MuhammadiyahJombang.Com – Perkembangan tekhnologi telah banyak merubah pola hidup masyarakat.
Mulai dari cara orang bersosialisasi, cara orang mencari hiburan hingga cara orang mencari uang telah banyak mengalami perubahan dalam belasan tahun terakhir.
Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Mukhtar Bagus, Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) PD Muhammadiyah Jombang saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Etika bermedsos sesuai dengan kaidah islam, di aula Islamic Center Jombang, Sabtu (23/11/24).
Dalam acara yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut, Mukhtar Bagus mengingatkan bahwa kehadiran media social meru;pakan hal yang tak bisa dihindari.
Banyak media mainstream yang awalnya menolak dan berusaha melawan kehadiran medsos sekarang telah berbalik arah.
Mereka justru berlomba-lomba menjadikan medsos sebagai senjata agar bisa bertahan dan terus hidup.
“Siapa yang melawan dia akan mati, dan siapa yang bisa bermain di dalamnya dia akan mendapat keuntungan besar”, ucap Mukhtar.
Pun demikian, ada etika tak tertulis dalam medsos yang menurut Mukhtar harus tetap dipegang teguh bagi generasi muda Islam dalam menggunakan medsos.
Sebab menurutnya, dunia maya dalam medsos sejatinya sama dengan dunia nyata.
“Hendaknya kita tetap memegang teguh prinsip-prinsip yang pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu selalu menjadi pribadi yang rendah hati, santun dalam bertutur kata, tidak mengumbar aib dan menyakiti orang lain”, jelasnya.
Mantan ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Majapahit itu mengingatkan, kelak akan ada hisab/perhitungan dari apa yang kita perbuat di medsos.
Untuk pemuda muslim, medsos tak hanya bisa menjadi wahana bisnis baru, tapi juga bisa menjadi media dakwah untuk menyebarkan kebaikan kepada masyarakat.
Hal itu bisa dilakukan dengan cara yang paling mudah dan sederhana, seperti mendokumentasikan ceramah orang lain lalu meyebarkannya melalui media sosial.
“Soal pahala jangan ditanya, sekali saja kita menyampaikan kebaikan, lalu kebaikan tersebut dipahami dan diamalkan oleh orang lain, maka kita akan mendapatkan pahala terus menerus dari orang yang mengamalkan kebaikan tersebut”, kata Mukhtar.
“Bagi teman-teman yang tidak bisa menjadi dai, tidak bisa berceramah, atau bisa ceramah tapi tidak pernah ada yang mau ngundang, anda tetap bisa memperoleh pahala sama seperti pahalanya dai terkenal jika anda mau membantu merekam, mendokumentasikan, lalu menyebarkan ilmu yang disampaikan oleh dai tersebut”, ujar Mukhtar.
Di akhir materinya, Mukhtar mengajak para generasi muda muslim untuk giat bermedsos secara positif.
“Manfaatkan media sosial untuk dakwah, menebarkan kebaikan dan menolong orang lain, lalu rasakan manfaatnya. Akan banyak kebaikan yang datang yang tidak pernah anda sangka-sangka”, pungkasnya.***
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad