MuhammadiyahJombang.Com – Relokasi masjid Al-Huda oleh PCM Wonosalam di Dukuh Junggo Dusun Mangirejo Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang terus berlanjut.
PCM Wonosalam sengaja melakukan relokasi karena kondisi masjid yang didirikan pada tahun 1979 itu sudah terlalu tua.
PCM Wonosalam juga menilai, saat bulan Ramadhan, Masjid Al Huda sudah tidak mampu menampung jamaah dalam jumlah banyak.
Proses relokasi terhadap masjid Al huda telah dimulai pada Ahad (8/9/24) lalu.
Saat itu, yang meletakkan batu pertama di tempat relokasi Masjid Al Huda adalah Ketua Pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Sukadiono.
Turut hadir dalam acara peletakkan batu pertama tersebut adalah para Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang dan para Pimpinan Cabang Muhammadiyah se Kabupaten Jombang.
Selama musim penghujan, proses pengerjaannya terus berlanjut dengan menyiapkan terop sebagai peneduhnya.
Lokasi masjid Al Huda berada di lereng gunung Anjasmoro dengan ketinggian 790 mdpl.
Masjid Al Huda merupakan wakaf dari keluarga H. Awaludin Rambe yang pembinaannya dilakukan oleh Pondok Pesantren Tarbiyah Wonosalam Pimpinan KH. Nur Rachmat Hidayat.
Selama ini, masjid Al Huda selalu ramai oleh aktifitas jamaah.
Rencananya masjid Al Huda yang baru nanti akan dibangun dengan luas 255 m2 dilengkapi dengan sarana dapur umum untuk menunjang acara masjid dan kaum muslimin di sekitar masjid.
Tak lama setelah peletakan batu pertama, warga dukuh Junggo langsung bergotong royong membuat pondasi masjid.
Pengerjaan pondasi tersebut bahkan seringkali dimulai malam hari ba’da sholat Isya’ hingga larut malam.
Selanjutnya, secara gotong royong pada hari Jum’at tanggal 15 November 2024 dilakukan kerja bakti pembuatan begisting.
Begisting adalah cetakan cor yang terbuat dari kayu. Sekitar 15 orang terlibat dalam kegiatan ini didukung oleh ibu-ibu yang menyumbangkan berbagai jenis jajanan tradisional.
Pada saat pengecoran sloop, Ahad (24/11/24) pagi, dilakukan kerja bakti kembali dengan menggerakkan hampir seluruh warga Dukuh Junggo.
Puluhan warga baik dewasa maupun anak-anak bahu membahu menyelesaikan pengecoran sloop dibantu dengan 2 mesin molen.
Di rumah salah satu warga, berkumpul ibu-ibu yang menyiapkan konsumsi sarapan dan makan siang buat warga sekitar 80 orang.
Sejak shubuh, Dukuh Junggo diguyur hujan deras, namun pengerjaan akan dimulai, cuaca berubah dan sangat mendukung.
Begitu selesai pengecoran hujan kembali turun deras.
Pengecoran adalah cor yang terbuat dari pasir, koral, semen, dan air. Digunakan untuk mengecor pondasi, tiang, dan lain-lain.
Bahan-bahan tersebut sebagian besarnya berasal dari sumbangan kaum muslimin.
Ada yang menyumbangkan bahan bangunan seperti besi, semen, berupa dana dan tenaga sebagai bentuk amal jariyah.
Ustadz Gigih Bawono,i ketua PCM Wonosalam dan para Ibu dari PCA Wonosalam turut hadir membantu pengecoran sampai selesai.
Ia mengajak dan mempersilahkan kaum muslimin untuk menitipkan infaq untuk relokasi masjid al-Huda.
Hal yang sama juga diungkap oleh Jalaludin Hambali, perwakilan dari PDM Jombang.
Ia berharap, Masjid Al Huda yang baru nanti dapat melayani masyarakat dan menjadi tempat bagi masyarakat umum untuk beristirahat.
“PDM Jombang mendukung pembangunan masjid Al-Huda untuk melayani masyarakat dan musafir untuk beristirahat di masjid ini”, ujarnya.
Kini, tim relokasi masjid Al Huda sedang bersiap membuat cor tiang dan dek lantai satu.
Untuk program tersebut, panitia membutuhkan dana sebesar Rp. 786 juta rupiah guna membeli material yang dibutuhkan, seperti besi, batu, dan lain-lain.
Informasi lebih lengkap mengenai proses relokasi dan pembangunan masjid Al Huda dapat menghubungi :
1. Ust.GigihBawonoHp no085895843441
2. KH. Nur RacmatHidayatHp no 085101332927
3. Ust. JalaludinHp no081235905090
Penulis : Ahmad Sholahuddin dan Jebril Arsenio
Editor : Sultan Achmad