MuhammadiyahJombang.Com – Majelis Kesehatan Pimpinan Daerah Aisyiyah Jombang menggelar Workshop Pencegahan Perkawinan Anak, Ahad (15/12/24).
Acara tersebut digelar PD Aisyiyah Jombang di aula Bung Tomo Pemkab.
Workshop Pencegahan Perkawinan Anak dilaksanakan PD Aisyiyah Jombang untuk membantu pemerintah mempercepat penurunan stunting dan menyiapkan generasi emas 2045.
Ida Sukarsih, Ketua Majelis Kesehatan PD Aisyiyah Jombang menjelaskan, total ada 200 orang peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
Mereka terdiri dari perwakilan Majelis di PD Aisyiyah Jombang, Ortom, Pimpinan dan delegasi PCA (Pimpinan Cabang Aisyiyah) se Jombang.
Sedangkan untuk pematerinya, PDA Jombang mendatangkan dr Ahmad Masfur dari RSUD Jombang dan Dr. Muhammad Nur Choyatul Amin, peneliti Bidang Pangan dari Unair.
Saat menyampaikan materinya, dr AhmaD Masfur menjelaskan bahwa pencegahan stunting bisa dilakukan sejak usia remaja.
Saat masih remaja, hendaknya kita selalu mendapat asupan gizi yang baik.
Jika saat remaja gizinya baik, lalu ketika menikah dan hamil gizinya juga tercukupi maka calon bayi yang ada di dalam kandungan akan tumbuh dengan sehat.
Namun sebaliknya, jika sejak usia remaja asupan gizinya kurang bagus, lalu setelah menikah dan hamil pola makannya tidak berubah dan tidak mencukupi standart kebutuhan gizi hariannya, maka bayi yang ada di dalam kandungannya rawan mengalami stunting.
“Jadi stunting itu juga bisa terjadi pada saat bayi masih berada di dalam kandungan, karena asupan gizi yang dikonsumsi orang tuanya kurang”, ujar dr Masfur.
Bila itu terus dibiarkan, maka hal buruk yang dimungkinkan bisa terjadi adalah bayinya akan lahir prematur.
Itu sebabnya, menurut dr Masfur, penting bagi orang tua untuk melarang putra putrinya menikah usia dini karena mereka belum memiliki pengetahuan cukup terkait hal ini.

Sedangkan pemateri kedua, yaitu Dr. Muhammad Nur Choyatul Amin lebih banyak memberikan penjelasan terkait pentingnya mengonsumsi ikan untuk menghindari stunting.
Sebab menurutnya, ikan menjadi bahan makanan yang direkomendasikan oleh para ahli gizi karena memiliki kandungan protein yang tinggi, serta kaya akan DHA dan EPA (hormon penunda rasa lapar).
Diantara jenis ikan yang kandungan proteinnya paling tinggi, menurut Dr. Amin adalah ikan tuna, salmon, dan ikan tongkol.
Sehingga agar anaknya terhindar dari stunting, Dr Amin menghimbau para orang tua agar tidak ragu-ragu mengonsumsi ikan terutama ikan tongkol, tuna atau ikan salmon.
Tak hanya ikan laut saja, sejumlah ikan air tawar, menurut Dr Amin juga bagus untuk di konsumsi, seperti ikan lele, nila, dll.
Namun yang perlu diperhatikan saat mengonsumsi ikan air tawar adalah asal dan makanan yang diberikan kepada ikan tersebut.
Sebab demi mengejar keuntungan bisnis, tidak sedikit peternak yang memberi makanan pada ikannya dengan makanan-makanan yang tidak semestinya, seperti bangkai binatang tertentu atau kotoran.
Bila kita mengonsumsi ikan yang diberi makan kotoran atau bangkai, maka ikan yang sebenarnya bagus akan berubah menjadi tidak bagus bagi kesehatan jika kita konsumsi.
Sehingga jika membeli ikan, Dr Amin mengingatkan peserta agar berhati-hati dalam memilih.
“Lebih bagus kita membeli ikan yang kita pelihara sendiri atau kalau beli kita membeli pada peternak yang kita tahu perawatannya”, pungkas Dr Amin.
Melalui workshop tersebut, PD Aisyiyah Jombang berharap masyarakat bisa turut serta mencegah pernikahan anak dan menurunkan angka stunting di Jombang.***
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad