MuhammadiyahJombang,Com – Salah satu pejuang Muhammadiyah di Jombang kembali berpulang.
Dia adalah Ust Djaelani Ghofur, Ketua KBIHu Sidrotul Muntaha Jombang.
Ust Djaelani Ghofur wafat di rumahnya, Kelurahan Jelakombo Kecamatan Jombang, Jumat (15/11/24) sekitar pukul 20.00 WIB.
Rencanyanya, jenazah Ust Djaelani Ghofur akan dimakamkan sekitar pukul 06.30 pagi ini, Sabtu (16/11/24).
Bagi warga Muhammadiyah di Jombang, Ust Djaelani Ghofur merupakan sosok yang sudah tidak asing lagi.
Dia sudah lama berkecimpung dalam berbagai kegiatan di Muhammadiyah Jombang.
Ust. Djaelani Ghofur juga pernah dipercaya memimpin sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah di Jombang, diantaranya adalah menjadi Kepala SMP Muhammadiyah 2 Mojoagung, dan Kepala SMA Muhammadiyah 2 Mojoagung,
Ust Djaelani Ghofur kemudian juga dipercaya menjadi Ketua Majelus Dikdasmen PDM Jombang, lalu menjadi Ketua KBIHu Sidrotul Muntaha Jombang hingga akhir hayatnya.
Ust Djaelani juga menjadi salah satu motor berdirinya Masjid KH Ahmad Dahlan di Sengon Jombang.
Di mata para sahabatnya, Ust Djaelani dikenal sebagai sosok pejuang yang penuh semangat dan dedikasi dalam menjalankan tugasnya di Muhammadiyah.
Ustadzah Prihantini Ali, salah satu sahabat Ust Djaelani Ghofur menjelaslan, beberapa hari sebelum sakit Ust Dhaelani mengundang seluruh pengurus KBIHu untuk makan-makan di rumahnya.
“Seperti mau pamit mas, wis engko sing ngurusi KBIHu, sing wira wiri nang kemenag sampean, mergone sampean sing wis dikenal karo wong-wong kemenag”, ujar Ustadzah Prihantini Ali menirukan ucapan Ust Djaelani Ghofur.
” Lho kok aku, lha sampetan kate nang endi lho?”, tanya Ustadzah Prihantini Ali sambil guyon.
“Wis pokoke sampean tak angkat dadi wakilku”, ucap Ust Djaelani Ghofur saat itu.
“Sing semangat ngopeni KBIHu”, pesannya.
Beberapa hari kemudian, menurut Ustadzah Ulfa, istrinya, Ust Djaelani menghadiri acara pengajian di empat lokasi dalam sehari.
Saat pulang ke rumahnya, ust Djaelani merasa kepalanya pusing sehingga disuruh segera istirahat oleh istrinya.
Sejak itulah, ust Djaelani kemudian jatuh sakit dan dilarikan ke RSUD Jombang.
Setelah kondisinya membaik, ust Daelani diperbolehkan pulang dan beristirahat di rumahnya.
Hingga jumat (15/11/24) malam, Allah ternyata memanggilnya.
Ust Djaelani wafat meninggalkan istri dan dua orang putra.
Semoga seluruh perjuangan/amal Ust Djaelani di Muhammadiyah diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amiin.***
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad