Muhammadiyahjombang.com – Keberadaan Muhammadiyah di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, tidak bisa dilepaskan dari sosok KH. Azhar Sirin, seorang mubalig sekaligus pegiat dakwah yang menjadi pelopor awal gerakan Muhammadiyah di wilayah ini.
Awal Mula Dakwah Muhammadiyah di Ngoro
Cikal bakal Muhammadiyah di Ngoro bermula pada sekitar tahun 1978, ketika KH. Azhar Sirin bersama keluarganya pindah dari Jakarta ke Ngoro. Dia menyewa sebuah rumah bekas milik warga keturunan Tionghoa yang terletak di sebelah selatan Pabrik Limun Agung Ngoro.
Untuk menopang kehidupan keluarga, KH. Azhar Sirin membuka usaha neci dan obras, sekaligus menjual perlengkapan jahit dan obras.
KH. Azhar Sirin dikenal sebagai mantan wartawan di Jakarta dan merupakan putra Kyai Sirin dari Desa Badang, Kecamatan Ngoro.
Di sela-sela kesibukannya berwirausaha, ia mulai merintis dakwah Islam dengan metode silaturahmi dari rumah ke rumah.
Puncak awal kegiatan keagamaan ditandai dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah pada tahun 1978 di lantai dua rumah H. Hadi, yang merupakan kakak ipar dari H. Baidhowi. Jamaah awal berasal dari warga sekitar Pasar Ngoro.
Pendirian Masjid Al Hikmah Ngoro
Seiring bertambahnya jumlah jamaah, kebutuhan akan tempat ibadah yang lebih representatif semakin mendesak.
Atas inisiatif bersama, pada tahun 1981 dibelilah sebidang lahan kosong di sebelah timur Pasar Ngoro, yang kemudian dibangun sebuah masjid kecil bernama Masjid Al Hikmah Ngoro.
Perkembangan dakwah Muhammadiyah di Ngoro semakin pesat dengan bergabungnya sejumlah tokoh masyarakat, antara lain:
• H. Baidlowi (pedagang roti)
• Sarli, BA (PNS/guru)
• M. Harun (veteran)
• H. Suherman (PNS/guru)
• M. Buchair (veteran)
• M. Hamdah (pegawai KUA)
• Harsoyo (wiraswasta)
• Agung (pedagang soto)
• Mukhlas (pegawai KUA)
• Abdul Mujib
• Moh. Shodiq
• M. Agus Rangin
Perintisan Amal Usaha Pendidikan
Setelah berdirinya Masjid Al Hikmah, Muhammadiyah Ngoro mulai mengembangkan amal usaha pendidikan.
Pada Juli 1983, didirikan TK Al Hikmah Ngoro dengan Ibu Siti Rohmah sebagai kepala sekolah pertama. TK ini menempati sebuah rumah kosong yang berada di sebelah selatan Masjid Al Hikmah.
Pada masa awal, aktivitas dakwah Muhammadiyah Ngoro masih berada di bawah naungan PCM Bareng. Tonggak penting berikutnya adalah berdirinya SMA Muhammadiyah 3 Jombang (SMAM 3) di Ngoro pada tahun 1986.
Sekolah ini dipimpin oleh Suwarno sebagai kepala sekolah pertama dan berdiri di atas tanah wakaf seluas hampir 1 hektare di Jl. Patimura No. 9, Berjel, Ngoro, yang diwakafkan oleh H. Suprih, putra H. Sonhaji dari Dusun Jeruk Kuwik, Kecamatan Bareng.
Lahirnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngoro
Lahirnya Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngoro dilatar belakangi oleh pendirian Balai Kesehatan Muhammadiyah (BKM) Ngoro pada tahun 1992. Balai kesehatan ini digagas oleh para pemuda Muhammadiyah, antara lain Ja’far Ali, Manro Utomo, Sugeng Suprianto, Sutoyo, dan Moh. Zein.
Karena secara struktural amal usaha harus berada di bawah PCM, maka pada tahun yang sama, 1992, resmi dibentuk PCM Ngoro dengan susunan pengurus pertama:
• Ketua: KH. Azhar Sirin
• Sekretaris: Mukhlas
• Bendahara: H. Maksum
Perkembangan Kepemimpinan PCM Ngoro
Sejak berdiri, PCM Ngoro mengalami beberapa periode kepemimpinan:
1. Periode 1992–2000
Ketua: KH. Azhar Sirin
Sekretaris: Mukhlas
Bendahara: H. Maksum
2. Periode 2000–2005
Ketua: H. Suherman
Sekretaris: Mukhlas
Bendahara: H. Maksum
3. Periode 2005–2010
Ketua: Baidlowi, ZA
Sekretaris: M. Firdaus
Bendahara: H. Maksum
Pada periode ini, tepatnya tahun 2005, berdiri Masjid Al Ustamani di lingkungan SMK Muhammadiyah I Ngoro Jombang.
4. Periode 2010–2015
Ketua: H. Nurul Huda
Sekretaris: Abdul Rouf
Bendahara: Suhariyanto
Pada periode ini dilaksanakan pembangunan dan renovasi 6 unit toilet dan tempat wudlu, serta perluasan lantai dua TK Al Hikmah di sisi timur Masjid Al Hikmah. Keberadaan fasilitas tersebut meningkatkan pendapatan masjid secara signifikan karena dimanfaatkan oleh para pedagang Pasar Ngoro.
5. Periode 2015–2020
Ketua: Manro Utomo
Sekretaris: Abdul Rouf
Bendahara: Suhariyanto (kemudian digantikan Abdul Rosad)
Pada masa ini PCM Ngoro melakukan pengembangan besar-besaran, antara lain:
o Renovasi klinik, renovasi TK ABA, serta renovasi dan pembangunan SMK Muhammadiyah I Ngoro
o Pembangunan kantin sekolah untuk warga Muhammadiyah
o Inisiasi asrama santri Pesantren Teknologi (TRENTEKNO)
o Pembangunan bengkel mobil SMKM I Ngoro
6. Periode 2020–2027
Ketua: Manro Utomo
Sekretaris: Abdul Rouf
Bendahara: Abdul Rosad
Dalam periode ini, PCM Ngoro berhasil mendirikan:
o BTM (Baitut Tanwil Muhammadiyah) sebagai amal usaha ekonomi
o Gedung Dakwah PCM Ngoro di Jl. Patimura No. 9 Berjel Ngoro
Gedung dakwah ini digunakan bersama dengan SMKM I Ngoro sebagai ruang podcast dan ruang Teaching Factory (TEFA) bagi siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.
Amal Usaha Ekonomi dan Media
Selain bidang pendidikan dan kesehatan, PCM Ngoro juga aktif mengembangkan berbagai amal usaha ekonomi dan media, di antaranya:
• Usaha peternakan ayam dan ikan lele (1991)
• LAKUM (Lembaga Keuangan Muhammadiyah) tahun 1994, yang menjadi cikal bakal Koperasi Surya Sekawan Jombang
• Usaha wartel (1996)
• Toko berjalan untuk kebutuhan sembako warga Muhammadiyah
• UMKM selep tepung
• Radio Mega FM 97,8 Hz (1998), dengan Manro Utomo sebagai direktur dan H. Maksum sebagai bendahara
Namun radio ini terpaksa berhenti beroperasi karena kendala perizinan nasional setelah Departemen Penerangan RI dibubarkan oleh Presiden KH. Abdurrahman Wahid.***
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad






