Muhammadiyahjombang.com – Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) gandeng Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Majapahit untuk memberikan pelatihan jurnalistik modern kepada siswa-siswi SMA Muhammadiyah 1 Jombang, Rabu-Kamis (22-23/7).
Kegiatan yang diikuti 30 siswa putra dan putri itu menjadi bekal bagi generasi muda untuk memahami dunia jurnalistik sekaligus menghadapi tantangan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program IJTI Goes to School.
Ketua MPID yang notabene adalah mantan ketua IJTI Korda Majapahit 2019-2022 kemudian membawa tim IJTI masuk ke SMAM untuk mengenalkan jurnalistik modern kepada siswa-siswi sekolah swasta unggulan di kota Jombang tersebut.
Pelatihan dibuka dengan sambutan Kepala SMA Muhammadiyah 1 Jombang Juni Muslimin dan Ketua IJTI Korda Majapahit 2025-2028 Moh Syafiudin. Selama dua hari, para peserta mendapatkan materi teknik dasar jurnalistik, penulisan berita, videografi, fotografi, praktik liputan hingga podcast.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Jombang Juni Muslimin mengatakan, pelatihan tersebut sangat dibutuhkan karena membuka peluang bagi siswa mengembangkan kemampuan di bidang jurnalistik dan konten digital.
“Ini kesempatan yang baik sehingga silakan diikuti sebaik-baiknya. Ini juga sangat dekat dengan keseharian Gen Z,” ujarnya.

Menurut dia, ilmu jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis membuat berita, foto maupun video. Namun, yang lebih penting adalah membangun karakter, adab dan etika dalam menyampaikan informasi.
“Hari-hari ini banyak berita hoaks. Karena itu kalian harus belajar bagaimana membuat berita yang berintegritas. Ketika membuat tulisan, wawancara, foto maupun video, kedepankan adab dan etik,” tuturnya.
Juni juga mengapresiasi IJTI Korda Majapahit yang telah berbagi pengetahuan kepada para siswa melalui pelatihan tersebut.
Sementara itu, Ketua IJTI Korda Majapahit Moh Syafiudin menekankan pentingnya literasi jurnalistik di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI. Menurutnya, saat ini AI memang mampu membantu menghasilkan berbagai bentuk konten, termasuk berita.
Namun, kata dia, masih ada peran yang tidak dapat digantikan teknologi, yakni kemampuan manusia melakukan verifikasi informasi dan menjaga integritas pemberitaan.
“AI memang semakin canggih, tetapi berita palsu dan informasi palsu juga semakin mudah beredar. Karena itu kemampuan memverifikasi fakta tetap menjadi tugas manusia,” jelasnya.
Dia berharap pelatihan tersebut menjadi bekal bagi para siswa untuk menjadi penyebar informasi yang positif dan bertanggung jawab.
“Semoga ini menjadi bekal dakwah juga bagi siswa agar bisa menjadi penyebar informasi, konten, maupun video yang baik untuk sesama dan masyarakat luas,” pungkasnya.
Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan materi teknik dasar jurnalistik dari Adi Rosul, teknik penulisan berita dari Elok Apriyanto, dasar videografi dari Muktar Bagus, fotografi dari Syaiful Arif, dilanjutkan praktik penulisan, videografi, fotografi bersama Mujiarso serta ditutup dengan sesi podcast pada hari kedua.
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad













Komentar