Oleh Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
“Technology makes life easier, but don’t let it replace physical activity and healthy social interaction”
“(Teknologi mempermudah hidup, tapi jangan biarkan ia menggantikan aktivitas fisik dan interaksi sosial yang menyehatkan)”
Di tengah gempuran makanan siap saji dan gaya hidup serba instan, tantangan menjaga pola makan sehat semakin besar.
Fenomena “mager” (malas gerak) yang diiringi aktivitas bermedia sosial seharian tanpa olahraga, kian memperparah kondisi tubuh.
Akibatnya, berbagai penyakit seperti diabetes, asam lambung, hipertensi, kolesterol, dan asam urat mudah menyerang.
Islam, sebagai agama yang sempurna, telah mengatur pola makan dan minum dengan sangat baik.
Prinsip utamanya adalah moderasi, menjauhi segala bentuk berlebihan. Allah SWT berfirman,
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوٓا
Artinya:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.”(Qs. Al-A’raf: 31)
Ayat ini menegaskan larangan untuk melampaui batas dalam konsumsi makanan dan minuman, karena berlebihan adalah sifat yang dibenci Allah dan menyerupai perbuatan setan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه
Artinya:
“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perut. Cukuplah bagi anak Adam memakan beberapa suapan untuk menegakkan punggungnya. Namun jika ia harus (melebihkannya), hendaknya sepertiga perutnya (diisi) untuk makanan, sepertiga untuk minuman dan sepertiga lagi untuk bernafas” (HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132), dan lain-lain)
Hadits ini memberikan panduan praktis tentang porsi makan yang ideal, menekankan pentingnya tidak mengisi perut secara penuh agar tubuh tetap ringan dan sehat.
Jadi menjaga kesehatan tubuh adalah amanah dari Allah.
Dengan mengikuti tuntunan Islam untuk makan secukupnya dan tidak berlebihan, serta aktif bergerak, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik dari berbagai penyakit modern, tetapi juga menjalankan perintah agama.
Moderasi adalah kunci menuju hidup yang lebih sehat, berkah, dan jauh dari penyakit.
Semoga bermanfaat,
Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Editor : Sultan Achmad






