Oleh: Hanum Habibah
Ketika mempelajari materi Sistem Saraf, ada siswa yang bertanya seputar orang gila.
Mereka menanyakan hubungan orang gila dengan sistem saraf, dan mengapa sampai ada di jalanan.
Akhirnya kami berdiskusi hangat.
Sebenarnya orang gila lebih tepat disebut orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Ada bermacam- macam jenis gangguan jiwa.
Bila sudah ada di jalanan begini memang sudah parah gangguan jiwanya.
Namun sebenarnya gangguan jiwa tidak melulu dialami oleh mereka yang ada di jalanan.
Gangguan jiwa bisa juga dialami oleh mereka yang terlihat sehat.
Dalam dunia kesehatan, ada gangguan kejiwaan yang disebut megalomania.
Gangguan ini digolongkan ke dalam gangguan kepribadian narsistik atau NPD (Narcisstic Personality Disorder) . Yaitu merasa dirinya sangat penting, meski sebenarnya tak ada prestasi apapun.
Gangguan ini lebih sering ditemukan pada pria.
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kemungkinan merupakan kombinasi faktor genetik dan lingkungan.
Bila dihubungkan dengan faktor lingkungan, misalnya riwayat hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi, contohnya tidak adanya pengakuan, diremehkan, dianggap tidak berhasil, kritik berlebihan, ekspektasi yang berlebihan.
Pelecehan atau olok- olok dari orang tua bisa menyuburkan bibit gangguan jiwa ini.
Ada banyak gejala atau ciri-ciri pengidap megalomania, di antaranya adalah:
1.Membutuhkan pujian yang berlebihan.
2.Mengabaikan perasaan orang lain.
3.Tidak suka dikritik.
4.Merasa punya hak lebih.
5.Sering merasa iri kepada orang lain dan merasa orang lain iri kepadanya.
6.Berperilaku sombong dan angkuh.
7.Merasa dapat menyelesaikan masalah apapun yang ada, meski terkadang berperilaku manipulatif untuk itu.
8.Merasa serba bisa. Suka membandingkan diri sendiri dengan orang lain, dan menganggap dirinya lebih baik dari orang lain.
9.Tidak pernah mau mengakui kesalahan meskipun jelas salah dan tak mau belajar dari kesalahan.
10.Bersifat narsistik yang mementingkan citra diri / reputasi diri.
11.Kepedulian berlebihan terhadap reaksi orang lain. Jika reaksi orang lain negatif, maka orang dengan megalomania ini akan menganggap bahwa ada masalah dengan
orang tersebut.
12.Merasa lebih superior dibandingkan dengan orang lain karena kesombongan yang didukung oleh ego yang kuat.
13.Tidak pernah mau meminta maaf dan mengakui kesalahan meski bersalah, dan menantang orang yang menganggapnya
salah.
14.Berbohong demi mendapatkan pengakuan.
15.Haus kekuasaan.
16.Seringkali menganggap dirinya kaya raya.
17.Menganggap rendah orang lain.
18.Tidak bisa mendengarkan pendapat orang lain.
19.Ingin orang lain takut kepadanya.
20.Mudah berubah mood.
21.Suka membesar-besarkan sesuatu.
22.Mudah marah.
Gangguan ini terkadang dianggap sepele, namun dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan mental pengidapnya.
Oleh sebab itu, mengenali gejalanya sejak dini akan lebih baik.
Tidak ada obat khusus yang dapat menyembuhkan kelainan megalomania ini, namun bisa konsultasi ke dokter yang tepat atau ahli kejiwaan untuk dapat diberi psikoterapi.***
Editor : Sultan Achmad