Muhammadiyahjombang.com – Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Mojoagung sukses menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqom pada Sabtu–Ahad, 17–18 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Muhammadiyah Training Center (MTC) Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, dengan diikuti oleh 57 peserta dari enam PCA, yakni Mojoagung, Sumobito, Ploso, Kudu, Megaluh, dan Ngusikan.
Kegiatan Baitul Arqom ini merupakan bagian dari program kerja Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Jombang. Pelaksanaan kegiatan dipandu langsung oleh Majelis Pembinaan Kader (MPK) PDA Jombang sebagai panitia pengarah sekaligus fasilitator. Program ini wajib diikuti oleh PCA yang terbagi dalam empat zona, yaitu zona Barat, Selatan, Timur, dan Utara. Pada pelaksanaan Baitul Arqom keempat ini, giliran Zona Timur yang menjadi peserta.
Selama dua hari satu malam, para peserta mendapatkan sejumlah materi wajib yang menjadi fondasi kaderisasi Aisyiyah. Materi tersebut meliputi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Masailul Khamsah, Anggaran Dasar Aisyiyah, Pengkaderan, Taharatul Qulub, serta Manajemen Konflik dalam Organisasi. Seluruh materi dirancang untuk dapat dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun masyarakat.
Pelaksanaan Baitul Arqom dilakukan dengan sistem menginap, sehingga PDA Jombang dapat memantau secara langsung aktivitas ibadah peserta, termasuk pelaksanaan Qiyamul Lail. Beragam kegiatan keorganisasian dan spiritual dilaksanakan untuk menumbuhkan semangat, militansi, serta kemampuan kader Aisyiyah dalam berorganisasi dan beribadah.
Ketua Majelis Pembinaan Kader PDA Kabupaten Jombang, Dra. Tatik Dwi Prihatin, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan Baitul Arqom adalah menemukan dan menyiapkan kader pimpinan Aisyiyah. “Setelah kader ditemukan, akan dibina dan dikembangkan agar mampu berperan aktif dalam memurnikan ajaran Islam yang sebenar-benarnya,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar ilmu yang diperoleh selama Baitul Arqom tidak berhenti pada tataran teori. “Ilmu ini harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, minimal dalam lingkungan keluarga masing-masing,” tambahnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Islam tidak memiliki tangan, kaki, dan lisan untuk bergerak sendiri. Oleh karena itu, warga Aisyiyah diharapkan mampu menjadi penerus perjuangan Islam, menjaga komitmen dan ideologi ke-Aisyiyahan, sehingga Islam tetap jaya dan mengantarkan umatnya menuju ridha dan surga Allah SWT.
Sementara itu, Dra. Nur Khasanah, selaku Ketua PCA Kecamatan Mojoagung sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, berharap agar Baitul Arqom dapat terus dilaksanakan pada kesempatan-kesempatan berikutnya dengan kualitas yang semakin baik. “Semoga kegiatan ini dapat terus istiqamah dan mampu mencetak kader-kader Aisyiyah yang tangguh dan shalihah,” ungkapnya.
Kegiatan Baitul Arqom ini menjadi salah satu upaya nyata Aisyiyah dalam memperkuat kaderisasi dan membangun sumber daya perempuan yang beriman, berilmu, serta berkomitmen dalam dakwah dan organisasi.***






