Oleh Ubaidillah Ichsan, S.Pd
“Sometimes Allah knocks on your heart, with sadness, loss, pain, failure, so that you return to Him”
“Terkadang Allah mengetuk hatimu, dengan kesedihan, kehilangan, kesakitan, kegagalan, agar kamu kembali kepada-Nya”
Seringkali kita memberikan nasihat kepada orang lain, berharap mereka dapat mengambil hikmah dan memperbaiki diri. Namun, perlu diingat bahwa hidayah atau petunjuk sejati hanya datang dari Allah SWT. Nasihat kita hanyalah sebagai pemicu, sedangkan Allah-lah yang membuka hati seseorang untuk menerima kebenaran. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya,
إِنَّكَ لَا تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Artinya:
Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (Qs. Qashash:56)
Ayat di atas dengan jelas menyatakan bahwa hidayah adalah hak prerogatif Allah SWT. Tidak ada manusia yang mampu memberikan hidayah kepada orang lain, secuali hanyaAllah SWT.
Hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah SWT. Maka kita jangan sampai putus asa dalam memberikan nasihat, namun tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda,
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
Artinya:
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat. “(HR. Bukhari No. 3461)
Yang dimaksud dengan hadits ini adalah sampaikan kalimat yang bermanfaat, bisa jadi dari ayat Al Qur’an atau hadits.
Maka oleh sebab itu, kita sebagai manusia memiliki tanggung jawab untuk saling mengingatkan dan memberikan nasihat. Namun, kita harus menyadari bahwa hidayah adalah urusan Allah SWT. Kita hanya bisa berusaha dan berdoa agar Allah memberikan hidayah kepada orang yang kita nasihati.
Mari kita jadikan nasihat sebagai sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Namun, jangan pernah lupa bahwa hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah SWT yang tidak bisa dipaksakan.
Semoga bermanfaat
Editor : Sultan Achmad