بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Assalamu’alaikum, rekan-rekan pendidik!
Setelah mengenal manajemen strategik di Hari 1, kini kita bahas Mengapa Manajemen Strategik Penting?
Di tengah disrupsi teknologi, globalisasi, dan regulasi pendidikan, sekolah/madrasah/pesantren harus beradaptasi untuk tetap unggul dan mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Manajemen strategik adalah kompas untuk hadapi tantangan ini. Mari simak 7 poin implementatif yang menjelaskan urgensinya!
Al-Qur’an: Surah Al-Anfal (8): 60
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
Wa a‘iddū lahum mā istaṭa‘tum min quwwatin
“Dan siapkanlah untuk mereka segala kekuatan yang kamu mampu.”
Manajemen strategik memungkinkan sekolah/madrasah/pesantren menghadapi perubahan eksternal dan mencetak lulusan siap bersaing. Berikut 7 poin yang menunjukkan pentingnya:
1. Analisis SWOT: Menavigasi Disrupsi Eksternal
Manajemen strategik penting karena SWOT membantu sekolah/madrasah/pesantren mengenali dampak disrupsi, seperti teknologi AI atau regulasi baru, dan merumuskan strategi adaptasi.
Al-Qur’an: Surah Al-Baqarah (2): 197
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ
Wa tazawwadū fa-inna khayra al-zādi al-taqwā
“Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.”
Penelitian: Setiawati (2020) dalam Jurnal Pendidikan Islam: “SWOT memetakan peluang dan ancaman eksternal untuk strategi adaptif.”
Refleksi: SWOT ibarat radar, membantu sekolah/madrasah/pesantren mendeteksi perubahan dan bertindak bijak.
Praktik: Tulis satu disrupsi eksternal (misal: kurikulum baru) dan satu langkah adaptasi (misal: pelatihan guru).
2. Visi-Misi Jelas: Menyelaraskan dengan Kebutuhan Global
Manajemen strategik penting untuk menyesuaikan visi-misi sekolah/madrasah/pesantren dengan tuntutan global, seperti keterampilan abad 21 atau nilai Islam di era digital.
Penelitian: Beñalet et al. (2023) dalam International Journal of Research and Innovation in Social Science: “Visi-misi yang selaras dengan konteks global perkuat daya saing institusi.”
Refleksi: Visi-misi yang relevan adalah jembatan menuju pendidikan unggul di era disrupsi.
Praktik: Diskusikan dengan tim, apakah visi-misi mencerminkan kebutuhan global (misal: literasi digital atau akhlak mulia)?
3. Pemberdayaan SDM: Guru/Ustadz Kompeten di Era Disrupsi
Manajemen strategik penting untuk melatih guru/ustadz menghadapi perubahan, seperti menguasai teknologi pembelajaran atau metode pengajaran modern.
Al-Qur’an: Surah Al-Anfal (8): 60
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ
“Dan siapkanlah untuk mereka segala kekuatan yang kamu mampu.”
Penelitian: Hladchenko & Benninghoff (2020) dalam Higher
Education: “Pelatihan guru berbasis teknologi tingkatkan adaptasi di era disrupsi.”
Refleksi: Guru/ustadz yang kompeten adalah benteng sekolah/madrasah/pesantren di tengah perubahan.
Praktik: Buat daftar satu keterampilan baru yang dibutuhkan guru/ustadz (misal: penggunaan platform e-learning).
4. Kurikulum Karakter: Menyiapkan Siswa/Santri untuk Dunia Modern
Manajemen strategik penting untuk memperkuat kurikulum karakter, seperti ketangguhan dan kerja sama, agar siswa/santri siap bersaing di dunia yang penuh tantangan.
Penelitian: Yandri (2022) dalam Jurnal Pendidikan Karakter: “Karakter seperti resiliensi kunci keberhasilan siswa di era global.”
Refleksi: Karakter mulia adalah perisai siswa/santri untuk hadapi dunia yang berubah cepat.
Praktik: Rancang satu aktivitas kelas/pondok untuk kembangkan karakter (misal: proyek kelompok untuk kerja sama).
5.Keterlibatan Stakeholder: Bersinergi Hadapi Perubahan
Manajemen strategik penting karena melibatkan orang tua, masyarakat, dan komite untuk mendukung sekolah/madrasah/pesantren menghadapi disrupsi, seperti kebutuhan dana untuk teknologi.
Al-Qur’an: Surah Ali Imran (3): 159
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
Fa-bimā raḥmatin mina Allāhi linta lahum, wa-law kunta faẓẓan ghalīẓa al-qalbi la-infaddū min ḥawlika, fa-u‘fu ‘anhum wa-istaghfir lahum wa-shāwirhum fī al-amr
“Maka berkat rahmat dari Allah, engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu.
Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”
Penelitian: Gupta & Patel (2024) dalam International Journal of
Educational Management: “Kolaborasi stakeholder perkuat respons institusi terhadap perubahan.”
Refleksi: Musyawarah dengan stakeholder adalah kunci sinergi di era disrupsi.
Praktik: Undang satu stakeholder (misal: orang tua) untuk rapat singkat tentang kebutuhan teknologi sekolah/madrasah/pesantren.
6. Sarana-Prasarana: Memfasilitasi Pendidikan Era Digital
Manajemen strategik penting untuk meningkatkan fasilitas, seperti Wi-Fi atau lab digital, agar sekolah/madrasah/pesantren relevan dengan pendidikan modern.
Penelitian: Purnamawati (2020) dalam Jurnal Manajemen
Pendidikan: “Fasilitas digital dukung pembelajaran adaptif di era disrupsi.”
Refleksi: Sarana yang relevan adalah jembatan menuju pendidikan unggul di zaman modern.
Praktik: Identifikasi satu fasilitas yang perlu ditingkatkan (misal: akses internet) dan buat rencana sederhana.
7. Evaluasi Berkala: Menjaga Relevansi Strategi
Manajemen strategik penting untuk mengevaluasi apakah program sekolah/madrasah/pesantren, seperti tahfidz atau STEM, masih relevan dengan kebutuhan era disrupsi.
Penelitian: Beñalet et al. (2023): “Evaluasi berkala pastikan strategi pendidikan tetap selaras dengan perubahan eksternal.”
Refleksi: Evaluasi adalah kompas untuk menjaga sekolah/madrasah/pesantren di jalur yang benar.
Praktik: Pilih satu program (misal: kelas tahfidz atau coding) dan tanyakan kepada siswa/santri: “Apa manfaatnya untuk masa depan?”
Keterkaitan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
Manajemen strategik mendukung SDG 4 di sekolah/madrasah/pesantren: SWOT menavigasi hambatan disrupsi, visi-misi menyelaraskan dengan kebutuhan global, SDM meningkatkan kompetensi, karakter menyiapkan siswa/santri tangguh, stakeholder mendukung pendanaan, sarana memfasilitasi pembelajaran modern, dan evaluasi menjamin mutu pendidikan inklusif.
Tantangan Hari Ini
Lakukan satu tindakan untuk menghadapi disrupsi eksternal dengan manajemen strategik. Tulis di grup ini atau catatan pribadi: “Hari ini, aku menghadapi disrupsi [disrupsi] dengan [tindakan] di sekolah/madrasah/pesantren.”
Contoh: “Hari ini, aku menghadapi disrupsi teknologi dengan merencanakan lab digital di pesantren.”
الحمد لله رب العالمين
Alhamdulillahirabbil’alamin, mari wujudkan sekolah/madrasah/pesantren unggul dengan manajemen strategik!
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Penulis : Syaifulloh - Penikmat Pendidikan
Editor : Sultan Achmad






