Bagian 1: Deep Thinking sebagai Fondasi Pembelajaran Mendalam

Selasa, 1 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi (pixabay)

Foto ilustrasi (pixabay)

Oleh Syaifulloh
Penikmat Pendidikan

Beberapa waktu lalu, saya menghadiri sebuah pertemuan pendidikan internasional bertempat di Global Jaya School, salah satu sekolah International.

Pertemuan ini dihadiri para praktisi pendidikan berafiliasi dengan kurikulum International Baccalaureate (IB) dari dalam dan luar negeri.

Momen penting ini sebagai ajang untuk berbagi wawasan tentang pendidikan holistik.

Acara tiga hari ini menghadirkan ahli pendidikan dari berbagai negara, yang membahas implementasi kurikulum IB dengan fokus pada pengembangan karakter siswa.

Salah satu poin utama yang mengemuka adalah peran deep thinking sebagai alat utama menuju deep learning, sebuah pendekatan yang mendorong siswa membangun pemahaman konseptual yang mendalam dan relevan.

Mengenal Deep Thinking.

Menurut Janet J. Broughton dalam Deep Thinking: What Mathematics Can Teach Us about the Mind, berpikir mendalam adalah cara pikiran berfungsi secara alami—aktif, dinamis, dan kreatif.

Baca Juga:  Tingkatkan Kreatifitas Siswa, SMP MBS Jombang Gelar P5

Pikiran tidak perlu “dinyalakan” karena sudah hadir dalam kondisi menyala, sebagaimana terlihat pada bayi yang mulai memahami dunia secara konseptual.

Penelitian tentang perkembangan sistem konseptual bayi menunjukkan bahwa deep thinking adalah proses mendasar yang memungkinkan individu mengenali pola dan membentuk pemahaman yang kuat.

Istilah lain untuk ini adalah “berpikir perkembangan,” yang menekankan sifat alami dan progresif dari proses berpikir. Dalam konteks pendidikan, deep thinking menjadi landasan untuk mendorong siswa berpikir kritis, menganalisis informasi, dan membuat koneksi antar-konsep.

Kurikulum IB, dengan 10 Learner Profile-nya, menempatkan atribut seperti thinkers dan inquirers sebagai pilar untuk mengembangkan kemampuan ini.

Baca Juga:  Peringati Hari Sumpah Pemuda, SMP dan SMA MBS Jombang Gelar Upacara Bersama Koramil Bareng

Siswa didorong untuk mengeksplorasi ide secara mendalam, mempertanyakan asumsi, dan mencari solusi inovatif, sehingga pembelajaran tidak hanya berhenti pada hafalan, tetapi menjadi proses yang bermakna.

Deep Thinking dalam Konteks IB

Diskusi selama pertemuan menyoroti bagaimana 10 IB Learner Profile—seperti inquirers, knowledgeable, dan reflective—mendukung deep thinking.

Misalnya, siswa yang menjadi inquirers mengembangkan rasa ingin tahu alami, sementara thinkers belajar menganalisis masalah kompleks secara kritis dan etis.

Pendekatan ini memungkinkan siswa membangun pemahaman yang lebih konseptual, yang selaras dengan tujuan kurikulum IB untuk menciptakan pelajar yang siap menghadapi tantangan global.

Baca Juga:  Celaan dan Cacian

Pertemuan ini juga memperkuat pentingnya jaringan antar-sekolah IB. Para peserta, yang mewakili berbagai sekolah, berbagi pengalaman tentang bagaimana deep thinking dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sehari-hari, mulai dari desain proyek hingga metode evaluasi.

Namun, deep thinking saja belum cukup tanpa pendekatan teknologi yang mendukung pembelajaran yang lebih terstruktur dan adaptif.

Menuju Deep Learning.

Bagian selanjutnya akan membahas konsep deep learning, sebuah pendekatan berbasis jaringan saraf yang mengubah cara kita memahami data dan pola belajar.

Bagaimana deep thinking dan deep learning dapat bersinergi dengan IB Learner Profile dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif? Simak kelanjutannya pada tulisan mendatang.***

Editor : Sultan Achmad

Berita Terkait

5 Hari Menuju Ramadhan 1447 H: Jangan Pilih Yang Buruk Saat Berinfaq
Manajemen Transformasi Pendidikan: Hari 6 – Menghantam Rintangan dengan Semangat Jihad Ilmu
Bikin Sekolah, Madrasah, Pesantren Cetar dengan Strategi Anti-Mager!
Ngegas Produktivitas Biar Sekolah, Madrasah, Pesantren Gak Cuma Tempat Selfie!
Menabur Benih Inovasi untuk Masa Depan yang Bercahaya
Menjaga Keberlanjutan Strategi Pendidikan untuk Masa Depan yang Gemilang
Investasi Sehat: Aset Berharga Untuk Masa Depan Gemilang
Bangun Kolaborasi Biar Strategi Gacor di Sekolah/Madrasah/Pesantren!

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:11 WIB

5 Hari Menuju Ramadhan 1447 H: Jangan Pilih Yang Buruk Saat Berinfaq

Selasa, 29 Juli 2025 - 05:00 WIB

Manajemen Transformasi Pendidikan: Hari 6 – Menghantam Rintangan dengan Semangat Jihad Ilmu

Senin, 28 Juli 2025 - 05:00 WIB

Bikin Sekolah, Madrasah, Pesantren Cetar dengan Strategi Anti-Mager!

Minggu, 27 Juli 2025 - 05:00 WIB

Ngegas Produktivitas Biar Sekolah, Madrasah, Pesantren Gak Cuma Tempat Selfie!

Sabtu, 26 Juli 2025 - 05:00 WIB

Menabur Benih Inovasi untuk Masa Depan yang Bercahaya

Berita Terbaru