Muhammadiyahjombang.com – Semangat Ramadhan terasa istimewa di Masjid KH Ahmad Dahlan Sengon Jombang. Lembaga Studi Al-Qur’an Braille & Isyarat Muhammadiyah (LASABMU) Jombang kembali menggelar agenda rutin Ramadhan bertajuk Sinau Bareng Al-Qur’an Braille dan Isyarat, Ahad (22/2/26).
Kegiatan ini dilaksanakan setiap Ahad selama bulan suci Ramadhan dan diikuti 24 peserta, terdiri dari sahabat tuna netra dan tuna rungu/tuli. Suasana belajar berlangsung hangat, penuh kekhusyukan dan kebersamaan.
Di satu sudut, tampak peserta meraba huruf-huruf Braille Al-Qur’an dengan penuh ketekunan. Jemari mereka menelusuri setiap titik timbul dengan kesabaran dan keyakinan. Di sisi lain, para peserta mempelajari Al-Qur’an Isyarat, mengaji melalui gerakan tangan yang sarat makna dan keimanan. Setiap gerak menjadi bahasa, setiap isyarat menjadi cahaya hidayah.
Ketua LASABMU, Achmad Fathul Iman, menyampaikan bahwa kegiatan Sinau Bareng Al Qur’an kini telah memasuki tahun ke-2. Menurutnya, keberlanjutan program tersebut menjadi bukti nyata komitmen dakwah inklusi Muhammadiyah Jombang.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah memasuki tahun kedua. Ini adalah bagian dari komitmen dakwah inklusi. Semua berhak belajar Al-Qur’an. Al-Qur’an untuk semua. Dakwah tanpa batas,” tegasnya.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat, khususnya kalangan difabel, dalam mempelajari Al-Qur’an sangat tinggi. Hal ini membuktikan bahwa ketika akses dibuka dan ruang disediakan, semangat belajar tumbuh luar biasa.
Kegiatan ini terbuka untuk semua kalangan dan tidak dipungut biaya. Tidak ada sekat, tidak ada diskriminasi. Inilah wajah dakwah yang merangkul, menguatkan, dan memuliakan.
Tak hanya di bulan Ramadhan, LASABMU bersama Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU) Jombang juga mendirikan TPQ Inklusi Muhammadiyah Jombang yang diselenggarakan setiap hari Jumat di SLB Muhammadiyah Jombang. TPQ ini terbuka untuk umum, menerima semua jenis difabel, dan menjadi ruang belajar Al-Qur’an Braille dan Isyarat secara berkelanjutan.

Langkah nyata ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah Jombang tidak hanya berbicara tentang inklusi, tetapi benar-benar menghadirkannya dalam gerakan dakwah yang konkret — dakwah yang memastikan tidak ada satu pun yang tertinggal. Dakwah yang menegaskan bahwa setiap insan, apa pun kondisinya, memiliki hak yang sama untuk dekat dengan Kalamullah.
Ramadhan ini, Muhammadiyah Jombang mengajak masyarakat luas untuk ikut serta, mendukung, dan menyebarkan semangat dakwah inklusi. Karena Al-Qur’an bukan hanya untuk sebagian, tetapi untuk semua.***
Editor : Sultan Achmad






