learning sebagai alat teknologi untuk pembelajaran adaptif, kini fokus beralih...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bagian-3-kompetensi-guru-dan-kunci-sukses-deep-thinking-serta-deep-learning/">Bagian 3: Kompetensi Guru dan Kunci Sukses Deep Thinking serta Deep Learning</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>Syaifulloh</strong><br />
Penikmat Pendidikan</p>
<p>Setelah menjelajahi deep thinking sebagai fondasi berpikir mendalam dan deep learning sebagai alat teknologi untuk pembelajaran adaptif, kini fokus beralih pada peran guru sebagai penggerak utama.</p>
<p>Mengintegrasikan deep thinking dan deep learning dalam pendidikan membutuhkan kompetensi guru yang kuat, kurikulum yang relevan, dan strategi implementasi yang terencana.</p>
<p>Bagian ini akan membahas bagaimana guru dapat menyatukan kedua konsep ini untuk menciptakan pembelajaran yang berdampak, dengan dukungan IB Learner Profile dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta kunci sukses di satuan pendidikan.</p>
<p><strong>Kompetensi Guru dalam Deep Thinking dan Deep Learning.</strong></p>
<p>Guru yang kompeten dalam deep thinking mampu merancang pertanyaan yang menantang, memfasilitasi diskusi konseptual, dan mendorong siswa untuk menganalisis masalah secara kritis.</p>
<p>Misalnya, dalam pelajaran sains, guru dapat meminta siswa menghubungkan konsep ekosistem dengan isu lingkungan lokal, memicu deep thinking melalui eksplorasi dan refleksi.</p>
<p>Sebaliknya, deep learning menuntut guru untuk memanfaatkan teknologi, seperti platform analisis data, untuk mempersonalisasi pembelajaran.</p>
<p>Dengan menggabungkan keduanya, guru dapat menciptakan proyek kolaboratif yang relevan, seperti studi berbasis komunitas yang didukung analisis data IB Learner Profile mendukung peran guru dengan atribut seperti principled dan balanced, yang mengajarkan integritas dan keseimbangan dalam pengajaran.</p>
<p>Sementara itu, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat—Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, Tidur Cepat. —mendorong guru untuk merancang pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai lokal. Misalnya, guru dapat merancang proyek yang mengintegrasikan kreativitas (7 Kebiasaan) dan reflective (IB), memungkinkan siswa merenungkan dampak proyek mereka terhadap komunitas.</p>
<p>Kolaborasi ini memungkinkan guru menjadi fasilitator yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membimbing siswa menuju pemahaman mendalam dan keterampilan hidup.</p>
<p><strong>Kunci Sukses Implementasi</strong></p>
<p>Implementasi deep thinking dan deep learning di satuan pendidikan bergantung pada empat kunci sukses:</p>
<p><strong>1. Pengembangan Kompetensi Guru</strong>: Pelatihan rutin diperlukan untuk membekali guru dengan keterampilan merancang pembelajaran yang mendorong berpikir kritis dan memanfaatkan teknologi deep learning.</p>
<p><strong>2. Kurikulum Relevan</strong>: Kurikulum harus mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, menggunakan pendekatan berbasis masalah untuk memperkuat pemahaman konseptual.</p>
<p><strong>3. Pembelajaran Aktif</strong>: Metode seperti diskusi kelas, proyek kolaboratif, dan refleksi individu memungkinkan siswa terlibat aktif, mengembangkan keterampilan sosial dan analitis.</p>
<p><strong>4. Evaluasi Komprehensif</strong>: Penilaian melalui proyek, presentasi, dan refleksi diri, dengan umpan balik konstruktif, memastikan perkembangan holistik siswa sesuai karakter yang diharapkan, seperti yang tercermin dalam IB Learner Profile dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.</p>
<p><strong>Introspeksi</strong>.</p>
<p>Deep thinking dan deep learning, didukung oleh IB Learner Profile dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, menawarkan peluang untuk menciptakan pendidikan yang tidak hanya akademis, tetapi juga bermakna secara karakter dan sosial.</p>
<p>Kompetensi guru menjadi jantung keberhasilan, menghubungkan idealisme pendidikan dengan realitas kebutuhan siswa.</p>
<p>Saatnya merefleksikan: apakah kita telah mempersiapkan guru dan siswa untuk menjadi pelajar sepanjang hayat yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab?</p>
<p>Dengan strategi yang tepat, pendidikan dapat menjadi kekuatan nyata untuk membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan global dengan integritas dan inovasi.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bagian-3-kompetensi-guru-dan-kunci-sukses-deep-thinking-serta-deep-learning/">Bagian 3: Kompetensi Guru dan Kunci Sukses Deep Thinking serta Deep Learning</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-3-kompetensi-guru-dan-kunci-sukses-deep-thinking-serta-deep-learning/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagian 2: Deep Learning dan Sinergi dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-2-deep-learning-dan-sinergi-dengan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-2-deep-learning-dan-sinergi-dengan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2025 22:42:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Syaifulloh Penikmat Pendidikan Setelah memahami deep thinking sebagai fondasi berpikir mendalam, kini saatnya menjelajahi deep learning, sebuah konsep yang mengambil inspirasi dari ilmu...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bagian-2-deep-learning-dan-sinergi-dengan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat/">Bagian 2: Deep Learning dan Sinergi dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>Syaifulloh</strong><br />
Penikmat Pendidikan</p>
<p>Setelah memahami deep thinking sebagai fondasi berpikir mendalam, kini saatnya menjelajahi deep learning, sebuah konsep yang mengambil inspirasi dari ilmu saraf biologis untuk mengubah data menjadi pemahaman yang lebih abstrak.</p>
<p>Dalam konteks pendidikan, deep learning menggunakan teknologi dan bagaimana kita dapat mempersonalisasi pembelajaran untuk menciptakan pengalaman yang relevan dan bermakna.</p>
<p>Bagian ini akan membahas bagaimana deep learning, bersama dengan IB Learner Profile dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dapat memperkuat pendekatan holistik dalam pendidikan.</p>
<p><strong>Mengenal Deep Learning.</strong></p>
<p>Deep learning adalah cabang pembelajaran mesin yang menggunakan jaringan saraf berlapis untuk memproses data secara hierarkis.</p>
<p>Istilah “deep” merujuk pada banyaknya lapisan dalam jaringan, yang memungkinkan transformasi data dari bentuk mentah menjadi representasi yang lebih kompleks.</p>
<p>Misalnya, dalam pengenalan gambar, lapisan awal mendeteksi garis dan bentuk sederhana, sementara lapisan berikutnya mengenali pola seperti wajah.</p>
<p>Keunggulan deep learning terletak pada kemampuannya mempelajari fitur secara otomatis, tanpa rekayasa manual, menjadikannya alat yang powerful untuk analisis data dalam pendidikan.</p>
<p>Dalam pembelajaran, deep learning dapat digunakan untuk mengidentifikasi pola belajar siswa, menyesuaikan materi sesuai kebutuhan individu, dan mengembangkan evaluasi berbasis capaian konseptual.</p>
<p>Teknologi ini mendukung pendekatan adaptif, memastikan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan kemampuan dan minat mereka.</p>
<p><strong>Sinergi Deep Thinking dan Deep Learning</strong>.</p>
<p>Deep thinking dan deep learning saling melengkapi. Jika deep thinking adalah proses alami pikiran untuk memahami konsep secara mendalam, deep learning menyediakan alat teknologi untuk memperkaya proses tersebut.</p>
<p>Misalnya, seorang siswa yang terlibat dalam diskusi konseptual (deep thinking) dapat dibantu oleh platform berbasis deep learning yang menganalisis kemajuan belajarnya dan menyarankan sumber belajar tambahan.</p>
<p>Kombinasi ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, di mana siswa tidak hanya berpikir kritis, tetapi juga mendapat dukungan teknologi untuk memperdalam pemahaman.</p>
<p><strong>Peran IB Learner Profile dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.</strong></p>
<p>IB Learner Profile, dengan atribut seperti communicators, caring, dan reflective, mendorong siswa untuk berkolaborasi, menunjukkan empati, dan merenungkan pengalaman belajar mereka.</p>
<p>Sementara itu, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat—yang diasumsikan mencakup Program memuat tujuh kebiasaan utama yang diyakini mampu menciptakan generasi penerus yang tangguh secara mental, emosional, dan sosial.</p>
<p><strong>Berikut elaborasi dari masing-masing kebiasaan:</strong></p>
<p><strong>1. Bangun pagi</strong>: merupakan kebiasaan bangun di pagi hari yang apabila dilakukan setiap hari akan memberikan manfaat diantaranya melatih kedisiplinan, meningkatkan kemampuan mengelola waktu, meningkatkan kemampuan mengendalikan diri, meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga yang dapat berkontribusi pada kesuksesan seseorang.</p>
<p><strong>2. Beribadah</strong>: Kebiasaan beribadah merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter positif pada anak yang bermanfaat untuk mendekatkan hubungan individu dengan Tuhan, meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial, serta meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna, meningkatkan kebersamaan dan solidaritas, serta peningkatan diri secara berkelanjutan.</p>
<p><strong>3. Berolahraga</strong>: Kebiasaan berolahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental, menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan potensi diri, dan meningkatkan nilai sportivitas.</p>
<p><strong>4. Makan Sehat dan Bergizi</strong>: Kebiasaan makan sehat dan bergizi berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna.</p>
<p>Kebiasaan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang, memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran, menjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu, serta meningkatkan kemandirian.</p>
<p><strong>5. Gemar Belajar</strong>: Kebiasaan gemar belajar adalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan kebenaran dan pengetahuan, serta membentuk kerendahan hati dan rasa empati.</p>
<p><strong>6. Bermasyarakat</strong>: Kebiasaan bermasyarakat adalah perilaku terlibat dalam kegiatan sosial, budaya, atau lingkungan di komunitas tempat tinggal seseorang.</p>
<p>Kebiasaan ini bermanfaat untuk menumbuhkembangkan nilai gotong royong, kerja sama, saling menghormati, toleransi, keadilan, dan kesetaraan, serta meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan, dan rasa sekaligus menciptakan kegembiraan.</p>
<p><strong>7. Tidur Cepat</strong>: Tidur cepat merupakan kebiasaan tidur tepat waktu di malam hari pada waktunya sesuai usia anak agar dapat bangun pagi. Kebiasaan tidur cepat ini dipengaruhi waktu ideal yang dibutuhkan anak.</p>
<p>Semua 7 kebiasaan itu untuk menanamkan nilai-nilai lokal yang memperkuat karakter siswa.</p>
<p>Kolaborasi kedua kerangka ini memperkuat deep thinking dan deep learning.</p>
<p>Contohnya, dalam proyek berbasis komunitas, siswa dapat menerapkan prinsip caring (IB) dan gotong royong (7 Kebiasaan) untuk mengatasi isu lokal, seperti kebersihan lingkungan, sambil menggunakan teknologi deep learning untuk menganalisis data proyek, seperti tingkat polusi.</p>
<p>Pertemuan internasional yang dihadiri praktisi IB menunjukkan bahwa integrasi kerangka karakter seperti IB Learner Profile dengan nilai-nilai lokal memungkinkan siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan karakter yang kuat.</p>
<p>Namun, keberhasilan implementasi bergantung pada kompetensi guru, yang menjadi jembatan antara teori dan praktik.</p>
<p><strong>Menuju Kompetensi Guru</strong></p>
<p>Bagian terakhir akan membahas bagaimana guru dapat mengintegrasikan deep thinking dan deep learning melalui pengembangan kompetensi, dengan dukungan IB Learner Profile dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.</p>
<p>Bagaimana guru dapat menjadi fasilitator utama dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna? Simak kelanjutannya pada tulisan mendatang.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bagian-2-deep-learning-dan-sinergi-dengan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat/">Bagian 2: Deep Learning dan Sinergi dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-2-deep-learning-dan-sinergi-dengan-7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagian 1: Deep Thinking sebagai Fondasi Pembelajaran Mendalam</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-1-deep-thinking-sebagai-fondasi-pembelajaran-mendalam/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-1-deep-thinking-sebagai-fondasi-pembelajaran-mendalam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 22:40:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1476</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Syaifulloh Penikmat Pendidikan Beberapa waktu lalu, saya menghadiri sebuah pertemuan pendidikan internasional bertempat di Global Jaya School, salah satu sekolah International. Pertemuan ini...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bagian-1-deep-thinking-sebagai-fondasi-pembelajaran-mendalam/">Bagian 1: Deep Thinking sebagai Fondasi Pembelajaran Mendalam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>Syaifulloh</strong><br />
Penikmat Pendidikan</p>
<p>Beberapa waktu lalu, saya menghadiri sebuah pertemuan pendidikan internasional bertempat di Global Jaya School, salah satu sekolah International.</p>
<p>Pertemuan ini dihadiri para praktisi pendidikan berafiliasi dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) dari dalam dan luar negeri.</p>
<p>Momen penting ini sebagai ajang untuk berbagi wawasan tentang pendidikan holistik.</p>
<p>Acara tiga hari ini menghadirkan ahli pendidikan dari berbagai negara, yang membahas implementasi kurikulum IB dengan fokus pada pengembangan karakter siswa.</p>
<p>Salah satu poin utama yang mengemuka adalah peran deep thinking sebagai alat utama menuju deep learning, sebuah pendekatan yang mendorong siswa membangun pemahaman konseptual yang mendalam dan relevan.</p>
<p><strong>Mengenal Deep Thinking.</strong></p>
<p>Menurut Janet J. Broughton dalam Deep Thinking: What Mathematics Can Teach Us about the Mind, berpikir mendalam adalah cara pikiran berfungsi secara alami—aktif, dinamis, dan kreatif.</p>
<p>Pikiran tidak perlu “dinyalakan” karena sudah hadir dalam kondisi menyala, sebagaimana terlihat pada bayi yang mulai memahami dunia secara konseptual.</p>
<p>Penelitian tentang perkembangan sistem konseptual bayi menunjukkan bahwa deep thinking adalah proses mendasar yang memungkinkan individu mengenali pola dan membentuk pemahaman yang kuat.</p>
<p>Istilah lain untuk ini adalah “berpikir perkembangan,” yang menekankan sifat alami dan progresif dari proses berpikir. Dalam konteks pendidikan, deep thinking menjadi landasan untuk mendorong siswa berpikir kritis, menganalisis informasi, dan membuat koneksi antar-konsep.</p>
<p>Kurikulum IB, dengan 10 Learner Profile-nya, menempatkan atribut seperti thinkers dan inquirers sebagai pilar untuk mengembangkan kemampuan ini.</p>
<p>Siswa didorong untuk mengeksplorasi ide secara mendalam, mempertanyakan asumsi, dan mencari solusi inovatif, sehingga pembelajaran tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi menjadi proses yang bermakna.</p>
<p><strong>Deep Thinking dalam Konteks IB</strong></p>
<p>Diskusi selama pertemuan menyoroti bagaimana 10 IB Learner Profile—seperti inquirers, knowledgeable, dan reflective—mendukung deep thinking.</p>
<p>Misalnya, siswa yang menjadi inquirers mengembangkan rasa ingin tahu alami, sementara thinkers belajar menganalisis masalah kompleks secara kritis dan etis.</p>
<p>Pendekatan ini memungkinkan siswa membangun pemahaman yang lebih konseptual, yang selaras dengan tujuan kurikulum IB untuk menciptakan pelajar yang siap menghadapi tantangan global.</p>
<p>Pertemuan ini juga memperkuat pentingnya jaringan antar-sekolah IB. Para peserta, yang mewakili berbagai sekolah, berbagi pengalaman tentang bagaimana deep thinking dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sehari-hari, mulai dari desain proyek hingga metode evaluasi.</p>
<p>Namun, deep thinking saja belum cukup tanpa pendekatan teknologi yang mendukung pembelajaran yang lebih terstruktur dan adaptif.</p>
<p><strong>Menuju Deep Learning.</strong></p>
<p>Bagian selanjutnya akan membahas konsep deep learning, sebuah pendekatan berbasis jaringan saraf yang mengubah cara kita memahami data dan pola belajar.</p>
<p>Bagaimana deep thinking dan deep learning dapat bersinergi dengan IB Learner Profile dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif? Simak kelanjutannya pada tulisan mendatang.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bagian-1-deep-thinking-sebagai-fondasi-pembelajaran-mendalam/">Bagian 1: Deep Thinking sebagai Fondasi Pembelajaran Mendalam</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/bagian-1-deep-thinking-sebagai-fondasi-pembelajaran-mendalam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Pekerjaan Rumah Tetap Relevan: Pelajaran dari Kurva Lupa Ebbinghaus</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-pekerjaan-rumah-tetap-relevan-pelajaran-dari-kurva-lupa-ebbinghaus/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-pekerjaan-rumah-tetap-relevan-pelajaran-dari-kurva-lupa-ebbinghaus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2025 22:26:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1473</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Syaifulloh Penikmat Pendidikan Sebagai seseorang yang peduli dengan dunia pendidikan, saya sering memikirkan bagaimana kita dapat membantu anak-anak belajar secara efektif tanpa merasa...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-pekerjaan-rumah-tetap-relevan-pelajaran-dari-kurva-lupa-ebbinghaus/">Mengapa Pekerjaan Rumah Tetap Relevan: Pelajaran dari Kurva Lupa Ebbinghaus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: <strong>Syaifulloh</strong><br />
Penikmat Pendidikan</p>
<p>Sebagai seseorang yang peduli dengan dunia pendidikan, saya sering memikirkan bagaimana kita dapat membantu anak-anak belajar secara efektif tanpa merasa terbebani.</p>
<p>Salah satu topik yang kerap diperdebatkan adalah peran pekerjaan rumah (PR) dalam pendidikan.</p>
<p>Ada pandangan bahwa PR membebani siswa dan sebaiknya dihapus, namun berdasarkan pengalaman pribadi saya dan pemahaman tentang ilmu pembelajaran, khususnya Kurva Lupa Ebbinghaus, saya yakin bahwa PR yang dirancang dengan baik memiliki peran penting dalam proses belajar.</p>
<p>Bukannya menghapus PR, kita seharusnya mencari cara untuk membuatnya lebih efektif demi mendukung pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.</p>
<p><strong>Kurva Lupa Ebbinghaus dan Pentingnya Pengulangan</strong></p>
<p>Hermann Ebbinghaus, seorang psikolog Jerman, menemukan bahwa informasi yang baru dipelajari cenderung cepat dilupakan, terutama dalam beberapa jam atau hari pertama, jika tidak ada upaya untuk mengulangnya.</p>
<p>Kurva Lupa yang ia gambarkan menunjukkan pola eksponensial: kita kehilangan sebagian besar informasi segera setelah mempelajarinya, kecuali jika kita mengulangnya secara terjadwal.</p>
<p>Teknik spaced repetition yang lahir dari penelitian ini menjadi kunci untuk mempertahankan pengetahuan dalam memori jangka panjang.</p>
<p>PR, dalam hal ini, adalah alat sederhana namun efektif untuk membantu siswa mengulang materi pelajaran di luar kelas, memastikan bahwa apa yang mereka pelajari di sekolah tetap melekat.</p>
<p><strong>Pengalaman Pribadi: PR dan Disiplin Belajar</strong></p>
<p>Saya masih ingat masa-masa sekolah dulu, ketika saya menjalani rutinitas yang sangat terjadwal untuk belajar dan membantu di rumah.</p>
<p>Setiap hari, setelah salat Isya, saya belajar dari jam 7 malam sampai jam 9 malam, mengerjakan PR atau mengulang pelajaran.</p>
<p>Sebelum subuh, saya sudah bangun untuk belajar lagi, lalu setelah salat Subuh, saya mengaji dan melanjutkan dengan menyapu rumah. Setelah selesai, saya mandi, berganti baju, sarapan seadanya, dan berangkat ke sekolah jam 06.00 pagi.</p>
<p>Meskipun jadwal ini padat, PR menjadi bagian penting dalam rutinitas saya.</p>
<p>Mengerjakan soal matematika atau menghafal kosa kata bahasa Inggris diL malam hari membantu saya menguasai materi yang awalnya sulit, seperti rumus-rumus atau struktur kalimat.</p>
<p>PR membantu saya mengingat pelajaran dan melatih kedisiplinan, manajemen waktu, dan tanggung jawab—keterampilan yang sangat berharga hingga kini.</p>
<p><strong>Peran PR dalam Pembelajaran yang Efektif</strong></p>
<p>Bayangkan seorang siswa mempelajari pecahan di kelas matematika.</p>
<p>Tanpa pengulangan di luar kelas, sebagian besar pemahaman awal itu bisa hilang dalam beberapa hari, seperti yang ditunjukkan oleh Kurva Lupa Ebbinghaus.</p>
<p>PR memberikan kesempatan untuk mempraktikkan dan mengulang, misalnya melalui latihan soal sederhana atau tugas menulis.</p>
<p>Bagi saya, mengerjakan PR di malam hari setelah salat Isya memungkinkan saya untuk memahami konsep secara mendalam, menemukan kelemahan, dan memperbaikinya sebelum pelajaran berikutnya. Ketika dirancang dengan baik—tidak berlebihan dan relevan dengan materi—PR menjadi jembatan antara pembelajaran di kelas dan retensi jangka panjang.</p>
<p>Lebih dari itu, PR juga membantu siswa belajar mengatur waktu dan membangun rasa percaya diri saat berhasil memahami sesuatu yang awalnya sulit.</p>
<p><strong>Menyeimbangkan Beban dan Manfaat</strong></p>
<p>Saya sangat memahami kekhawatiran bahwa PR bisa membebani siswa, terutama jika jumlahnya terlalu banyak atau tugasnya kurang relevan.</p>
<p>Saya sendiri pernah merasa lelah setelah seharian beraktivitas, namun PR yang terstruktur membantu saya tetap fokus tanpa merasa tertekan.</p>
<p>Pandangan untuk mengurangi beban siswa sangat beralasan, tetapi menghapus PR sepenuhnya berisiko menghilangkan alat penting dalam pembelajaran.</p>
<p>Kurva Lupa Ebbinghaus mengingatkan kita bahwa tanpa pengulangan, siswa mungkin kesulitan mengingat konsep-konsep penting, terutama dalam mata pelajaran yang membutuhkan latihan berulang seperti matematika atau bahasa.</p>
<p>Selain itu, PR juga memberikan kesempatan bagi siswa yang membutuhkan waktu tambahan untuk memahami materi, karena waktu di kelas sering kali terbatas untuk memenuhi kebutuhan setiap anak.</p>
<p><strong>Solusi yang Seimbang</strong></p>
<p>Daripada menghapus PR sama sekali, saya percaya kita bisa mencari pendekatan yang lebih seimbang.</p>
<p>Misalnya, PR dapat dirancang dengan prinsip spaced repetition, di mana siswa mengulang materi secara terjadwal untuk memaksimalkan retensi tanpa merasa tertekan.</p>
<p>Guru bisa memberikan tugas yang singkat dan terfokus, seperti beberapa soal latihan atau refleksi singkat, yang mendukung pembelajaran tanpa menyita waktu berlebihan.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman saya, mengerjakan PR dalam waktu satu hingga dua jam setelah salat Isya sudah cukup untuk memperkuat pemahaman tanpa mengganggu waktu istirahat.</p>
<p>Teknologi modern, seperti aplikasi belajar berbasis algoritma pengulangan, juga bisa menjadi solusi untuk membantu siswa belajar secara efisien.</p>
<p>Dengan cara ini, tujuan untuk mengurangi beban siswa tetap tercapai, sambil memastikan bahwa pembelajaran tetap efektif.</p>
<p><strong>Menghargai Niat Baik, Mencari Solusi Bersama</strong></p>
<p>Upaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan berfokus pada kesejahteraan siswa patut diapresiasi.</p>
<p>Keseimbangan antara akademik dan kesejahteraan emosional memang penting.</p>
<p>Namun, dengan pelajaran dari Kurva Lupa Ebbinghaus dan pengalaman pribadi saya, saya merasa PR yang dirancang dengan bijak adalah alat yang mendukung baik pembelajaran akademik maupun pembentukan karakter.</p>
<p>Alih-alih menghapusnya, mari kita cari cara untuk memperbaiki pendekatan pemberian PR agar lebih efektif dan tidak membebani.</p>
<p>Dengan demikian, kita dapat mendukung siswa untuk menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga disiplin, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan masa depan.</p>
<p><strong>Makdeg</strong>:</p>
<p>Pendidikan adalah investasi untuk masa depan anak-anak kita, dan setiap kebijakan perlu mempertimbangkan bagaimana siswa dapat belajar secara optimal.</p>
<p>Kurva Lupa Ebbinghaus mengajarkan bahwa pengulangan adalah bagian tak terpisahkan dari pembelajaran.</p>
<p>Dari pengalaman saya, dengan rutinitas belajar setelah salat Isya, bangun sebelum subuh, mengaji, dan membantu di rumah, PR telah membantu saya menguasai pelajaran dan membangun keterampilan hidup seperti disiplin dan tanggung jawab.</p>
<p>Dengan merancang PR yang cerdas dan seimbang, kita dapat mendukung anak-anak kita mencapai potensi terbaik mereka tanpa mengorbankan kesejahteraan mereka.</p>
<p>Mari jadikan diskusi ini sebagai langkah untuk mencari solusi bersama demi pendidikan yang lebih baik.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-pekerjaan-rumah-tetap-relevan-pelajaran-dari-kurva-lupa-ebbinghaus/">Mengapa Pekerjaan Rumah Tetap Relevan: Pelajaran dari Kurva Lupa Ebbinghaus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/mengapa-pekerjaan-rumah-tetap-relevan-pelajaran-dari-kurva-lupa-ebbinghaus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Hal Penting Yang Harus Dipersiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/3-hal-penting-yang-harus-dipersiapkan-menyambut-bulan-suci-ramadhan/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/3-hal-penting-yang-harus-dipersiapkan-menyambut-bulan-suci-ramadhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Feb 2025 23:09:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[SMP Muhammadiyah 3 Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Lukman Prayogi (Guru SMP Muhammadiyah 3 Jombang) &#160; Salam sehat sahabat pembaca, semoga hari ini kita diberikan oleh Allah nikmat yang paling baik...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/3-hal-penting-yang-harus-dipersiapkan-menyambut-bulan-suci-ramadhan/">3 Hal Penting Yang Harus Dipersiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: <strong>Lukman Prayogi</strong><br />
(Guru SMP Muhammadiyah 3 Jombang)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salam sehat sahabat pembaca, semoga hari ini kita diberikan oleh Allah nikmat yang paling baik yaitu nikmat iman dan Islam. Sehingga ditengah banyak kesibukan dan aktivitas yang kita lakukan senantiasa selalu dalam rangka untuk beribadah serta mendapatkan ridho dari Allah SWT.</p>
<p>Ramadhan sebentar lagi tiba, tinggal menghitung beberapa hari kedepan. Sebagai seorang muslim tentu kita berharap dapat bertemu bulan ramadhan, karena banyak keutamaan-keutamaan di dalamnya.</p>
<p>Ramadhan itu Syahrun Mubarok artinya bulan yang penuh keberkahan. Di bulan ini banyak kebaikan dan keberkahan. Orang berbondong-bondong untuk meraih pahala amal sholeh, sebab pada bulan ini balasannya dilipatgandakan.</p>
<p>Ramadhan itu Syahr Al Maghfiroh artinya bulan yang penuh ampunan Allah SWT. Kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa.<br />
Maka sudah sepantasnya kita memohon ampunan kepada Allah atas perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.</p>
<p>Ramadhan itu Syahr Al Qur&#8217;an artinya bulan Al Qur&#8217;an, yaitu bulan dimana Al Qur&#8217;an ini diturunkan. Kita mengenal dengan Nuzulul Qur&#8217;an. Tidak heran saat ramadhan tiba banyak orang membaca Al-Quran, bertadarus, dan mengaji di masjid-masjid.</p>
<p>Ramadhan itu Syahr Ar Rahmah artinya bulan yang penuh rahmat. Pada bulan ramadhan ini Allah menurunkan rahmat yang sangat banyak kepada hamba-Nya. Kebaikan senantiasa bertebaran di manapun, sikap peduli dan empati terhadap sesama mulai tumbuh.</p>
<p>Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci ramadhan tahun ini? Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan yang belum saya sebutkan. Melihat keutamaan-keutamaan tadi rugi jika kita tidak mendapatkannya, karena belum tentu kita akan mendapatkan pada ramadhan tahun depan.<br />
Tidak ada yang menjamin. Untuk itu mari kita siapkan diri kita dengan hal-hal berikut ini :</p>
<p><strong>Pertama, ilmu. </strong></p>
<p>Ibadah tanpa ilmu adalah bagaikan pohon tak berbuah.</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ اَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ</p>
<p>Artinya : &#8220;Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak. &#8221; (HR. muslim no. 1718)</p>
<p>Dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa ibadah yang kita lakukan tanpa dasar ilmu adalah tertolak. Artinya ibadah kita tidak diterima oleh Allah. Sungguh rugi jika kita beramal banyak tetapi tidak ada nilainya dihadapan Allah. Maka mari ilmui diri kita dengan baik.</p>
<p><strong>Kedua, keimanan</strong>.</p>
<p>Puasa artinya menahan. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Secara umum orang mengartikan puasa adalah tidak makan dan tidak minum. Padahal esensi dari puasa itu selain tidak makan dan minum adalah membatasi diri kita dari kebiasaan buruk, menahan amarah, tidak hidup boros, tidak berkata kotor, tidak melakukan ghibah dan lain-lain.</p>
<p>Perintah ibadah puasa di dalam bulan ramadhan tercantum dalam Qs. Al Baqarah ayat 183,</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ</p>
<p>Artinya : &#8220;Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.&#8221;</p>
<p>Tujuan akhir yang ingin dicapai dalam ibadah puasa adalah taqwa. Untuk mencapai derajat taqwa dibutuhkan keimanan, karena orang beribadah dan beramal soleh itu atas dasar iman kepada Allah dan mengharapkan balasan yang baik.</p>
<p>Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci ramadhan tahun ini? Mari kita siapkan diri kita.</p>
<p><strong>Ketiga, Harta</strong>.</p>
<p>Ramadhan terkenal dengan bulan sedekah. Maka setiap orang akan berlomba-lomba berinfaq, bersodaqoh, serta zakat yang wajib dikeluarkan bagi setiap muslim. Ada satu hadits yang memotivasi kita agar gemar bersedekah di bulan ramadhan.</p>
<p>Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu &#8216;anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا</p>
<p>Artinya : &#8220;Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang sedang berpuasa itu sedikitpun juga. &#8221; (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5:192, Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).</p>
<p>Ini adalah diskon dari Allah SWT supaya kita gemar beramal dengan harta kita. Selain itu ketika kita memberikan sesuatu kepada saudara kita yang sedang berpuasa kita merasa bahagia.<br />
Semoga bermanfaat.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/3-hal-penting-yang-harus-dipersiapkan-menyambut-bulan-suci-ramadhan/">3 Hal Penting Yang Harus Dipersiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/3-hal-penting-yang-harus-dipersiapkan-menyambut-bulan-suci-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Adab Majelis Ilmu, Sudahkah Kita Tahu?</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/adab-majelis-ilmu-sudahkah-kita-tahu/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/adab-majelis-ilmu-sudahkah-kita-tahu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2025 14:25:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ahmad Sholahuddin &#160; Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim. Seseorang yang mencari ilmu sudah tentu mengharapkan kemanfaatan ilmu. Karena dengan menuntut ilmu...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/adab-majelis-ilmu-sudahkah-kita-tahu/">Adab Majelis Ilmu, Sudahkah Kita Tahu?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: <strong>Ahmad Sholahuddin</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.</p>
<p>Seseorang yang mencari ilmu sudah tentu mengharapkan kemanfaatan ilmu.</p>
<p>Karena dengan menuntut ilmu atau belajar akan bernilai pahala dan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.</p>
<p>Sesungguhnya, seorang pencari ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan dan keberkahan sebuah ilmu dan pemanfaatan ilmu, terkecuali dengan mengagungkan ilmu-ilmu itu, ahli ilmu, adab berilmu,serta juga mengagungkan atau menghormati guru atau ustadz.</p>
<p>Ilmu tidaklah dengan banyaknya belajar dan menghafal, namun sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Alloh menancapkannya dalam hati, yang dapat memunculkan rasa takut kepada Alloh, taqwa, kecintaan dan nikmatnya bermunajat kepada-Nya.</p>
<p>Adapun seseorang yang mampu menggapai ilmu namun dengan akhlak yang tercela maka ia jauh dari ilmu haqiqi yang bermanfaat, yang mampu mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.</p>
<p>Dalam mencari ilmu atau belajar tidaklah saja mementingkan ilmu tanpa melengkapinya dengan akhlak.</p>
<p>Sebab tolak ukur seseorang berilmu atau tidak adalah akhlaknya sebagaimana sabda nabi Muhammad sholaallahalaihiwasallam, “Seorang tidak bermoral berarti tidak berilmu.”</p>
<p>Akhlak atau adab merupakan tingkat paling pertama untuk dipelajari.</p>
<p>Dalam pepatah Arab disebutkan “Al Adab ufauqolilmi”. Adab di atas ilmu.</p>
<p>Sebab dalam menuntut ilmu atau bermajelis ilmu adalah menjadikan kita manusia yang mulia dan berakhlaqul karimah.</p>
<p>Nabi pun diutus untuk menyempurnakan akhlak. “Sesungguhnya aku diutus karena menyempurnakan akhlak.”</p>
<p>Dalam bermajelis ilmu yang menyerupakan tempat kita mengikuti kajian/pengajian, mencari ilmu , di dalam kelas/sekolah, rapat/meeting tak luput dari tata cara atau adab bermajelis.</p>
<p>Nabi Muhammad menerangkan jika engkau mendapati taman surga maka singgahlah.</p>
<p>Taman surga adalah majelis ilmu karena ilmu bisa mengantarkan seorang hamba pada ketakwaan, yaitu meninggalkan perkara yang diharamkan Allah Subhanaallohu WaTa’ala dan menjauhi semua hal yang diwajibkan-Nya.</p>
<p>Berikut ini sebagian adab dalam bermajelis ilmu :</p>
<p>1. Niat di waktu belajar yaitu hendaklah mencari ridho Alloh sebagaimana sabda nabi, “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung dari niatnya”.<br />
Diniati pula sebagai ibadah, yakni sebagai perwujudan rasa syukur manusia karena Alloh telah mengkaruniakannya akal kepadanya.</p>
<p>2. Berkata baik dan sopan selama bermajelis<br />
Kita diajarkan untuk mengeluarkan kata-kata baik walaupun kita bercanda.</p>
<p>Mengucapkan kata-kata baik akan membuat siapa saja yang mendengarkannya menjadi merasa senang.</p>
<p>Nabi bersabda bahwa barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam</p>
<p>3. Memberikan salam di dalam majelis ilmu<br />
Salam merupakan ucapan doa memohonkan keselamatan, rahmat dan keberkahan yang ditujukan kepada sesame muslim dengan kalimat “Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh”.</p>
<p>Salam tersebut adalah ucapan terbaik dan bernilai pahala di sisi Alloh, dibandingkan dengan salam apapun. Seperti salam persahabatan, salam kenal, salam olahraga dan lain sebagainya yang sekarang banyak tersebar di kalangan umat Islam.</p>
<p>Selayaknya, kita muslim memperluas kalimat salam yang telah dituntunkan dalam agama.</p>
<p>Sabda Nabi, “Sebarkan salam diantara kalian”.</p>
<p>4. Adab yang perlu diperhatikan dalam majelis ilmu yaitu tidak menimbulkan kebisingan.</p>
<p>5. Duduk di tempat yang tersisa dan berlapang-lapang dalam bermajelis, tidak mengambil duduk seseorang yang sedang pergi sebentar. Jangan duduk di tengah-tengah majelis ilmu karena mengganggu konsentrasi orang.</p>
<p>Dalam surat Al Mujadilah ayat 11 Alloh berfirman, “Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena banyak tawa mematikan hati”.</p>
<p style="text-align: right;">{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِذَا قِیلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُوا۟ فِی ٱلۡمَجَـٰلِسِ فَٱفۡسَحُوا۟ یَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِیلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ یَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمۡ وَٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتࣲۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِیرࣱ }<br />
[Surat Al-Mujadilah: 11]</p>
<p>6. Bertanya apabila tidak mengerti.</p>
<p>7. Meminta izin ketika akan keluar dari majelis ilmu</p>
<p>8. Membaca doa penutup majelis ilmu, yaitu Subhanakallohummawabihamdika asyhadu ‘alailahailla anta astaghfiruka wa‘atubu ilaihi.</p>
<p>“Maha suci Engkau Ya Alloh, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” Dari Jubair bin Muth’imra.</p>
<p>Rasululoh Sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda : Barang siapa yang membaca :Subhanakallohumma wabihamdika …. Pada suatu majelis dzikir, maka bacaan itu seperti stempel yang dicapkan padanya. Dan barang siapa yang mengucapkan pada majelis main-main, maka bacaan itu sebagai kafarat baginya.” (HR Nasa’I, Al hakim, At Thobrani).</p>
<p>Dalam sebuah syair, “Orang alim yang durhaka bahayanya besar, tetapi orang bodoh yang tekun beribadah justru lebih besar bahayanya dibandingkan orang alim tadi.</p>
<p>Keduanya adalah penyebab fitnah di kalangan umat, dan tidak layak dijadikan panutan.</p>
<p>”Semoga tulisan ini menjadi pencerahan bagi kita para pencari ilmu sepanjang masa.</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/adab-majelis-ilmu-sudahkah-kita-tahu/">Adab Majelis Ilmu, Sudahkah Kita Tahu?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/adab-majelis-ilmu-sudahkah-kita-tahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Terjal Menyeru Yang Ma&#8217;ruf Mencegah Yang Mungkar</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/jalan-terjal-menyeru-yang-maruf-mencegah-yang-mungkar/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/jalan-terjal-menyeru-yang-maruf-mencegah-yang-mungkar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 13:28:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1158</guid>

					<description><![CDATA[<p>(REFLEKSI PERGERAKAN PCM NGUSIKAN) oleh Ust Sudiyana &#8211; Ketua PCM Ngusikan Berdasarayat Al – Qur’an surat Al – Imron : 104 Allah berfirman :...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/jalan-terjal-menyeru-yang-maruf-mencegah-yang-mungkar/">Jalan Terjal Menyeru Yang Ma&#8217;ruf Mencegah Yang Mungkar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">(REFLEKSI PERGERAKAN PCM NGUSIKAN)</p>
<p style="text-align: center;">oleh <strong>Ust Sudiyana &#8211; Ketua PCM Ngusikan</strong></p>
<p>Berdasarayat Al – Qur’an surat Al – Imron : 104 Allah berfirman :<br />
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” [Ali Imran/3:104]</p>
<p>Abu Sa&#8217;īd Al-Khudri -raḍiyallāhu &#8216;anhu- meriwayatkan, iaberkata, &#8220;Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda”, &#8220;Siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itulah iman yang paling lemah.&#8221;<br />
[Sahih] &#8211; [HR. Muslim] &#8211; [Sahih Muslim &#8211; 49]</p>
<p>Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan karakteristik yang istimewa bagi seorang mukmin karena keduanya merupakan pilar-pilar tegaknya agama islam dan pencegah tersebarnya keburukan.</p>
<p>Di samping itu, karakteristik orang-orang yang beriman adalah senantiasa menegakan shalat dan menunaikan zakat serta taat kepada Allah ta’ala dan Rasul-Nya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad Rasyid Ridha rahimahullah dalam kitab tafsirnya al-Manar</p>
<p>Sumber: https://makalahnih.blogspot.com/2017/01/contoh-pidato-ceramah-berjudul-amar-maruf-nahi-munkar.html</p>
<p>Dengan menyimak sekilas ayat maupun hadist dan definisi amar ma’ruf nahi mungkar di atas, maka yang perlu kita tanamkan dalam hati adalah :<br />
1. Amar ma’ruf dan nahi mungkar dua hal yang harus ada dalam masyarakat yang berharap adanya tatanan kehidupan yang tertib.</p>
<p>Jika kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar tidak dilaksanakan maka bencana akan menimpa semua kaum yang tidak melaksanakan.<br />
2. Untuk melaksanakan amar ma’ruf nahi mungkar maka harus ada “sekelompok / perkumpulan / organisasi” sebagai penggeraknya.<br />
3. Pelaksanaan amar ma’ruf nahi mungkar sesuai dengan kemampuan / modal dasar pelaksananya.<br />
4. Setiap perbuatan yang berhadapan dengan orang lain, maka pasti ada resikonya. Baik resiko positif maupun resiko negative.</p>
<p>Dalam hal ini, jika ada resiko negative sesuai kaidah kita sebagai umat yang memiliki dasar keyakinan, maka kita harus “sabar” menghadapinya.</p>
<p>Dalam merefleksi kegiatan dakwah di PCM Ngusikan, maka mengajak yang ma’ruf sudah dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan kondisi PCM.</p>
<p>Kegiatan yang dilaksanakan baru minim mengadakan kegiatan pengajian bulanan, di Ahad Pagi maupun Kamis malam.</p>
<p>Kegiatan yang lain belum mampu mengaplikasikan.</p>
<p>Dalam mencegah kemungkaran ,dalam hal nyata mencegah memang belum ada.</p>
<p>Cerita kecil dari warga yang baru saja suaminya meninggal dunia, ditanya oleh tetangga, “Ngaji ta nggak?”<br />
Dijawab “tidak”</p>
<p>Ternyata berkembang dengan perkataan yang tidak pantas. Sampai – sampai mengatakan “Mesjid ora ono jamaah e wae, taktukue!!”</p>
<p>Ini riil kegiatan dakwah yang tidak mencegah mereka berbuat “mungkar” tetapi beresiko, apalagi mencegah kemungkaran yang memang mungkar betulan.</p>
<p>Inilah yang di benak kita sebagai penggerak kegiatan amar ma’ruf nahi mungkar, masih jauh dari kriteria orang berjuang menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.</p>
<p>Wallahia’lambishowab.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/jalan-terjal-menyeru-yang-maruf-mencegah-yang-mungkar/">Jalan Terjal Menyeru Yang Ma&#8217;ruf Mencegah Yang Mungkar</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/jalan-terjal-menyeru-yang-maruf-mencegah-yang-mungkar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi IMM Tahun 2024 : Ikatan Itu Perlu &#038; Harus Dipererat Secara Berkala</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/refleksi-imm-tahun-2024-ikatan-itu-perlu-harus-dipererat-secara-berkala/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/refleksi-imm-tahun-2024-ikatan-itu-perlu-harus-dipererat-secara-berkala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jan 2025 23:19:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[IMM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1031</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Maulana Charis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau yang disingkat IMM merupakan Organisasi Otonom Muhammadiyah yang bergerak diranah Mahasiswa. IMM berisikan para mahasiswa yang memiliki...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/refleksi-imm-tahun-2024-ikatan-itu-perlu-harus-dipererat-secara-berkala/">Refleksi IMM Tahun 2024 : Ikatan Itu Perlu &#038; Harus Dipererat Secara Berkala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: <strong>Maulana Charis</strong></p>
<p>Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah atau yang disingkat IMM merupakan Organisasi Otonom Muhammadiyah yang bergerak diranah Mahasiswa.</p>
<p>IMM berisikan para mahasiswa yang memiliki karakter dan latar belakang yang beragam.</p>
<p>Dalam pergerakannya, IMM sangat getol memperjuangkan Religiusitas, Intelektualitas dan Humanitas di lingkungan sekitarnya.</p>
<p>Tiga gerakan tersebut menjadikan IMM dipenuhi oleh manusia-manusia pemikir dan penggerak yang terus menerus menjaga keeksistensiannya.</p>
<p>Kesehariannya diisi oleh diskusi, kajian serta tukar pikiran atas gagasan, ide dan isu-isu terkini.</p>
<p>Salah satu efek samping dari habit ini adalah kejenuhan yang dirasakan masing-masing personalia, sehingga dibutuhkan Perekat untuk menjaga keutuhannya.</p>
<p>Mempererat Ikatan biasanya dirupakan dalam bentuk kegiatan-kegiatan kultural yang menggembirakan.</p>
<p>Mereka melaksanakan kajian dan diskusi di warung kopi, silaturrahim atau kunjungan berkala di kediaman salah satu kader secara bergilir dan tak lupa Rihlah ke tempat baru atau tempat wisata.</p>
<p>Esensi dari kegiatan Rihlah tersebut adalah memupuk semangat baru bagi Kader.</p>
<p>Terkhusus dalam menyambut tahun yang telah berganti, Rihlah bersama menjadi ajang memahami dan mendalami karakter masing-masing.</p>
<p>Rihlah juga menjadi wadah menyatukan kembali tujuan bersama.</p>
<p>Ikatan (dalam IMM) yang tidak dipererat akan kendor, jika sudah kendor akan mudah lepas, jika sudah lepas akan menjadi tercerai-berai.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/refleksi-imm-tahun-2024-ikatan-itu-perlu-harus-dipererat-secara-berkala/">Refleksi IMM Tahun 2024 : Ikatan Itu Perlu &#038; Harus Dipererat Secara Berkala</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/refleksi-imm-tahun-2024-ikatan-itu-perlu-harus-dipererat-secara-berkala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>6 Hak Sesama Muslim</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/6-hak-sesama-muslim/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/6-hak-sesama-muslim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jan 2025 12:34:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1013</guid>

					<description><![CDATA[<p>oleh: Lukman Prayogi Guru/Pengajar SMP Muhammadiyah 3 Jombang عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/6-hak-sesama-muslim/">6 Hak Sesama Muslim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">oleh: <strong>Lukman Prayogi</strong><br />
<strong>Guru/Pengajar SMP Muhammadiyah 3 Jombang</strong></p>
<p>عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا</p>
<p style="text-align: right;">لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ, وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ . رَوَاهُ مُسْلِمٌ*</p>
<p>Alhamdulillah kita ucapkan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT.</p>
<p>Atas izin Allah kita masih bisa bernafas dan menghirup udara.</p>
<p>Dengan izin Allah kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati hidup di dunia ini.</p>
<p>Sebab berapa banyak orang di luar sana yang tidak mampu mensyukuri nikmat yang sangat agung ini.</p>
<p>Ada dua nikmat yang patut kita syukuri pada siang hari ini, yang pertama adalah nikmat sehat, mengapa sehat ini kita sebut sebagai nikmat? Bayangkan jika tubuh kita tidak sedang dalam kondisi sehat.. Maka yang terjadi adalah kita tidak mungkin melangkahkan kaki kita ke masjid kecuali dengan hidayah dari Allah, hal itu karena tubuh kita terbaring lemah di atas ranjang karena sakit, kita enggan beribadah, merasa berat dan lain-lain.</p>
<p>Maka sekali lagi kita ucapkan &#8220;Alhamdulillahi rabbil &#8216;alamin&#8221;.</p>
<p>Yang kedua adalah nikmat kesempatan, berapa banyak orang sibuk bekerja sehingga ia lupa akan kewajibannya untuk melaksanakan ibadah.</p>
<p>Tidak sempat menunaikan sholat kecuali disisa waktunya, maksudnya adalah sholat di akhir waktu padahal sholat yang sebentar itu mampu membuat hidupnya bahagia, namun ia tidak menyadari itu. Dan ia lebih mengutamakan pekerjaannya daripada sholatnya.</p>
<p>Jadi betapa penting kesempatan ini untuk kita manfaatkan dalam hal beribadah kepada Allah SWT. Sebagaimana tujuan kita diciptakan di dunia ini, yaitu &#8220;wamaa kholaqtul jinna wal insa illa liya&#8217;buduun&#8221; Artinya : &#8220;Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaku&#8221;. (Qs. Adz Dzariat: 56)</p>
<p>Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada Rasulullah kita Muhammad SAW, beliau adalah suri tauladan bagi umat Islam, beliau adalah uswatun hasanah bagi orang-orang yang beriman.</p>
<p>Maka sudah sepantasnya kita mengikuti jejak beliau, mengamalkan apa saja yang diajarkan oleh beliau melalui risalah-Nya yakni Ad Dinul Islam.</p>
<p>Marilah kita meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT dengan taqwa yang sebenarnya, yaitu menjalankan segala bentuk perintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.</p>
<p>Sebab puncak tertinggi dari seorang manusia adalah taqwa.</p>
<p>&#8220;Inna aqromakum indallahi athqoqum&#8221; yang artinya : &#8220;Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa,&#8221; Bukan mereka yang mempunyai banyak harta dan bukan pula mereka orang yang mempunyai jabatan dan pangkat, tetapi orang yang paling mulia ialah orang yang bertaqwa.</p>
<p>Ada dua hal yang saling berseberangan. Yaitu hak dan kewajiban, apa itu hak? Hak ialah sesuatu yang kita dapatkan, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus kita tunaikan dan kita kerjakan.</p>
<p>Maka dikatakan bahwa ada orang yang tidak pernah memikirkan haknya namun ia melakukan apa yang menjadi kewajibannya, kita sebut orang ini adalah orang yang bijaksana.</p>
<p>Kedua, ada orang yang menunaikan kewajibannya kemudian mengambil apa yang menjadi haknya, kita sebut dia adalah orang yang adil.</p>
<p>Dan ada orang yang hanya mengambil haknya namun dia lupa menunaikan kewajibannya, maka kita sebut orang ini tidak tau diri.</p>
<p>Merujuk pada hadits di atas saya ingin menyampaikan tentang hak dan kewajiban kita antar sesama muslim.</p>
<p style="text-align: right;">حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ</p>
<p>Haqqul muslim &#8216;ala muslim sittun, artinya: hak seorang muslim kepada muslim yang lainnya ada enam,</p>
<p style="text-align: right;">إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ</p>
<p>Pertama &#8220;idzalaqiytahu fasallim &#8216;alaihi&#8221;<br />
Apabila engkau bertemu dengan nya ucapkanlah salam.</p>
<p>Di dalam ucapan salam itu terkandung sebuah doa. Yaitu doa supaya diberikan kesejahteraan dan keselamatan bagi orang yang mengucapkan salam maupun yang menjawab salam.</p>
<p>Kita saling mendoakan dengan sesama saudara kita seiman.</p>
<p style="text-align: right;">وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ</p>
<p>Kedua &#8220;waidza da&#8217;aka fa ajibhu&#8221;. Apabila ia mengundangmu maka penuhilah undangannya.</p>
<p>Tetangga kita maupun saudara kita akan merasa senang dengan kedatangan kita sebab ia merasa dihargai dan diperhatikan dengan adanya undangan tersebut.</p>
<p>Jangan sampai kita menghiraukannya minimal jika memang kita ada urusan lain maka kita sampaikan dengan baik.</p>
<p style="text-align: right;">وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ</p>
<p>Ketiga &#8220;waidzastanshohaka fan shohhu&#8221; Apabila ia meminta nasihat maka berilah ia nasihat.</p>
<p>Ternyata hak dan kewajiban itu bukan hanya tentang harta.</p>
<p>Misal di dalam harta orang kaya itu terdapat haknya orang miskin yang dikeluarkan dalam bentuk zakat, infaq, dll.</p>
<p>Bukan hanya itu, Tetapi hak dan kewajiban itu juga ada diantara sesama muslim dalam bentuk nasihat.</p>
<p>Saudara kita punya kewajiban untuk memberikan nasihat jika kita lalai, dan saudara kita punya hak untuk kita berikan nasihat.</p>
<p style="text-align: right;">وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ</p>
<p>Keempat yaitu &#8220;waidza &#8216;athosa fahamidallahu fasammithu&#8221;<br />
Apabila ia bersin maka doakanlah.</p>
<p>Apabila ia bersin lalu mengucapkan &#8221;Alhamdulillah&#8221; Maka doakan dengan &#8220;yarhamukallah&#8221; Ini menjadi kewajiban bagi kita yaitu mendoakan seseorang yang ketika bersin dengan ucapan doa Yarhamukallah, syaratnya adalah ketika seseorang itu bersin dan kemudian bertahmid atau mengucapkan alhamdulillah.</p>
<p style="text-align: right;">وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ</p>
<p>Kelima &#8220;waidza ma ridho faudhu&#8221;, Apabila ia sakit maka jenguklah.</p>
<p>Saudara kita punya hak untuk kita menjenguknya ketika ia sakit.</p>
<p>Sampaikan motivasi dan semangat agar optimis untuk kembali sehat.</p>
<p>Dengan harapan saudara kita akan merasa senang dengan kedatangan kita, apalagi kemudian sebelum kita berpamitan kita mendoakannya. Jadi akan tumbuh perasaan gembira, bahagia, dan semangat persaudaraan menjadi harmonis.</p>
<p style="text-align: right;">وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ</p>
<p>Keenam &#8220;waidza maata fattabi&#8217;hu&#8221;, Apabila ia mati antarkan jenazahnya.</p>
<p>Dalam pengertian ini adalah bukan hanya mengantar saja, akan tetapi kita ikut merawatnya. Mulai dari mensucikan, mengkafani, mensholatkan dan terakhir adalah menguburkannya.</p>
<p>Dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Barangsiapa mengiringi jenazah muslim karena iman dan mengharapkan balasan (pahala) dan dia selalu bersama jenazah tersebut sampai disalatkan dan selesai dari penguburannya, maka dia pulang dengan membawa dua qirath. Setiap qirath setara dengan gunung Uhud. Dan barangsiapa menyalatkannya dan pulang sebelum dikuburkan, maka dia pulang membawa satu qirath.” (HR. Bukhari no. 47)</p>
<p>Oleh karena itu, mari kita perhatikan dan pahami apa sih yang menjadi kewajiban kita, segerakan, tunaikan dan ambil sekedarnya apa yang telah menjadi hak kita.</p>
<p>Semua itu akan diperhitungkan oleh Allah di akhirat kelak.</p>
<p>Jangan sampai kita ini menjadi orang yang tidak tahu diri bahkan mendzolimi siapapun. Baik diri sendiri maupun orang lain.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/6-hak-sesama-muslim/">6 Hak Sesama Muslim</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/6-hak-sesama-muslim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahayanya Sifat Sombong</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/bahayanya-sifat-sombong/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/bahayanya-sifat-sombong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 00:02:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=1002</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ubaidillah Ichsan &#8220;Weaknesses and weaknesses are given by god so that we are far from pride&#8221; &#8220;(Kelemahan dan kekurangan diberikan Allâh Swt agar kita...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bahayanya-sifat-sombong/">Bahayanya Sifat Sombong</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>Ubaidillah Ichsan</strong></p>
<p>&#8220;Weaknesses and weaknesses are given by god so that we are far from pride&#8221;<br />
&#8220;(Kelemahan dan kekurangan diberikan Allâh Swt agar kita jauh dari kesombongan)&#8221;</p>
<p>Sombong adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Orang yang sombong merasa dirinya lebih unggul dari orang lain, sehingga memandang rendah orang lain. Sifat ini membawa dampak buruk bagi kehidupan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا</p>
<p>Artinya :<br />
&#8220;Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.&#8221; (Qs. Al-Isra&#8217; : 37)</p>
<p>Makna ayat di atas menurut Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili yang dimaksud “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong,” yaitu congkak, berlagak, sombong terhadap kebenaran dan merasa lebih besar di hadapan makhluk.</p>
<p>“Sesungguhnya kamu,” dengan perbuatanmu itu “sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung,” dengan kesombonganmu.</p>
<p>Bahkan kamu menjadi hina di sisi Allah, nista pada pandangan makhluk, dalam keadaan dimurkai dan dibenci. Engkau telah meraup perilaku-perilaku yang seburuk-buruknya, dan engkau telah menyandangi diri dengan moral yang paling rendah tanpa mendapatkan sebagian apa yang kamu inginkan.</p>
<p>Dalam Ajaran Islam ditekankan agar umat Islam selalu menjaga akhlak dan memiliki sifat yang terpuji.</p>
<p>Umat Islam dilarang memiliki sifat tercela dan tidak baik apapun bentuknya. Dan salah satu yang sangat dilarang adalah sifat sombong.</p>
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti sombong adalah menghargai diri secara berlebihan.</p>
<p>Arti lainnya dari sombong adalah congkak.</p>
<p>Sifat sombong merupakan suatu penyakit hati yang pengidapnya merasa bangga dan memandang tinggi atas diri sendiri.</p>
<p>Dari Abdullah bin mas&#8217;ud ia berkata bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ</p>
<p style="text-align: left;">Artinya :<br />
“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.&#8221;(HR. Muslim No. 2749)</p>
<p>Jadi sombong adalah suatu penyakit batin, sombong hanya bisa disembuhkan berdasarkan kesadaran diri penderitanya sendiri karena sifat sombong bertitik berat pada kondisi hati seorang.</p>
<p>Dari Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda,</p>
<p style="text-align: right;"> لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.</p>
<p>Artinya:<br />
“Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan menyintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.&#8221;  (HR. Muslim No. 2749)</p>
<p>Seorang muslim harus bisa memendam sifat sombong sebab manusia yang paling rendah derajatnya ialah mereka yang gemar menyombongkan atau membanggakan diri sendiri di hadapan orang lain.</p>
<p>Karena kesombongan hanya dapat mengantarkan kita pada kehancuran.</p>
<p>Padahal pada hakikatnya kesombongan itu hanya milik Allâh Swt karena semua yang kita miliki punya Allâh Swt.</p>
<p>Dalam hadits Qudsi diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Nabi Muhammad Saw bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي مَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا أَلْقَيْتُهُ فِي جَهَنَّمَ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Sesungguhnya Allah SWT berfirman: “Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan sombong adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambilnya dariku, Aku Adzab dia.”(HR. Ibnu Majah 4164)</p>
<p>Saudaraku, sungguh merugi orang yang membiarkan hatinya diselimuti dengan kesombongan.</p>
<p>Bagaimana mungkin kita berhak sombong sedangkan kita adalah makhluk yang lemah, tiada berdaya, yang awalnya tercipta dari tanah, kemana-mana membawa kotoran, dan mati lalu dikembalikan ke dalam tanah.</p>
<p>Apapun yang kita miliki, lembaran kain yang kita kenakan, makanan yang kita nikmati, tiada lain adalah berasal dari kemurahan Allâh Swt.</p>
<p>Semoga dengan pencerahan yang singkat ini kita semua selamat dari kesombongan dan termasuk dari golongan orang-orang yang senantiasa menjaga kebersihan hati.</p>
<p>Semoga bermanfaat.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bahayanya-sifat-sombong/">Bahayanya Sifat Sombong</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/bahayanya-sifat-sombong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Lisan</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-lisan/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-lisan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 15:06:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=979</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ubaidillah Ichsan &#8220;Don&#8217;t let your tongue mention the shortcomings of others, because you also have flaws and other people have tongues&#8221; &#8220;(Lidahmu jangan...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-lisan/">Menjaga Lisan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: <strong>Ubaidillah Ichsan</strong></p>
<p>&#8220;Don&#8217;t let your tongue mention the shortcomings of others, because you also have flaws and other people have tongues&#8221;<br />
&#8220;(Lidahmu jangan kamu biarkan menyebut kekurangan orang lain, sebab kamu pun punya kekurangan dan orang lain pun punya lidah)&#8221;</p>
<p>Dalam hidup ini, hal yang sangat penting untuk dijaga setiap manusia adalah lisannya.</p>
<p>Bukan berarti perbuatan tidak penting untuk dijaga, akan tetapi ketika seseorang menyakiti orang lain dengan perbuatannya, maka jelas terlihat dengan fisik yang disakiti dan bisa diobati, tetapi ketika sesorang menyakiti dengan lisan, ia tidak terlihat secara fisik dimana yang disakitinya, karena yang sakit ada di hati dan tidak terlihat secara fisik, maka dari itu lisan sangat penting untuk dijaga.</p>
<p>Dalam sebuah maqolah/perkataan</p>
<p style="text-align: right;">سلامة الإنسان في حفظ اللسان</p>
<p>Artinya :<br />
&#8220;Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.&#8221;</p>
<p>Pada hakikatnya Allâh Swt menganugerahkan lisan kepada manusia adalah untuk memudahkan berkomunikasi dengan orang lain dan Keberadaan lisan bagi manusia banyak memberikan manfaat dan juga bisa menjadi sumber Mala petaka.</p>
<p>Dalam ajaran Islam, setiap muslim hendaknya menjaga lisannya dari hal-hal yang tidak terpuji.</p>
<p>Ada ungkapan &#8220;Lisanmu cerminan kepribadianmu&#8221; maksudnya adalah dari lisan seseorang bisa kita ketahui kualitas dan kepribadiannya.</p>
<p>Maka sebagai hamba Allâh Swt yang tak luput dari kesalahan,terkadang kita sering tak sadar mengucapkan kalimat yang menyakiti hati orang lain, menganggapnya sebagai hal yang biasa saja, akan tetapi bagi orang lain ucapan kita dinilai buruk sehingga menimbulkan kebencian.</p>
<p>Dalam riwayat Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ،&#8230;.</p>
<p>Artinya:<br />
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam, &#8230;.. (HR. Bukhari No. 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim No. 47)</p>
<p>Makna hadits di atas adalah jika kita beriman kepada Allâh Swt dan hari akhir hendaklah Berhati-hati dalam menggunakan lisan karena sebuah ucapan bisa menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Apabila kita tidak mengetahui sebuah perkara dengan pasti, sebaiknya kita diam saja.</p>
<p>Dan janganlah kita mengucapkan perkataan yang menyakiti hati orang lain, sekalipun itu hanya candaan. Sebab di akhirat kelak, segala apa yang kita ucapkan dengan lisan pasti akan diminta pertanggungan jawaban.</p>
<p>Allah Swt berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.&#8221;(Qs.Qaf : 18)</p>
<p>Dan hendaklah kita menjaga lisan dari hal-hal yang tidak kita ketahui dan tidak memiliki kapasitas keilmuannya. Allâh Swt berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا</p>
<p>Artinya :<br />
&#8220;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.&#8221;(Qs.Al-Isra : 36)</p>
<p>Maksud ayat di atas adalah dalam setiap pembicaraan yang tidak jelas maslahatnya, atau mungkin kita tidak memiliki ilmu dalam bidang tersebut,maka sebaiknya kita diam saja.</p>
<p>Berbicara sesuatu yang salah atau buruk justru membuat kita terjerumus ke dalam neraka jahannam.</p>
<p>Imam Al-Syafi‘i menjelaskan pula: “Apabila seseorang ingin berbicara, hendaklah berpikir dulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah, dan jika dia ragu maka janganlah dia berbicara hingga nampak maslahatnya.”</p>
<p>Daripada mengunjing atau membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat, lebih baik jika kita diam sambil memperbanyak istighfar.</p>
<p>Agar kita terjaga dari keburukan lisan dan semakin dekat kepada Allâh Swt, Maka Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita untuk membaca doa ini :</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى</p>
<p style="text-align: left;">Artinya:<br />
&#8220;Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan kemaluanku.&#8221; (HR. Abu Dawud No. 1551, HR At-Tirmidzi No. 3492)</p>
<p>Semoga setelah mengetahui bahaya lisan kita semakin berhati-hati dan lebih waspada dalam menggunakan lisan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-lisan/">Menjaga Lisan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/menjaga-lisan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Isa Putra Maryam: Hamba Atau Tuhan ?</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/isa-putra-maryam-hamba-atau-tuhan/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/isa-putra-maryam-hamba-atau-tuhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2024 21:57:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=955</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ubaidillah Ichsan &#8220;It is presumptuous and outrageous for someone to say that Jesus, son of Mary, is God&#8221; &#8220;(Sungguh lancang dan keterlaluan seseorang...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/isa-putra-maryam-hamba-atau-tuhan/">Isa Putra Maryam: Hamba Atau Tuhan ?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>Oleh</em> <strong>Ubaidillah Ichsan</strong></p>
<p>&#8220;It is presumptuous and outrageous for someone to say that Jesus, son of Mary, is God&#8221;<br />
&#8220;(Sungguh lancang dan keterlaluan seseorang yang mengatakan Isa putra Maryam sebagai Tuhan)&#8221;</p>
<p>Isa Alaihissalam dalam aqidah umat IsIam diyakini sebagai seorang Nabi dan utusan Allah, sama seperti Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Al-Quran dengan jelas menyatakan bahwa Isa adalah seorang hamba Allah yang dilahirkan oleh seorang perawan suci bernama Maryam.</p>
<p>Ia diberikan mukjizat oleh Allah dan diutus untuk membawa risalah-Nya. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا</p>
<p>Artinya:<br />
Berkata Isa: &#8220;Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.&#8221; (Qs. Maryam:30)</p>
<p>Pada hakikatnya umat yang menuhankan Isa sungguh sangat keterlaluan kepada Allah SWT dengan menuduh-Nya telah mengangkat seorang hamba dan utusan-Nya sebagai anak-Nya yang mewarisi sifat-sifat-Nya.</p>
<p>Karena ucapan mereka ini, hampir-hampir langit dan bumi pecah. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًۭا ﴿٨٨﴾ لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْـًٔا إِدًّۭا ﴿٨٩﴾ تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ ٱلْأَرْضُ وَتَخِرُّ ٱلْجِبَالُ هَدًّا ﴿٩٠﴾ أَن دَعَوْا۟ لِلرَّحْمَـٰنِ وَلَدًۭا ﴿٩١﴾ وَمَا يَنۢبَغِى لِلرَّحْمَـٰنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا ﴿٩٢﴾ إِن كُلُّ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَ‌ٰتِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّآ ءَاتِى ٱلرَّحْمَـٰنِ عَبْدًۭا ﴿٩٣﴾</p>
<p>Artinya:<br />
“Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.&#8221; (QS Maryam : 88–93)</p>
<p>Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Mahakasih tidak memiliki anak biologis, tetapi menyebarkan kasih kepada semua makhluk.</p>
<p>Allah menyatakan bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan kelak di hari kiamat akan datang dan menghadap kepada Allah yang maha pengasih sebagai seorang hamba, dan sungguh telah kafirlah yang mengatakan Isa putra Maryam sebagai Tuhan. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8221;. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.&#8221; (Qs. Al-Maidah:72)</p>
<p>Ayat ini merupakan pernyataan tentang kafirnya orang-orang Nasrani. Yang secara tegas menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah seorang hamba Allah bukan Tuhan dan dengan jelas menolak anggapan bahwa Isa adalah Tuhan atau bagian dari Tuhan.</p>
<p>Allah SWT sendiri menegaskan telah kafirlah mereka yang mengatakan bahwa Allah salah seorang dari yang tiga (Trinitas), Sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga&#8221;, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Qs. Al-Maidah:73)</p>
<p>Ayat ini memperingatkan orang-orang Nasrani untuk meninggalkan kepercayaan yang salah dan kembali kepada ajaran Tauhid. Sebagian orang Nasrani percaya bahwa Tuhan itu tiga, yaitu Allah, Maryam, dan Isa. Namun, ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain-Nya.</p>
<p>Jadi Isa putra Maryam bukanlah Tuhan, bukan pula anak Tuhan, namun beliau adalah Hamba, Nabi dan Rasul Allah SWT.</p>
<p>Perbedaan pandangan mengenai status Isa Alaihissalam antara Islam dan Kristen berakar pada pemahaman yang berbeda terhadap kitab suci dan ajaran agama.</p>
<p>Islam menekankan tauhid, yaitu keesaan Allah, dan menolak segala bentuk penyembahan selain kepada Allah. Sementara itu, Kristen memiliki doktrin Trinitas yang kompleks, di dalam agama Kristen, Isa Alaihissalam (Yesus) dianggap sebagai Tuhan karena keyakinan bahwa Isa Alaihissalam (Yesus) adalah manifestasi dari Allah yang berinkarnasi sebagai manusia, dan memiliki sifat-sifat ilahi yang sama dengan Allah dan dianggap sebagai juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa.</p>
<p>Maka oleh karena itu, seseorang yang masih percaya Isa putra Maryam sebagai Tuhan berarti dia menolak Ajaran Islam yang lurus dan di akhirat tergolong orang yang merugi. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.&#8221;(Qs.Ali-Imran:85)</p>
<p>Semoga bermanfaat.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/isa-putra-maryam-hamba-atau-tuhan/">Isa Putra Maryam: Hamba Atau Tuhan ?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/isa-putra-maryam-hamba-atau-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bangga Menjadi Orang Beriman</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/bangga-menjadi-orang-beriman/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/bangga-menjadi-orang-beriman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 23:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Achmad Shidiq  Menjadi seorang muslim adalah suatu pilihan untuk semua manusia, dan memilih menjadi seorang muslim adalah salah satu nikmat Allah yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bangga-menjadi-orang-beriman/">Bangga Menjadi Orang Beriman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh :<strong> Achmad Shidiq </strong></p>
<p>Menjadi seorang muslim adalah suatu pilihan untuk semua manusia, dan memilih menjadi seorang muslim adalah salah satu nikmat Allah yang tidak bisa ternilai.</p>
<p>Bahkan dengan islam inilah kita dimuliakan, dan dengan Islam pula kita direndahkan bila tidak menginginkannya.</p>
<p>Seperti apa yang dikatakan oleh sahabat mulia Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab ra</p>
<p style="text-align: right;"> إِنَّا قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللهُ بِالْإِسْلَامِ، فَلَنْ نَبْتَغِيَ الْعِزَّةَ بِغَيْرِهِ</p>
<p style="text-align: left;">”Sesungguhnya kita kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, kami tidak meminta kemuliaan dari yang lain”.</p>
<p style="text-align: left;">Menjadi seorang yang beriman tentunya kita harus bangga.</p>
<p style="text-align: left;">Bangga dengan statusnya karena kita menjadi makhluk pilihan, bangga karena kebaikan kebaikan yang Allah Ta’ala khususkan untuk kita.</p>
<p style="text-align: left;">Lalu apa saja kebaikan kebaikan yang Allah Ta’ala janjikan untuk kita?</p>
<p style="text-align: left;">Allah Ta’ala berkalam di dalam surat Ghofir ayat 7-9 :</p>
<p style="text-align: right;">الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ<br />
شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (7) رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي<br />
وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (8) وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ<br />
السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (9) }</p>
<p>“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arasy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan), Ya Tuhan kami,<br />
rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala (7) ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa lagi Maha bijaksana (8) dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu, maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar.”‏(9)</p>
<p>Ayat diatas menjelaskan kepada kita betapa besarnya rahmat Allah kepada orang orang beriman.</p>
<p>Poin penting dalam ayat diatas adalah:</p>
<p>1. Malaikat adalah makhluk Allah yang paling ta’at kepada Allah Ta’ala, selalu senantiasa bertasbih dan bertahmid kepada Allah.</p>
<p>2. Arsy Nya Allah adalah makhluk Allah yang paling besar, dan harus dipikul delapan malaikat (lihat surat Al-Haqqoh ayat 17)</p>
<p>3. Malaikat selalu memintakan ampun,rahmat , memohon agar dijauhkan dari panasnya Neraka Jahim, meminta supaya  dimasukan kedalam jannahNya, diberikan keturunan yang baik dan sholih, dan dijauhkan dari melakukan kejelakan kejelakan untuk orang beriman yang bersegera dalam bertaubat, dan selalu bersabar di jalan Allah Ta’ala</p>
<p>4. Bersegera dalam bertaubat dan bersabar di jalan Allah adalah amalan yang sangat dicintai oleh Allah dan para malaikat.</p>
<p>5. Kerugian besar untuk seorang mukmin bila dia wafat dan masih membawa dosa dosa yang banyak, padahal malaikat selalu mendoakan untuk kita.</p>
<p>6. Menjadi orang yang sabar, bersegara dalam bertaubat, dan mendapatkan doa dari malaikat adalah sebuah keberuntungan yang sangat besar.</p>
<p>Maka berbanggalah kita menjadi seorang mukmin yang sejati.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَاجْعَلْنَا التَّوَّابِيْنَ وَ الصَّابِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ و قِنَا عَذَابَ الجَحِيْمِ. رَبَّنَا وَ أَدْخِلْنَا جَنَّاتِ<br />
عَدْنِ الَّتِيْ وَعَدْتَنَا وَ أصْلِحْ لَنَا ذُرِّيَّاتِنَا وَ قِنَا عَنِ السَّيِّأتِ اِنَّكَ أَنْتَ العَزِيْزُ الْحَكِيْمُ</p>
<p>Sumber refrensi : Kitab tafsir Qur’anil Adzim Ibnu Katsir surat Ghofir,ayat 7-9.</p>
<p>Walhamdulillahi robbil `Alamin</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/bangga-menjadi-orang-beriman/">Bangga Menjadi Orang Beriman</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/bangga-menjadi-orang-beriman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlukah Perbuatan Kita Diakui Sesama Manusia</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/perlukah-perbuatan-kita-diakui-sesama-manusia/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/perlukah-perbuatan-kita-diakui-sesama-manusia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 00:16:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=944</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ust. Sudiyana Secara qodrati kita diciptakan sebagai makhluk sosial. Kita tidak mungkin hidup sendiri tanpa bersinggungan dengan orang lain. Jadi mau tidak mau...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/perlukah-perbuatan-kita-diakui-sesama-manusia/">Perlukah Perbuatan Kita Diakui Sesama Manusia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: <strong>Ust. Sudiyana</strong></p>
<p>Secara qodrati kita diciptakan sebagai makhluk sosial.</p>
<p>Kita tidak mungkin hidup sendiri tanpa bersinggungan dengan orang lain.</p>
<p>Jadi mau tidak mau apapun yang kita perbuat akan membutuhkan orang lain.</p>
<p>Penilaian orang lain tentang yang kita perbuat sedikit banyak akan membekas dalam hati sanubari kita.</p>
<p>Kita melangkah kemanapun akan mendapat penilaian dari orang.</p>
<p>Penilaian inilah yang akan mempengaruhi batin kita.</p>
<p>Ada beberapa hal yang patut kita jadikan tolok ukur dalam mendengar dan menanggapi penilaian orang lain.</p>
<p><strong>1. Dalam Qur’an Luqman (Q.S.31: 17)</strong> yang artinya “ ……dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu….”</p>
<p>Ayat ini menerangkan untuk melaksanakan amar makruf nahi mungkar.</p>
<p>Setiap gerak langkah mesti ada konsekwensinya, komentar orang yang satu dan lainnya ada yang sama dan tidak jarang berbeda. Bersabar….! Itu perintah Lukman.</p>
<p><strong>2. Kisah anak dan bapak naik keledai.</strong></p>
<p>Dalam kisah ini, perjalanan dua orang yang berbeda usia dan statusnya anak dan ayah berjalan sama – sama dengan menuntun seekor keledai.</p>
<p><em>Kasus 1, keledai dituntun dua duanya berjalan.</em></p>
<p>Komentar orang yang melihat: “Kok keledainya dituntun. Agar tidak capai, ‘kan bisa keledai dinaiki. Kasihan kan anak bapak, berjalan kaki”, kata orang itu lagi.</p>
<p><em>Kasus 2, Anak naik keledai bapak berjalan</em><br />
Komentar orang yang melihat: “Dasar anak tidak tahu diri. Masak bapaknya di bawah menuntun keledai Anaknya enak-enakan naik keledai.<br />
Tidak sopan, harusnya bapaknya yang sudah tua yang naik dan anaknya yang menuntun. Itu baru anak berbakti”.</p>
<p>Begitu komentar orang kedua yang mereka temui.</p>
<p><em>Kasus 3, Bapak naik keledai anak berjalan</em></p>
<p>Komentar orang yang melihat: “Dasar bapak tidak sayang anak. Masak ia enak-enakan naik keledai, sementara anaknya yang menuntun.</p>
<p>Orang tua macam apa yang tidak sayang anaknya”.</p>
<p>Begitu komentar orang ketiga yang mereka temui.</p>
<p><em>Kasus 4, Anak dan Bapak naik bersama</em></p>
<p>Komentar orang yang melihat: “Dasar manusia tidak tahu perikehewanan. Tidak punya rasa belas kasihan. Masak keledai kurus begitu dinaiki dua orang. Benar-benar manusia biadab” kata orang keempat.</p>
<p>Dari kasus di atas, pelajaran yang dapat kita ambil?</p>
<p>Begitulah dalam hidup ini.</p>
<p>Apapun yang kita lakukan tetap ada pro dan kontra.</p>
<p>Tiap orang berhak untuk menilai apa yang kita lakukan.</p>
<p>Penilaian setiap orang tidak akan sama persis dengan apa yang kita harapkan.</p>
<p>Untuk itu, lakukanlah apa yang menurut kajian kita baik dan tinggalkan apa yang menurut kita tidak perlu untuk dilakukan.</p>
<p>Satu prinsip “Jika sudah mantap pikiran kita, satu – satunya jalan adalah bertawakkal kepada Allah. (QS. Ali Imran 159)</p>
<p>Kembali ke judul yang menjadi pertanyaan kita “Perlukah Perbuatan Kita Diakui Sesama Manusia?”</p>
<p>Dasar akidah kita adalah “Ikhlas”, manusia mengakui ataupun tidak itu bukan hal penting yang menjadi pertimbangan kita dalam berbuat.</p>
<p>Dalam sebuah hadits, yang ditakhrij oleh Imam Muslim dijelaskan:<br />
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, &#8220;Orang yang pertama kali diputuskan pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang mati syahid di jalan Allah. Lalu dia didatangkan, kemudian Allah memperlihatkan kepadanya nikmat-Nya, maka dia pun mengenalinya.</p>
<p>Allah berkata, &#8216;Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat itu? &#8216;Orang tersebut berkata, &#8216;Aku telah berperang di jalan-Mu sampai aku mati syahid. &#8216;Lalu Allah SWT berkata, &#8216;Engkau dusta, engkau melakukan itu supaya disebut sebagai seorang pemberani dan ucapan itu telah dilontarkan. &#8216;Kemudian diperintahkan agar orang tersebut dibawa, maka dia diseret dengan wajahnya (terjerembab di tanah), sampai dia pun dilemparkan di neraka.</p>
<p>Kemudian ada orang yang belajar agama dan mengajarkannya, serta membaca Alquran. Lalu orang itu didatangkan, lalu Allah SWT memperlihatkan nikmat-Nya dan orang itu pun mengenalinya. Allah berkata, &#8216;Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat itu? &#8216;Orang itu menjawab, &#8216;Aku telah belajar agama, mengajarkannya dan aku telah membaca Alquran.&#8217;<br />
Allah berkata, &#8216;Engkau dusta. Engkau belajar agama supaya disebut orang alim dan engkau membaca Al Quran supaya disebut qari’ dan ucapan itu telah dilontarkan.&#8217; Kemudian diperintahkan agar orang tersebut dibawa, maka dia pun diseret dengan wajahnya (terjerembab di tanah) sampai dia pun dilemparkan di neraka.&#8217;</p>
<p>Kemudian ada seorang laki-laki yang diberikan kelapangan oleh Allah dan dianugrahi segala macam harta.<br />
Lalu dia pun didatangkan, lalu Allah memperlihatkan nikmat-Nya dan orang itu pun mengenalinya. Allah SWT berkata, &#8216;Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat itu?&#8217;<br />
Orang itu mengatakan, &#8216;Aku tidak meninggalkan satu jalan pun sebagai peluang untuk berinfak melainkan aku berinfak di situ semata-mata karena-Mu. &#8216;Allah SWT berkata, &#8216;Kau bohong, kau melakukan itu supaya disebut dermawan dan ucapan itu telah dilontarkan. &#8216;Maka orang itu diperintahkan untuk dibawa, lalu dia pun diseret dengan wajahnya (terjerembab di tanah), kemudian dia dilemparkan di neraka.&#8221;</p>
<p>Inilah akibatnya jika kita mengerjakan segala sesuatu hanya karena ingin diakui oleh manusia.</p>
<p>Semoga kita dijauhkan dari hal – hal yang diterangkan di atas.</p>
<p>Tanamkan dalam benak kita bahwa “berbuat baik kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik pada kita” ( Q.S. Al-Qasas : 77).***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/perlukah-perbuatan-kita-diakui-sesama-manusia/">Perlukah Perbuatan Kita Diakui Sesama Manusia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/perlukah-perbuatan-kita-diakui-sesama-manusia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolektif kolegial ala IPM dan IMM Kabupaten Jombang</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/kolektif-kolegial-ala-ipm-dan-imm-kabupaten-jombang/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/kolektif-kolegial-ala-ipm-dan-imm-kabupaten-jombang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Dec 2024 05:02:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[IPM Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=891</guid>

					<description><![CDATA[<p>MuhammadiyahJombang.Com &#8211; Terinspirasi dari kajian pertama yang dilakukan oleh Muhammad Darwis atau biasa kita sebut KH. Ahmad Dahlan bersama Haji Muhammad Sudja, Kyai Syuja, Haji...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/kolektif-kolegial-ala-ipm-dan-imm-kabupaten-jombang/">Kolektif kolegial ala IPM dan IMM Kabupaten Jombang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MuhammadiyahJombang.Com </strong>&#8211; Terinspirasi dari kajian pertama yang dilakukan oleh Muhammad Darwis atau biasa kita sebut KH. Ahmad Dahlan bersama Haji Muhammad Sudja, Kyai Syuja, Haji Fachruddin, Haji Tamim, Haji Hisyam, Haji Syarkawi, Haji Abdul Ghani dan mengejawantahkan kata pertama dalam rukun islam, IPM dan IMM Jombang sepakat adanya kajian ideologi yang bertajuk &#8220;wal-‘asr&#8221;</p>
<p>Bertempat di ruang Sang Pencerah MI Muhammadiyah 1 Jombang, IPM dan IMM Jombang menggelar pertemuan guna membahas program kolaborasi dalam rangka penguatan ideologi yang dibalut dengan wacana keilmuan. Tidak berlebihan apabila kita menyebut IPM sbg kader ideologi karena notabene seluruh program kerja yang dijalankan tujuannya adalah penguatan ideologi, hal tersebut juga berpengaruh terhadap jenjang kaderisasi selanjutnya yaitu IMM. Dimana IMM merupakan kader intelektual yang termaktub dalam tujuan berdirinya yaitu terbentuknya akademisi islam dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah</p>
<p>Oleh karena pada Sabtu 14 Desember 2024 IPM dan IMM jombang mengadakan pertemuan terbatas guna menyoal kajian ideologi tersebut dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa akan ada beberapa pertemuan yang diantaranya akan membahas Sistem Perkaderan Rasulullah (SPR) dan Sistem Perkaderan Muhammadiyah (SPM). Tak lupa dalam kajian yang bertajuk &#8220;wal-‘asr&#8221; juga akan membahas isu-isu kontemporer yang juga sedang hangat dibicarakan oleh kawula muda.</p>
<p>Chafidotus selaku ketua umum IPM Jombang menyampaikan &#8216;kajian ini kami inisiasi atas dasar lemah literasi dikalangan pelajar, kami melihat kalau kajian ini hanya dijalankan oleh IPM maka tidak akan continue. Oleh karena itu kami mengajak kanda kami di IMM yang memang fokus gerakannya di keilmuan guna menunjang kajian tsb serta suatu bentuk kolektif kolegial diantara pelajar dan mahasiswa&#8217;</p>
<p>Pernyataan Chafidotus tsb dibenarkan dan dikuatkan oleh Abdul Maliki selaku ketua umum IMM Jombang &#8216;sebelum adanya pertemuan ini adinda-adinda IPM sempat menyampaikan kekhawatirannya terhadap lemahnya literasi dikalangan pelajar dan menginginkan sebuah forum kajian namun mereka sadar diri jika mereka melakukan sendiri mereka masih kebingungan dengan konsep dan teknis kajian yang tepat untuk memulainya seperti apa, akhirnya kami rembuk diinternal dan akhirnya kami sepakat untuk mengajak berkolaborasi&#8217;</p>
<p>Kajian tersebut bukan hanya ajang mendengarkan para pematik/pemateri atau memakai konsep klasik dimana para peserta kajian hanya jadi pendengar tapi akan dikemas secara dialogis agar dinamika forum tetap hidup.</p>
<p>Dalam forum semalam disepakati bahwasanya pelaksanaan kajian diadakan diluar agenda internal IPM maupun IMM guna menjaga stabilitas organisasi.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/kolektif-kolegial-ala-ipm-dan-imm-kabupaten-jombang/">Kolektif kolegial ala IPM dan IMM Kabupaten Jombang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/kolektif-kolegial-ala-ipm-dan-imm-kabupaten-jombang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mensyukuri Nikmat dan Merefleksi Diri Di Akhir Tahun</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/mensyukuri-nikmat-dan-merefleksi-diri-di-akhir-tahun/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/mensyukuri-nikmat-dan-merefleksi-diri-di-akhir-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2024 13:08:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=875</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ubaidillah Ichsan, S.Pd &#8220;The future is never easy. Use what you learned in the past as a guide&#8221; &#8220;(Masa depan tidak pernah mudah....</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/mensyukuri-nikmat-dan-merefleksi-diri-di-akhir-tahun/">Mensyukuri Nikmat dan Merefleksi Diri Di Akhir Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Ubaidillah Ichsan, S.Pd</strong></p>
<p>&#8220;The future is never easy. Use what you learned in the past as a guide&#8221;<br />
&#8220;(Masa depan tidak pernah mudah. Gunakan apa yang Anda pelajari di masa lalu sebagai panduan)&#8221;</p>
<p>Tahun 2024 akan berlalu dan tahun 2025 akan segera dimulai.</p>
<p>Ada kegagalan, kekecewaan, kehilangan, kesedihan, kemarahan, hingga keputusasaan.</p>
<p>Ada keinginan yang tak terwujud, asa yang tak tergapai, dan cita-cita yang tertunda tahun lalu.</p>
<p>Namun, di balik semua hal yang menyakitkan itu, akan selalu ada sesuatu, sekecil apa pun, yang pasti bisa kita syukuri karena sejatinya syukur adalah awal dari kebahagiaan.</p>
<p>Akhir tahun adalah momen yang tepat untuk kita merenung sejenak dan bersyukur atas segala karunia yang telah Allah berikan.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, seringkali kita lupa untuk menghitung nikmat-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ</p>
<p style="text-align: left;">Artinya:<br />
&#8220;Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.&#8221; (Qs.A l-Baqarah:152)</p>
<p>Ayat ini mengandung pesan mendalam yang mengajak umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah, bersyukur, dan tidak mengingkari nikmat-Nya.</p>
<p>Bersyukur adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa syukur adalah kunci untuk mendapatkan keberkahan dan peningkatan nikmat.</p>
<p>Jadi dengan bersyukur, kita tidak hanya menunjukkan rasa terima kasih kepada Allah, tetapi juga melatih hati untuk selalu merasa cukup dan tidak tamak.</p>
<p>Refleksi akhir tahun juga membantu kita untuk melihat sejauh mana kita telah berkembang dan apa saja yang perlu diperbaiki di masa mendatang.</p>
<p>Semoga bermanfaat.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/mensyukuri-nikmat-dan-merefleksi-diri-di-akhir-tahun/">Mensyukuri Nikmat dan Merefleksi Diri Di Akhir Tahun</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/mensyukuri-nikmat-dan-merefleksi-diri-di-akhir-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kedudukan dan Kemuliaan Guru</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/kedudukan-dan-kemuliaan-guru/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/kedudukan-dan-kemuliaan-guru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Nov 2024 11:49:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=793</guid>

					<description><![CDATA[<p>MuhammadiyahJombang.Com &#8211; Guru adalah orang yang memiliki tugas untuk mendidik dan membagikan ilmu kepada orang lain sehingga guru juga disebut sebagai pendidik. Dalam perspektif...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/kedudukan-dan-kemuliaan-guru/">Kedudukan dan Kemuliaan Guru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MuhammadiyahJombang.Com</strong> &#8211; Guru adalah orang yang memiliki tugas untuk mendidik dan membagikan ilmu kepada orang lain sehingga guru juga disebut sebagai pendidik.</p>
<p>Dalam perspektif Islam, guru tidak bisa dipisahkan dengan sosok orang yang beriman dan berilmu, yang berjasa mengantarkan manusia kepada kebaikan.</p>
<p>Guru adalah obor kehidupan manusia, tanpa keseriusan perjuangan dan pengorbanan mereka mustahil manusia memperoleh peradaban dan kejayaan ilmu pengetahuan.</p>
<p>Pada hakekatnya tugas yang diemban oleh seorang guru sebenarnya hampir sama dengan tugas seorang rasul sebagai utusan Allah.</p>
<p>Sebagaimana Rasulullah SAW, gurulah yang membacakan, menyampaikan, dan mengajarkan ayat-ayat Al-Qur&#8217;an dan hadis nabi kepada orang lain dan menerangkan mana yang halal dan haram sesuai dengan yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya.</p>
<p>Maka wajarlah seorang guru itu memperoleh kedudukan dan kemuliaan yang tinggi.</p>
<p>Di dalam Al-Qur&#8217;an disebutkan tingginya kedudukan para guru dan mulianya profesi mereka.</p>
<p>“Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat” QS. Al-Mujadalah: 11).</p>
<p>Dalam hadis juga disebutkan oleh rasulullah SAW bahwa, &#8220;Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan di lautan, benar-benar mendoakan kebaikan bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia&#8221; (HR. At-Tirmizi).</p>
<p>Hadis lain yang senada dikatakan bahwa, “Sesungguhnya orang yang memahami ilmu agama dan mengajarkannya kepada manusia akan selalu dimohonkan ampunan dosa-dosanya oleh semua makhluk yang ada di langit dan di bumi, termasuk ikan-ikan di lautan” (HR. Abu Daud).</p>
<p>Oleh sebab itu kita perlu memuliakan dan memperlakukan guru dengan baik, sebagaimana yang tergambar dalam kisah Nabi Musa bersama khidir (QS. Al-Kahfi: 66).</p>
<p>Para sahabat juga telah memberi contoh yang baik bagaimana seorang murid beradab dan memuliakan guru. Abu Said Al-Khudri menceritakan, &#8220;Saat kami sedang duduk di masjid, tiba-tiba datang Rasulullah SAW kemudian dia duduk dihadapan kami, maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung, tak satupun dari kami yang berbicara (HR. Bukhari).</p>
<p>Sebuah gambaran adab yang sangat mulia dari murid kepada gurunya.</p>
<p>Umar bin Khattab ra. berkata: “Tawadhulah kalian terhadap orang yang telah mengajarkan kalian”. Karena sifat tawadhu’, santun dan merendahkan diri kepada guru adalah kuncinya ilmu.</p>
<p>Dalam sebuah syair juga disebutkan: “ilmu tidak mungkin diperoleh oleh seseorang yang sombong sebagaimana air tidak akan mengalir ketempat yang lebih tinggi.</p>
<p>Dari sisi yang lain seorang murid haruslah mencintai ilmu. Mencintai ilmu berarti harus mencintai dan menghormati orang yang memberi ilmu yakni seorang guru. Itulah cara yang dilakukan oleh para ilmuwan dan ulama terdahulu dalam meraih keberkahan dari ilmu yang diperolehnya.</p>
<p>Dalam kehidupan sehari-hari, hubungan antara guru dengan murid haruslah dekat. Artinya keduanya harus saling mencintai karena Allah,</p>
<p>Murid mencintai guru karena hormat dan sayang pada guru dan guru mencintai murid sebagai amanah.</p>
<p>Mencintai guru merupakan kewajiban bagi semuanya agar ilmu dan hidup kita berkah.</p>
<p>Menghargai jasa seorang guru tidaklah cukup hanya dengan mengingatnya saja. Akan tetapi hendaknya dengan memuliakan, memberikan penghormatan, mengirimkan doa, dan jika mampu berbuat lebih maka berikanlah sebagian dari rezeki yang diperoleh.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/kedudukan-dan-kemuliaan-guru/">Kedudukan dan Kemuliaan Guru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/kedudukan-dan-kemuliaan-guru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Celaan dan Cacian</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/celaan-dan-cacian/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/celaan-dan-cacian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2024 04:50:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=552</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh KH. Nur Rachmat Hidayat, S. Ag. M. HI. Salah satu ciri khas pemenang adalah keberanian menghadapi celaan dan cacian. Menjadi pemenang bukan hanya...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/celaan-dan-cacian/">Celaan dan Cacian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>KH. Nur Rachmat Hidayat, S. Ag. M. HI.</strong></p>
<p>Salah satu ciri khas pemenang adalah keberanian menghadapi celaan dan cacian. Menjadi pemenang bukan hanya siap dikitik dan dibenarkan ketika salah, bahkan ia harus berani dicaci dan dicela ketika benar. Karena itu, Allah SWT menyebutkannya sebagai salah satu ciri utama pemenang dalam surat al-Maidah ayat 54,</p>
<p style="text-align: right;">ْو َمةَ ََلئِ م و َن لَ َوََل يَ َخافُ &#8230;<br />
“… tidak takut akan celaan orang yang suka mencela… .”</p>
<p>Imam Syafi’i pernah berkata, “Barang siapa menyangka ia akan selamat dari celaan manusia, maka ia kehilangan akal sehatnya. Bahkan Allah SWT saja menjadi sasaran celaan manusia dengan mengatakan: Allah adalah satu diantara tiga tuhan. Rasulullah SAW juga dikatakan sebagai orang gila dan tukang sihir. Apalah kita dibandingkan Allah SWT dan Rasul-Nya.”</p>
<p>Abu Wa’il dalam tafsir al-Quthuby menuturkan, bahwa Rasulullah SAW pernah dicela oleh seseorang dalam perkara pembagian harta rampasan perang. Orang ini mencemooh cara pembagian sang Nabi SAW., dengan berkata, “ini adalah cara membagi harta yang bukan ditujukan mencari ridho Allah.” Mendengar ini, Rasulullah SAW pun murka. Beliau yang adalah manusia terbaik dan paling bertakwa kepada Allah dituduh serendah itu. Tudingan ini pasti tidak benar. Karena jika benar beliau berlaku hina maka kita yang kualitasnya lebih rendah dari beliau pasti tidak akan selamat. Marah beliau kemudian menunjukkan unggulnya kualitas. Dalam jengkelnya, beliau hanya bersabda, “Semoga Allah SWT merahmati nabi Musa AS. Sungguh ia disakiti lebih dari ini, tapi ia tetap bersabar.”</p>
<p>Rasulullah SAW sendiri pernah menceritakan bagaimana Bani Israil menyakiti nabi mereka, Musa AS. Konon Bani Israil terbiasa mandi bersama sehingga satu sama lain saling bisa melihat aurat mereka. Nabi Musa AS memilih untuk tetap menutup aurat dan tidak ikut kebiasaan mandi bersama ini. Akhirnya mereka menuduh bahwa yang menghalangi beliau mandi bersama hanyalah karena beliau mempunyai cacat di aurat dan didera penyakit belang.</p>
<p>Tentu nabi Musa AS. merasa sedih dengan perlakuan ini. Tapi beliau juga berada dalam dilema. Untuk mengklarifikasi hal ini, beliau harus membuka auratnya dihdapan kaumnya, dimana beliau tentu tidak bisa melakukannya. Sementara jika tidak dibantah, maka kaumnya akan terus menyakiti beliu dengan tuduhan murahan tapi menyakitkan ini. Hingga dalam kita al-Adab asySyar’iyyah, Ibn Muflih al-Maqdisy meriwayatkan keluhan nabi Musa AS kepada Allah SWT.</p>
<p>Ia mengadu, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku mengatakan tentangku apa yang sebenarnya tidak ada dalam diriku.” Seolah ia memohon kepada Allah agar perkara ini dijauhkan darinya, sehingga ia tidak disakiti oleh kaumnya. Tapi ternyata Allah menjawab seperti ini, “Wahai Musa, sesungguhnya Aku tidak menciptakannya untuk diri-Ku sendiri, maka bagaimana aku akan menciptakannya untukmu.” Allah SWT seolah menghibur Musa. Bahwa IA pun tetap membiarkan manusia mencela-Nya walau berkuasa untuk menghentikannya.</p>
<p>Tetapi Allah SWT yang maha penyayang tentu tidak akan tinggal diam melihat nabi-Nya disakiti. IA mengatur cara terbaik untuk mebersihkan Musa AS dari tuduhan. Pada suatu hari nabi Musa AS mandi terpisah dari kaumnya. Ia meletakkan pakaiannya diatas sebuah batu. Ternyata batu itu lari membawa pakaiannya, atas izin Allah SWT. Nabi Musa pun mengejarnya sambil berteriak, “Batu&#8230; pakaianku!” Ia berlari mengejar batu tersebut hingga bertemu kaumnya, dan tidak sengaja terlihat auratnya. Akhirnya mereka mengetahui bahwa tuduhan yang dilontarkan kepada nabi Musa AS tidak benar. Nabi Musa pun terklarifikasi dari tuduhan tanpa melanggar aturan Allah SWT.</p>
<p>Allah pasti akan membela hamba-Nya yang beriman. Ia telah menjanjikannya dalam surat al-Hajj ayat 38.</p>
<p style="text-align: right;">وا ُ َمن ِذي َن آ َّ ع َع ِن ال دَافِ ُ ُ ََّّللاَ ي ن َّ ِ إ<br />
“Sesungguhnya Allah membela orang yang beriman. &#8230; .”</p>
<p>Sehingga cara untuk tetap berani menghadapi cacian dan celaan ketika berada di jalan yang benar adalah dengan meneguhkan keimanan kita kepada Allah SWT. Lalu beristikamah dalam kebaikan keimanan tersebut. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,</p>
<p style="text-align: right;">م ا ْستَِق ْم ! َّ ُ ِا هّلل ث َمْن ُت ب قُ ْل آ<br />
“Katakan, Aku beriman kepada Allah. Kemudian istikamahlah”.</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/celaan-dan-cacian/">Celaan dan Cacian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/celaan-dan-cacian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Rasa Ikhlas</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/pentingnya-rasa-ikhlas/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/pentingnya-rasa-ikhlas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Nov 2024 11:11:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=532</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ubaidillah Ichsan &#8220;A sincere person is never disappointed with the good deeds he has done because he believes Allah is All-seeing and will...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/pentingnya-rasa-ikhlas/">Pentingnya Rasa Ikhlas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>Ubaidillah Ichsan</strong></p>
<p>&#8220;A sincere person is never disappointed with the good deeds he has done because he believes Allah is All-seeing and will reward him fairly.&#8221;<br />
&#8220;(Orang yang ikhlas tidak pernah kecewa dengan amal baik yang telah dia lakukan karena yakin Allah Maha melihat dan akan membalasnya dengan adil)&#8221;</p>
<p>Ikhlas merupakan satu-satunya jalan menuju surga. Tanpa keikhlasan suatu amal tidak akan diterima, dan tanpanya juga seorang hamba akan terjerumus ke dalam neraka.</p>
<p>Berusahalah untuk mengingat hal ini, ketika perasaaan tidak ikhlas itu kembali hadir.</p>
<p>Ikhlas adalah niat murni dalam melakukan sesuatu semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharapkan imbalan duniawi. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya,</p>
<p>وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus.&#8221; (Qs. Al-Bayinah:5)</p>
<p>Yang dimaksud dengan agama yang lurus pada ayat di atas adalah terjauhkannya amal ibadah dari perkara-perkara syirik dan menuju kepada tauhid.</p>
<p>Maka disinilah pentingnya ikhlas dalam seluruh amal ibadah karena pengaruh ikhlas terhadap amalan itu sangatlah besar, amal yang kecil dan sedikit jika dilakukan dengan ikhlas dapat memperoleh pahala yang besar.</p>
<p>Maka oleh sebab itu keikhlasan merupakan faktor utama dan mendasar yang menjadi syarat diterimanya amal seseorang.<br />
Ikhlas disini adalah rahasia antara manusia dengan Allâh Swt. Posisi keikhlasan terletak di hati, maka sangat mungkin seseorang mengaku ikhlas di mulut, namun hatinya berkata lain.</p>
<p>Oleh karena itu, hanya dirinya sendiri dan Allâh Swt semata yang mengetahui apakah ia telah benar-benar ikhlas atau tidak.</p>
<p>Marilah kita berdoa kepada Allâh Swt semoga kita semua termasuk di antara mereka yang mampu beramal dengan ikhlas.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/pentingnya-rasa-ikhlas/">Pentingnya Rasa Ikhlas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/pentingnya-rasa-ikhlas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Marah</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/marah/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/marah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Nov 2024 08:54:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=462</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Hanum Habibah Hampir semua orang pernah mengalami rasa marah. Dari yang berkadar ringan sampai berat. Dari yang hanya menampakkan muka cemberut sampai peristiwa yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/marah/">Marah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>Hanum Habibah</strong></p>
<p>Hampir semua orang pernah mengalami rasa marah. Dari yang berkadar ringan sampai berat. Dari yang hanya menampakkan muka cemberut sampai peristiwa yang mengundang maut.</p>
<p>Sumber kemarahan bermacam-macam, mulai dari keluarga dekat, teman dekat, tetangga, rekan kerja bahkan bisa dari seseorang yang belum dikenal sekalipun.</p>
<p>Marah merupakan suatu kondisi ketika seseorang merasa sangat tidak senang karena diperlakukan tidak sepantasnya.</p>
<p>Rasa marah sebenarnya adalah hal yang wajar, bila rasa marah itu ditimbulkan oleh suatu kesalahan yang nyata. Namun ada juga kadangkala seseorang merasa marah oleh sebab yang tidak jelas.<br />
Marah yang kedua ini yang cenderung menimbulkan masalah. Karena biasanya orang yang kena marah akan merasa sakit hati dan dendam luar biasa karena tanpa sebab musabab menjadi sasaran kemarahan.</p>
<p>Sebenarnya ada sisi positif dari kondisi rasa marah. Ketika seseorang marah maka neuro transmiter dopamin akan lebih banyak diproduksi. Berikutnya akan merangsang sekresi hormon epineprin yang akan memacu detak jantung, meningkatkan suhu tubuh, melebarkan pupil yang pada akhirnya seseorang yang sedang marah akan lebih dapat mengekspresikan perasaannya.</p>
<p>Ada sisi negatif juga dari kecepatan detak jantung. Bila seseorang yang sudah memiliki bawaan sakit jantung, maka kondisi ini akan lebih diperparah oleh cepatnya detak jantung akibat rasa marah</p>
<p>Meski ada sisi positifnya, jika rasa marah itu ditempatkan pada tempat yang tidak proporsional, maka rasa marah akan cenderung melahirkan perilaku-perilaku yang buruk.</p>
<p>Efek dari peluapan rasa marah diantaranya adalah timbul permusuhan, melukai baik fisik maupun psikis, perseteruan, dan yang paling berat adalah pembunuhan. Efek yang paling ringan adalah munculnya kata-kata kasar yang sangat tidak layak untuk didengar.</p>
<p>Bila dikeluarkan dalam bentuk bahasa lisan, maka kata-kata yang keluar menjadi sangat pedas. Bila ada dalam bentuk tulisan, maka kata-kata itu sangat tidak beraturan dan berkesan emosional.</p>
<p>Bila rasa marah itu terjadi pada pasangan suami istri, keduanya harus pandai-pandai mengelola emosi. Tak jarang karena emosi yang tidak terkendali muncul kata-kata cerai dari pihak suami, atau permintaan cerai dari pihak istri.</p>
<p>Bila rasa marah itu terjadi pada pasangan yang sedang merajut mimpi untuk merenda masa depan, sama saja. Harus pintar mengendalikan diri. Banyak hal-hal terjadi dalam perjalanan menuju mahligai pernikahan. Namun tidak sedikit yang menyelesaikan dengan percekcokan dan pertengkaran, bahkan berakhir dengan pembunuhan.</p>
<p>Bila rasa marah itu terjadi pada siapapun dan dimanapun, kuncinya satu. Harus bisa mengendalikan diri. Dalam sabda Rasulullah SAW ada salah satu cara menghindari kemarahan yaitu dengan diam.</p>
<p>Dengan diam bisa sedikit demi sedikit mengatur nafas, sehingga detak jantungpun kembali normal, suhu tubuh juga normal dan tentu dapat merenungkan kembali apa yang sebenarnya terjadi. Kesehatan fisik dan psikis dapat dipertahankan dengan mengurangi intensitas rasa marah.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/marah/">Marah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/marah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum Kewarisan Islam (Episode 2)</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-islam-episode-2/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-islam-episode-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Nov 2024 10:42:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=460</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ust. Achya Muchson &#160; BAB II AHLI WARIS Ahli waris adalah orang yang berhak mendapatkan harta kewarisan. A. Ahli waris dari golongan laki-laki...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-islam-episode-2/">Hukum Kewarisan Islam (Episode 2)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh<br />
Ust. Achya Muchson</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>BAB II</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>AHLI WARIS</strong></p>
<p>Ahli waris adalah orang yang berhak mendapatkan harta kewarisan.</p>
<p>A. Ahli waris dari golongan laki-laki adalah :<br />
1. Suami<br />
2. Kakek ( bapak ayah )<br />
3. Ayah<br />
4. Anak laki-laki<br />
5. Cucu laki-laki ( dari anak laki-laki )<br />
6. Saudara laki-laki kandung<br />
7. Saudara laki-laki seayah<br />
8. Saudara laki-laki seibu<br />
9. Anak laki-laki dari Saudara laki-laki kandung<br />
10. Anak laki-laki dari Saudara laki-laki seayah<br />
11. Paman yang sekandung dengan ayah<br />
12. Paman yang sebapak dengan ayah<br />
13. Anak laki-laki paman sekandung dengan ayah<br />
14. Anak laki-laki paman sebapak dengan ayah<br />
15. Laki-laki yang memerdekakan budak ( sudah tidak ada )</p>
<p>B. Ahli waris dari golongan perempuan adalah :<br />
1. Isteri<br />
2. Nenek ( ibunya ibu )<br />
3. Nenek ( ibunya ayah )<br />
4. Ibu<br />
5. Anak perempuan<br />
6. Cucu perempuan ( dari anak laki-laki )<br />
7. Saudara perempuan kandung<br />
8. Saudara perempuan seayah<br />
9. Saudara perempuan seibu<br />
10. Perempuan yang memerdekakan budak ( sudah tidak ada )</p>
<p>Ahli waris, baik laki-laki maupun perempuan dapat digolongkan menjadi <strong>dzawilfurudl</strong> dan <strong>Ashabah</strong>.</p>
<p><strong>Dzawil furudl</strong> adalah ahli waris yang mendapatkan harta waris yang sudah ditentukan oleh ayat atau hadis.</p>
<p>Yang termasuk <strong>dzawilfurudl</strong> adalah :<br />
1. Kakek<br />
2. Bapak<br />
3. Nenek<br />
4. Ibu<br />
5. Suami<br />
6. Istri<br />
7. Anak perempuan<br />
8. Cucu perempuan<br />
9. Saudara perempuan kandung<br />
10. Saudara perempuan seayah<br />
11. Saudara laki laki seibu<br />
12. Saudara perempuan seibu</p>
<p><strong>Ashabah</strong> adalah ahli waris yang mendapat bagian sisa setelah dibagi ahli waris yang lain.</p>
<p>Contoh: Anak laki-laki mendapat sisa harta waris setelah dibagi ahli waris yang lain. Cucu laki-laki mendapat bagian sisa setelah dibagi ahli waris yang lain. Kakek, ayah dll menjadi ahli waris yang mendapat bagian sisa, dst.</p>
<p>Ashabah dapat dibagi menjadi 3 kelompok ;<br />
1. <strong>Ashabahbinnafsi</strong>, adalah Ashabah karena dirinya sendiri. Bukan karena orang lain. Yaitu:<br />
Kakek<br />
Ayah<br />
Anak laki laki<br />
Cucu laki laki<br />
Saudara laki laki kandung<br />
Saudara laki laki seayah<br />
Anak lksaudara lk kandung ( keponakan )<br />
Anak lksaudara lk seayah ( keponakan )<br />
Paman sekandung dengan ayah<br />
Paman sebapak dengan ayah<br />
Anak lk paman sekandung dengan ayah ( sepupu )<br />
Anak lk paman sebapak dengan ayah ( sepupu )<br />
Laki laki atau perempuan yang memerdekakan budak (sudah tidak ada)</p>
<p>2. <strong>Ashabahbilghair</strong>, adalah menjadi ashabah karena bersama saudara laki lakinyanya. Yaitu :<br />
Anak perempuan bersama anak laki laki<br />
Cucu perempuan bersama cucu laki laki<br />
Saudara perempuan kandung bersama saudara laki laki kandung,<br />
Saudara perempuan seayah bersama saudara laki laki seayah.</p>
<p>3. <strong>Ashabah maalghair</strong>, adalah menjadi ashabah bersama yang lain. Yaitu :<br />
Saudara perempuan kandung bersama anak perempuan atau cucu perempuan.<br />
Saudara perempuan seayah bersama anak perempuan atau cucu perempuan,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-islam-episode-2/">Hukum Kewarisan Islam (Episode 2)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-islam-episode-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nasihat Dari Kita, Hidayah Dari Allah</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/nasihat-dari-kita-hidayah-dari-allah/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/nasihat-dari-kita-hidayah-dari-allah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 22:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ubaidillah Ichsan, S.Pd &#8220;Sometimes Allah knocks on your heart, with sadness, loss, pain, failure, so that you return to Him&#8221; &#8220;Terkadang Allah mengetuk...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/nasihat-dari-kita-hidayah-dari-allah/">Nasihat Dari Kita, Hidayah Dari Allah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Oleh Ubaidillah Ichsan, S.Pd</strong></p>
<p>&#8220;Sometimes Allah knocks on your heart, with sadness, loss, pain, failure, so that you return to Him&#8221;<br />
&#8220;Terkadang Allah mengetuk hatimu, dengan kesedihan, kehilangan, kesakitan, kegagalan, agar kamu kembali kepada-Nya&#8221;</p>
<p>Seringkali kita memberikan nasihat kepada orang lain, berharap mereka dapat mengambil hikmah dan memperbaiki diri. Namun, perlu diingat bahwa hidayah atau petunjuk sejati hanya datang dari Allah SWT. Nasihat kita hanyalah sebagai pemicu, sedangkan Allah-lah yang membuka hati seseorang untuk menerima kebenaran. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ</p>
<p>Artinya:<br />
Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.&#8221; (Qs. Qashash:56)</p>
<p>Ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa hidayah adalah hak prerogatif Allah SWT. Tidak ada manusia yang mampu memberikan hidayah kepada orang lain, secuali hanyaAllah SWT.</p>
<p>Hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah SWT. Maka kita jangan sampai putus asa dalam memberikan nasihat, namun tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p style="text-align: right;">بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً</p>
<p>Artinya:<br />
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. &#8220;(HR. Bukhari No. 3461)</p>
<p>Yang dimaksud dengan hadits ini adalah sampaikan kalimat yang bermanfaat, bisa jadi dari ayat Al Qur’an atau hadits.</p>
<p>Maka oleh sebab itu, kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan dan memberikan nasihat. Namun, kita harus menyadari bahwa hidayah adalah urusan Allah SWT. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar Allah memberikan hidayah kepada orang yang kita nasihati.</p>
<p>Mari kita jadikan nasihat sebagai sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Namun, jangan pernah lupa bahwa hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah SWT yang tidak bisa dipaksakan.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/nasihat-dari-kita-hidayah-dari-allah/">Nasihat Dari Kita, Hidayah Dari Allah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/nasihat-dari-kita-hidayah-dari-allah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemberontakan di Lampu Lalu Lintas</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/pemberontakan-di-lampu-lalu-lintas/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/pemberontakan-di-lampu-lalu-lintas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Oct 2024 11:35:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=341</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Vico Taufiqul Huda &#160; Riuh sesak jalanan dan terik panas yang meradang siang itu membuat siapapun ingin mengumpat. Lampu merah menyala di saat yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/pemberontakan-di-lampu-lalu-lintas/">Pemberontakan di Lampu Lalu Lintas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh <strong>Vico Taufiqul Huda</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Riuh sesak jalanan dan terik panas yang meradang siang itu membuat siapapun ingin mengumpat. Lampu merah menyala di saat yang tidak tepat. Membuat pengendara ingin melesat di saat sepersekian detik lampu hijau menyala.</p>
<p>Namun jenis lampu lalu lintas di route perjalanan kuliah Angger adalah yang mempunyai hitungan detik. Hingga seringkali para pengendara menyerobot walau belum menyala lampu hijau. Suatu kegiatan pelanggaran aturan yang Angger pun sekali dua kali melakukannya.</p>
<p>“Aturan dibuat adalah untuk dilanggar”</p>
<p>Seringkali Angger mendengar ungkapan itu. Entah di televisi, warung kopi, atau bahkan bacaan yang dibacanya. Angger pun jengah dengan kalimat itu. Hingga akhirnya dia membenci dan mengutuk kalimat itu.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Di hari yang berbeda, namun masih dengan suasana memuakkan yang sama di lampu lalu lintas. Beberapa polisi mengadakan razia. Lampu merah masih menunjukkan angka 30. Suasana lelah dan lesu tergambar di wajah para pengendara kala itu. Pada angka 20, para pengendara mulai memegang tuas gas. Detik 10 mereka bersiap sembari melihat rentetan kendaraan yang mulai agak sepi di jalur yabg melintang di depan. Detik 3, Angger mulai tancap gas karena tahu lampu lalu lintas di jalur depan telah menyalakan lampu hijau. Bunyi peluit terdengar dibunyikan oleh polisi dan Angger pun disuruh menepi.</p>
<p>“SIM dan STNK nya mas”</p>
<p>“Ini pak”</p>
<p>Polisi mengecek surat-surat Angger. Tak ada celah bagi polisi untuk menilangnya dari segi kelengkapan berkendara.</p>
<p>“Anda tahu salah anda?”</p>
<p>“Hehe, menerobos lampu merah pak”</p>
<p>“Maka dari itu anda saya tilang”</p>
<p>“Tapi pak, biasanya orang-orang juga begitu kok”</p>
<p>“Ya itu kan biasanya mas, kali ini beda”</p>
<p>Angger melihat suasana lalu lintas dan dia baru sadar kalau hanya dia yang melanggar waktu itu. Dia jengkel. Bukan kepada pak polisi yang sedang menjalankan tugas, melainkan masyarakat yang terlalu pengecut menurutnya untuk mengutarakan isi hati mereka pada aparat.</p>
<p>“Untuk sementara SIM nya saya bawa dulu mas. Selasa anda sidang”</p>
<p>“Baik pak”.</p>
<p>Akhirnya Angger pun menyerahkan SIM nya. Dan dia pun melanjutkan perjalanannya ke kampus yang sudah tinggal 2 kilometer dari tempatnya ditilang.</p>
<p>Setibanya di kampus Angger menunggu kuliah yang satu jam lagi akan dimulai.</p>
<p>Dia pun langsung menuju kantin dan memesan kopi sambil menyalakan rokoknya. Di depannya ada gerombolan mahasiswa semester 3 yang sedang asyik bercanda dan membuat kantin yang biasa tenang menjadi ramai. Salah satu orang datang dan memberikan informasi razia yang ada di perempatan lampu merah jalur Angger menuju kampus.</p>
<p>“Sialan tadi ada razia”</p>
<p>“Tanggal berapa sih sekarang?”</p>
<p>“Tanggal 25 sih”</p>
<p>“Pantesan anjing pada cari makan hahaha”</p>
<p>Sekumpulan mahasiswa yang masih junior Angger itu pun tertawa mengolok para aparat.<br />
Namun dalam benaknya, Angger mengutuk kepengecutan mereka yang hanya berani main belakang. Atau yang biasa orang jawa sebut dengan ungkapan “wani silit ra wani rai”.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Seminggu berlalu. Angger pun sudah menjalani sidang pelanggaran lalu lintasnya. Dia harus mengambilnya walau dengan cara berhutang pada temannya. Kejadian penilangan itu membuat Angger mematuhi lalu lintas. Terlebih di saat dia belum bekerja dan masih kuliah. Kini dia selalu menancap gas motornya saat lampu telah menyala hijau. Namun kepatuhannya pada lalu lintas terkadang membuat dia diumpati oleh para pengendara.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Tidak hanya di lampu merah berjarak 2 km dari kampusnya, namun di manapun ada lampu merah berhitung, Angger mematuhinya dengan taat. Dia selalu memutar tuas gasnya sampai lampu benar-benar menyala hijau. Dan di manapun, dia selalu mendapat umpatan walau dia mematuhi lalu lintas dengan taat. Akhirnya dia menciptakan sebuah cara untuk melakukan pemberontakan sosial. Sebuah pemberontakan dengan tidak memberontak atau tidak melanggar peraturan lalu lintas yang sudah ada.</p>
<p>Kini dia santai-santai saja saat harus berhenti di lampu merah. Kini dalam mindset nya seorang pelanggar lalu lintas adalah seorang pengecut. 30 detik hitungan mundur lampu merah menyala, Angger tenang. 20 detik , dia masih tenang. 3 detik tangannya masih belum menggenggam gas dan telah banyak para pengendara yang menerobos lampu merah karena tidak ada razia. 1 detik setelah lampu hijau, Angger mulai ugal-ugalan. Dia melaju mengejar para pengendara dan mendahului mereka. Ada kepuasan setelah melakukan itu. Seperti telah membalas pengkhianatan yang dilakukan massa selama ini olehnya. Setidaknya begitulah yang ada dalam pemikiran Angger sampai saati ini.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Musim kemarau di pertengahan September. Masih di perempatan lampu merah yang menunjukkan detik. Dan waktu itu juga digelar razia. Angger melihat seorang aparat berseragam doreng tanpa helm menggeber gas sepeda berpersneling miliknya. 30 detik hitungan mundur lampu merah, seperti biasa Angger santai saja. Malah kadang dia mematikan mesin motornya demi menghemat bahan bakar. 20 detik mesin motor Angger masih mati. 10 detik Angger baru menghidupkan mesin motornya. Pada detik ke- 5 menuju lampu hijau, aparat berseragam doreng menggeber dan membunyikan klakson motornya tidak sabar. Dan pada detik ke- 3 menuju lampu hijau, aparat itu melesat.</p>
<p>Angger masih menunggu pada 1 detik menuju lampu hijau. Dan pada saat lampu hijau benar-benar menyala, dengan reflek yang tangkas Angger melesat bagai kesetanan. Riuh sesak jalanan tidak dia hiraukan, begitu pula dengan klakson-klakson yang berteriak. Seakan semua panca indera dan molekul pada tubuhnya tertuju pada satu tujuan. Mengejar dan memenangkan balapan melawan aparat erseragam doreng tadi.</p>
<p>Angger heran, kenapa para polisi tidak menilang aparat tadi?. Angger juga mengira kalau polisi takut karena mereka kalah jabatan dan gertakan. Tapi dalam pikirannya, tak peduli siapapun itu. Jika ada yang salah dan mereka ngotot membenarkan apa yang mereka lakukan. Mereka adalah pengecut.</p>
<p>Setelah menang 1,5 meter dari aparat berdoreng tersebut, langsung saja Angger memotong jalur. Sang aparat kaget. Berusaha mengerem namun tak sebanding dengan kecepatan laju motornya. Hingga dia pun jatuh terpelanting beserta motornya.</p>
<p>Salah seorang polisi mengejar Angger. Dan langsung menggiring Angger ke pos penjagaan polisi. Dan di sana, seorang aparat berseragam doreng marah-marah dan memaki-maki semua polisi yang bertugas.</p>
<p>“Maaf pak, tadi saya terburu-buru” jelas Angger</p>
<p>“Tapi ya jangan ugal-ugalan dong mas kalau berkendara. Anda kan tahu sendiri jalur ini jalur sibuk kendaraan bermotor. Ya sudah, anda saya tilang”</p>
<p>“Mana dia?” bentak sang aparat berdoreng emosi.</p>
<p>“Mau jadi jagoan kamu hah?”.</p>
<p>Aparat berdoreng tersebut memukul Angger. Namun dia hanya memukul udara kosong karena Angger sigap menghindari pukulannya. Berniat mau melancarkan serangan kembali, para polisi yang bertugas dengan cekatan menenangkan aparat berdoreng tersebut.</p>
<p>“Kalau saya ditilang ya boleh saja pak polisi. Asalkan beliau juga ditilang”.</p>
<p>Kata Angger yang berupaya bernegosiasi. Sang aparat berdorengpun mukanya merah padam karena tenggelam dalam amarah. Dia memaki-maki Angger namun dia menanggapi dengan tenang sembari waspada. Ada saat di mana mata Angger mengamati keadaan saat itu. Dan pikirannya tertuju pada pistol yang bertengger tenang di salah satu pinggang polisi yang sedang bertugas.</p>
<p>Dengan muka tenang dan meminimalisir hawa keberadaannya, Angger mendekati pistol itu dengan mengira-ngira. Karena dia berpikir akan ketahuan jika dia terus melihat pistol itu dan pergerakannya pasti akan dengan mudah dibaca.</p>
<p>Momentum tengah berpihak pada Angger. Dengan lincah dia menodongkan pistol yang dicurinya dan langsung menodongkannya pada kepala aparat berdoreng yang marah-marah. Tanpa pikir panjang dia langsung menarik pelatuk sebanyak dua kali.</p>
<p>Suasana hening. Sang aparat kini meregang nyawa tanpa merasakan nazak. Seolah malaikat Izrail bersemayam dalam peluru yang ditembakkan Angger tepat menembus otaknya. Teriakan pengendara wanita banyak terdengar. Para ibu menutup i mata anak mereka agar mimpi buruk tidak menjalari waktu malam. Sebagian orang menutup mulutnya. Sebagian menampakkan wajah simpati. Segenap polisi yang bertugas kaget. Sepersekian detik mereka bingung atas apa yang akan mereka lakukan.</p>
<p>Dengan mata tenang dan dingin, sesekali seringai tampak pada wajahnya yang teduh. Setelah membunuh, Angger langsung melempar pistol dan mengangkat kedua tangannya. Para polisi masih tertegun menghadapi shock therapy yang dilakukan Angger.</p>
<p>“Pak polisi, apa yang sedang kalian lakukan? Cepat tangkap aku. Aku bukanlah pengecut seperti mayat itu. Aku melanggar peraturan. Dan aku akan bertanggung jawab”.</p>
<p>Teriakan Angger membangunkan para polisi yang sedang dikejutkan dengan sebuah kejadian yang memberontak pada sosial dan rentetan rutinitas yang membosankan. Segenap polisi pun langsung meringkusnya. Tak ada penyesalan pada wajah Angger waktu itu. Dia juga tidak peduli akan efek setelah pemberontakan sosial yang dilakukannya. Dia hanya ingin membunuh.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/pemberontakan-di-lampu-lalu-lintas/">Pemberontakan di Lampu Lalu Lintas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/pemberontakan-di-lampu-lalu-lintas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hubungan Doa dan Bersyukur: Kunci Kebahagiaan Hidup</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/hubungan-doa-dan-bersyukur-kunci-kebahagiaan-hidup/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/hubungan-doa-dan-bersyukur-kunci-kebahagiaan-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Oct 2024 02:28:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=320</guid>

					<description><![CDATA[<p>UBAIDILLAH ICHSAN, S.Pd* &#160; &#8220;Prayer without gratitude is like a garden without water, dry and fruitless (Doa tanpa syukur bagai tamanan tanpa air, kering...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/hubungan-doa-dan-bersyukur-kunci-kebahagiaan-hidup/">Hubungan Doa dan Bersyukur: Kunci Kebahagiaan Hidup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>UBAIDILLAH ICHSAN, S.Pd*</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Prayer without gratitude is like a garden without water, dry and fruitless (Doa tanpa syukur bagai tamanan tanpa air, kering dan tak berbuah)&#8221;</p>
<p>Berdoa dan bersyukur adalah dua ibadah yang saling berkaitan erat dalam Islam.</p>
<p>Keduanya merupakan bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT.</p>
<p>Namun, bagaimana sebenarnya hubungan antara keduanya? Dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ</p>
<p style="text-align: right;">إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.&#8221; (Qs. Al-Baqarah:186)</p>
<p>Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah SWT selalu dekat dengan hamba-Nya yang berdoa. Selain itu, dalam ayat lain, Allah SWT juga berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ</p>
<p>Artinya:<br />
&#8220;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih. &#8220;(Qs. Ibrahim:7)</p>
<p>Ayat ini menegaskan bahwa bersyukur akan membawa berkah dan keberkahan bagi kehidupan seseorang.</p>
<p>Berdoa dan bersyukur adalah dua hal yang saling melengkapi. Dengan berdoa, kita memohon kepada Allah SWT untuk segala kebutuhan dan keinginan kita.</p>
<p>Sedangkan dengan bersyukur, kita mengakui segala nikmat yang telah Allah berikan. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa bersyukur adalah kunci untuk mendapatkan lebih banyak nikmat dari Allah SWT.</p>
<p>Jadi hubungan antara doa dan bersyukur sangat erat. Doa merupakan ekspresi kebutuhan kita, sementara bersyukur adalah pengakuan atas nikmat yang telah kita terima. Keduanya merupakan bentuk ibadah yang saling melengkapi dan membawa keberkahan bagi kehidupan seorang muslim. Dengan selalu berdoa dan bersyukur, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT dan merasakan kebahagiaan yang hakiki.</p>
<p>Semoga bermanfaat,</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/hubungan-doa-dan-bersyukur-kunci-kebahagiaan-hidup/">Hubungan Doa dan Bersyukur: Kunci Kebahagiaan Hidup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/hubungan-doa-dan-bersyukur-kunci-kebahagiaan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mencintai Allah SWT</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/mencintai-allah-swt/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/mencintai-allah-swt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 05:40:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=294</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Ubaidillah Ichsan, S.Pd Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang &#160; &#8220;If Allah guides you to remember Him, it’s a sign that Allah loves...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/mencintai-allah-swt/">Mencintai Allah SWT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Ubaidillah Ichsan, S.Pd</strong></p>
<p style="text-align: center;">Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;If Allah guides you to remember Him, it’s a sign that Allah loves you&#8221;.<br />
&#8220;(Jika Allah membimbingmu untuk mengingat-Nya, itu pertanda bahwa Allah mencintaimu)&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Mencintai Allah SWT adalah inti dari iman seorang muslim. Ini berarti mengutamakan Allah di atas segala sesuatu dan siapa pun, serta tunduk pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Allah Swt berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُوا۟ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ</p>
<p style="text-align: left;">Artinya:</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya&#8221;. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.&#8221;(Qs. At- Taubah : 24)</p>
<p>Ayat ini turun berkenaan dengan keengganan sebagian kaum muslim untuk berhijrah ke Madinah karena terbebani oleh hal-hal duniawi. Padahal, hijrah merupakan wujud nyata kecintaan kaum mukmin kepada Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p>Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata cinta diartikan sebagai perasaan kasih dan sayang terhadap sesuatu atau orang lain.<br />
Cinta dalam pandangan islam sendiri adalah limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya sehingga Allah menciptakan manusia dan isinya dengan segala kesempurnaan.</p>
<p>Cinta kepada Allah Swt adalah cinta yang paling tinggi dalam kehidupan manusia terutama umat islam adalah cinta kepada Allah Swt sang pencipta segala isi bumi dan semesta dan yang maha memiliki cinta. Umat muslim yang mencintai Allah akan merasa bahwa sebagai hamba Nya kita tidak dapat hidup tanpa adanya kasih sayang dan cinta dari Allah Swt. Maka dari itu, mencintai Allâh Swt adalah mutlak bagi setiap umat muslim.</p>
<p>Orang yang mencintai tentunya akan melakukan segala sesuatu untuk yang dicintainya, termasuk jika seorang mukmin mencintai Allah Swt. Ia akan selalu berusaha untuk mengikuti segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Allah Swt berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ ٱللَّهِ أَندَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ ٱللَّهِ ۖ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَشَدُّ حُبًّا لِّلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓا۟ إِذْ يَرَوْنَ ٱلْعَذَابَ أَنَّ ٱلْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعَذَابِ</p>
<p>Artinya :</p>
<p>&#8220;Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah.” (Qs Al-Baqarah : 165)</p>
<p>Dan jika seseorang tidak lagi memiliki rasa cinta pada Allah Swt. apalagi ajarannya maka tertutuplah hatinya. Sebagaimana dijelaskan dalam Firman-Nya:</p>
<p style="text-align: right;">قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ</p>
<p>Artinya :</p>
<p>&#8220;Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&#8221; (Qs. Ali-Imran: 31)</p>
<p>Cara mencintai Allah Swt tentunya harus sesuai dengan cara yang sudah ditentukan oleh Allah Swt bukan dengan cara yang tidak ada dasarnya dari Allâh Swt, jadi apapun realisasi rasa cinta seseorang kepada Allâh Swt jika bertentangan dengan apa yang telah Rasullullah SAW ajarkan, maka bentuk pengungkapan cinta tersebut justru tertolak, bahkan malah melahirkan laknat dan siksa dari Allâh Swt.</p>
<p>Semoga bermanfaat.***</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/mencintai-allah-swt/">Mencintai Allah SWT</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/mencintai-allah-swt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hukum Kewarisan Islam (Episode 1)</title>
		<link>https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-dalam-islam-episode-1/</link>
					<comments>https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-dalam-islam-episode-1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[muhammadiyahjombang]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 05:05:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tarjih]]></category>
		<category><![CDATA[Muhammadiyah Jombang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://muhammadiyahjombang.com/?p=283</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh Ust. Achya Muchson &#160; BAB I PENDAHULUAN A. Pengertian Faraid atau Hukum Kewarisan Islam. Faraid berasal dari bahasa Arab (الفرائض)yang merupakan bentuk jamak...</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-dalam-islam-episode-1/">Hukum Kewarisan Islam (Episode 1)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh Ust. Achya Muchson</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>BAB I</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
<p><strong>A. Pengertian Faraid atau Hukum Kewarisan Islam.</strong></p>
<p>Faraid berasal dari bahasa Arab (الفرائض)yang merupakan bentuk jamak dari kata faridloh (الفريضة ) yang berarti; ketentuan.</p>
<p>Sedangkan menurut istilah adalah ilmu yang mengetahui tata cara membagi warisan secara Islam.</p>
<p>Ilmu ini sangat penting sehingga para ulama ada yang menghukumi fardu kifayah dalam mempelajarinya. Sebagaimana hadis Nabi SAW:</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ<br />
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ تَعَلَّمُوا الْفَرَائِضَوَعَلِّمُوهَا فَإِنَّهُ نِصْفُ الْعِلْمِ وَهُوَ يُنْسَى وَهُوَ أَوَّلُ شَيْءٍ يُنْزَعُ مِنْ أُمَّتِي</p>
<p>Dari Abu Hurairahra. berkata; Rasulullah saw. bersabda: “Pelajarilah Ilmu Faraid dan Ajarkanlah ia, Karena sesungguhnya Ia separuh dari ilmu. Ia akan dilupakan orang dan ia awal dari Ilmu yang akan dicabut dari ummatku”. Attirmidzi :2710</p>
<p>Dari hadis diatas dengan Tegas Rasulullah SAW mengharapkan kepada sahabatnya agar sungguh sungguh mempelajari Ilmu Faraid ( ilmu waris ) dan mengajarkannya kepada yang lain. Sehingga para ulama menghukuminya Fardu Kifayah, artinya kalau tidak ada orang yang mempelajarinya menjadi dosa semua.</p>
<p><strong>B. Pembagian warisan sebelum Islam</strong></p>
<p>Pada masa sebelum Islam, pembagian warisan hanya terpusat pada kaum laki-laki, khususnya laki-laki yang kuat. Kaum perempuan dan anak-anak tidak diberi hak kewarisan.</p>
<p>Hal ini terkait dengan kebiasaan orang-orang Arab jahiliyah yang suka berperang antar suku. Suku yang kuat yang akan menang. Sedangkan suku yang kuat itu terdiri dari anggota kaum laki-laki yang kuat.</p>
<p>Sebab-sebab orang yang memperoleh hak kewarisan itu adalah nasab (hubungan kekerabatan ), anak angkat dan perjanjian.</p>
<p><strong>C. Pembagian warisan pada masa awal Islam</strong></p>
<p>Pada awal kedatangan Islam, pembagian warisan masih tetap terpusat pada kaum laki-laki. Kaum perempuan tetap tidak memperoleh hak keawarian.</p>
<p>Sampai pada suatu saat ketika seorang sahabat, Aus bin Tsabit Al Anshary gugur di medan perang meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak perempuan.</p>
<p>Lalu datanglah dua anak saudara laki-laki sahabat itu dan mengambil semua hartanya. Kemudian isterinya menanyakan hak kewarisan kepada Rasulullah saw. Maka turunlah ayat&#8230;</p>
<p style="text-align: right;">لِلرِّجَالِنَصِيبٌمِمَّاتَرَكَالْوَالِدَانِوَالْأَقْرَبُونَوَلِلنِّسَاءِ</p>
<p style="text-align: right;">نَصِيبٌمِمَّاتَرَكَالْوَالِدَانِوَالْأَقْرَبُونَمِمَّاقَلَّمِنْهُأَوْكَثُرَنَصِيبًامَفْرُوضًا</p>
<p>Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan. QS. An-Nisa&#8217; : 7</p>
<p>Setelah turun surah An Nisa&#8217; ayat 7 itu, maka perempuan masuk ahli waris.</p>
<p><strong>D. Pembagian warisan setelah turunnya ayat-ayat mawaris surat Annisak : ayat 11 – 12.</strong></p>
<p style="text-align: right;">يُوصِيكُمُاللَّهُفِيأَوْلَادِكُمْلِلذَّكَرِمِثْلُحَظِّالْأُنْثَيَيْنِفَإِنْكُنَّنِسَا</p>
<p style="text-align: right;">ءًفَوْقَاثْنَتَيْنِفَلَهُنَّثُلُثَامَاتَرَكَوَإِنْكَانَتْوَاحِدَةًفَلَهَاالنِّصْفُوَلِأَ</p>
<p style="text-align: right;">بَوَيْهِلِكُلِّوَاحِدٍمِنْهُمَاالسُّدُسُمِمَّاتَرَكَإِنْكَانَلَهُوَلَدٌفَإِنْلَمْيَكُنْلَهُوَ</p>
<p style="text-align: right;">لَدٌوَوَرِثَهُأَبَوَاهُفَلِأُمِّهِالثُّلُثُفَإِنْكَانَلَهُإِخْوَةٌفَلِأُمِّهِالسُّدُسُمِنْبَعْدِ</p>
<p style="text-align: right;">وَصِيَّةٍيُوصِيبِهَاأَوْدَيْنٍآبَاؤُكُمْوَأَبْنَاؤُكُمْلَاتَدْرُو</p>
<p style="text-align: right;">نَأَيُّهُمْأَقْرَبُلَكُمْنَفْعًافَرِيضَةًمِنَاللَّهِإِنَّاللَّهَكَانَعَلِيمًاحَكِيمًا (11)</p>
<p style="text-align: right;">وَلَكُمْنِصْفُمَاتَرَكَأَزْوَاجُكُمْإِنْلَمْيَكُنْلَهُنَّوَلَدٌفَإِنْكَانَلَهُنَّوَ</p>
<p style="text-align: right;">لَدٌفَلَكُمُالرُّبُعُمِمَّاتَرَكْنَمِنْبَعْدِوَصِيَّةٍيُوصِينَبِهَا</p>
<p style="text-align: right;">أَوْدَيْنٍوَلَهُنَّالرُّبُعُمِمَّاتَرَكْتُمْإِنْلَمْيَكُنْلَكُمْوَلَدٌفَإِنْكَانَلَكُمْوَ</p>
<p style="text-align: right;">لَدٌفَلَهُنَّالثُّمُنُمِمَّاتَرَكْتُمْمِنْبَعْدِوَصِيَّةٍتُوصُونَبِهَاأَوْدَيْنٍوَ</p>
<p style="text-align: right;">إِنْكَانَرَجُلٌيُورَثُكَلَالَةًأَوِامْرَأَةٌوَلَهُأَخٌأَوْأُخْتٌفَلِكُلِّوَاحِدٍمِنْهُمَا</p>
<p style="text-align: right;">السُّدُسُفَإِنْكَانُواأَكْثَرَمِنْذَلِكَفَهُمْشُرَكَاءُفِيالثُّلُثِمِنْبَعْدِوَصِيَّةٍيُو</p>
<p style="text-align: right;">صَىبِهَاأَوْدَيْنٍغَيْرَمُضَارٍّوَصِيَّةًمِنَاللَّهِوَاللَّهُعَلِيمٌحَلِيمٌ (12)</p>
<p>11. Allah mensyari&#8217;atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan;</p>
<p>Dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan;</p>
<p>Jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga;</p>
<p>jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu.</p>
<p>Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.</p>
<p>12. Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak.</p>
<p>jika Isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sudah dibayar hutangnya.</p>
<p>para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak.</p>
<p>Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu.</p>
<p>Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta.</p>
<p>Tetapi jika Saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari&#8217;at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.</p>
<p style="text-align: right;">يَسْتَفْتُونَكَ قُلِ اللَّهُ يُفْتِيكُمْ فِي الْكَلَالَةِ إِنِ امْرُؤٌ هَلَكَ لَيْسَ لَهُ وَلَدٌ وَلَهُ أُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَ وَهُوَ يَرِثُهَا إِنْ لَمْ يَكُنْ لَهَا وَلَدٌ فَإِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثَانِ مِمَّا تَرَكَ وَإِنْ كَانُوا إِخْوَةً رِجَالًا وَنِسَاءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ أَنْ تَضِلُّوا وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ</p>
<p>Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah: &#8220;Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal.</p>
<p>Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan.</p>
<p>Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Annisa&#8217; : 176..</p>
<p>Artikel <a href="https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-dalam-islam-episode-1/">Hukum Kewarisan Islam (Episode 1)</a> pertama kali tampil pada <a href="https://muhammadiyahjombang.com">Muhammadiyah Jombang</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://muhammadiyahjombang.com/hukum-kewarisan-dalam-islam-episode-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
