Oleh
Ubaidillah Ichsan, S.Pd
“The future is never easy. Use what you learned in the past as a guide”
“(Masa depan tidak pernah mudah. Gunakan apa yang Anda pelajari di masa lalu sebagai panduan)”
Tahun 2024 akan berlalu dan tahun 2025 akan segera dimulai.
Ada kegagalan, kekecewaan, kehilangan, kesedihan, kemarahan, hingga keputusasaan.
Ada keinginan yang tak terwujud, asa yang tak tergapai, dan cita-cita yang tertunda tahun lalu.
Namun, di balik semua hal yang menyakitkan itu, akan selalu ada sesuatu, sekecil apa pun, yang pasti bisa kita syukuri karena sejatinya syukur adalah awal dari kebahagiaan.
Akhir tahun adalah momen yang tepat untuk kita merenung sejenak dan bersyukur atas segala karunia yang telah Allah berikan.
Dalam hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, seringkali kita lupa untuk menghitung nikmat-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,
فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya:
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Qs.A l-Baqarah:152)
Ayat ini mengandung pesan mendalam yang mengajak umat Islam untuk senantiasa mengingat Allah, bersyukur, dan tidak mengingkari nikmat-Nya.
Bersyukur adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menyebutkan bahwa syukur adalah kunci untuk mendapatkan keberkahan dan peningkatan nikmat.
Jadi dengan bersyukur, kita tidak hanya menunjukkan rasa terima kasih kepada Allah, tetapi juga melatih hati untuk selalu merasa cukup dan tidak tamak.
Refleksi akhir tahun juga membantu kita untuk melihat sejauh mana kita telah berkembang dan apa saja yang perlu diperbaiki di masa mendatang.
Semoga bermanfaat.***
Editor : Sultan Achmad