Muhammadiyahjombang.com – Ribuan warga Muhammadiyah di Kabupaten Jombang menggelar shalat hari raya Iedul Fitri, Senin (31/3/25).
Shalat iedul fitri di gelar serentak di 48 lokasi yang tersebar di berbagai kecamatan se Jombang.
Salah satunya adalah di halaman Jombang Muhanmadiyah Center (JMC).
Sejak pagi, warga sudah berduyun-duyun mendatangi halaman JMC dengan wajah riang.
Di gerbang JMC, beberapa panitia telah berdiri menyambut dan menawarkan jajanan tradisional dengan ramah.
Sedangkan untuk anak-anak, panitia juga membagikan mainan menarik berupa balon, mobil-mobilan dan berbagai mainan lainnya.
Setiap anak yang datang dipersilahkan mengambil mainan yang diinginkan secara gratis.
Warga kemudian bergegas menggelar sajadahnya di tempat yang telah disediakan panitia.
Mereka kemudian turut mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil di pelataran JMC.
Setelah waktu yang ditentukan tiba, shalat iedul fitri-pun digelar.
Bertindak sebagai imam adalah Ust Ahmad Faolafaux, sedangkan yang menjadi khotib adalah Dr Nurbani Yusuf, Wakil Ketua PDM Batu.
Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan shalat iedul fitri 1446 hijriah sebagai momen kebangkitan bagi umat.
Menurutnya, kemenangan yang diraih Muhammadiyah selama ini adalah kemenangan dialektik.
Banyak hal yang dilakukan Muhammadiyah awalnya ditolak dan dikafir-kafirkan namun lama kelamaan diikuti oleh seluruh umat Islam.
Salah satu contohnya adalah saat tahun 1906 KH Ahmad Dahlan menyampaikan khotbah shalat iedul fitri pertama kali menggunakan bahasa jawa.
Saat itu KH Ahmad Dahlan dikecam oleh seluruh ulama dan dikafir-kafirkan. Sebabl azimnya kala itu khotbah dilakukan dengan bahasa arab.
Namun saat ini semua khotbab di Indonesia dilakukan dengan bahasa lokal/bahasa Indonesia.
Demiian juga saat seluruh ulama di masa lalu berlomba-lomba membangun pondok pesantren, tapi KH Ahmad Dahlan saat itu memiliki keinginan berbeda.
Bukannya membangun pondok pesantren, KH Ahmad Dahlan saat itu justru membangun sebuah rumah sakit.
Hal itu dilakukan semata-mata untuk mengamalkan surat Al Maun agar bisa saling membantu dengan sesama, membantu orang-orang yang kurang mampu agar saat sakit bisa mendapatkan pengobatan lebih baik.
Selain KH Ahmad Dahlan, Dr Nurbani Yusuf juga mencontohkan sosok sahabat Nabi, Usman Bin Affan, bahwa kebkasaan bersedekah atau membagikan hartanya kepada orang lain tidak akan membuat harta kita berkurang, sebaliknya, akan bertambah.
Atas contoh-contoh tersebut, Dr Nurbani Yusuf mengajak seluruh umat Islam agar tidak ragu, menggunakan hartanya untuk membantu orang lain atau menyumbangkan hartanya di jalan Islam.
Karena sejatinya, harta itu tidak berkurang, namun sebaliknya harta itu akan diganti berkali-kali lipat oleh Allah SWT.***
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad