Menjaga Lisan

Jumat, 27 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi - Muhammadiyah Jombang (pixabay)

Foto ilustrasi - Muhammadiyah Jombang (pixabay)

Oleh: Ubaidillah Ichsan

“Don’t let your tongue mention the shortcomings of others, because you also have flaws and other people have tongues”
“(Lidahmu jangan kamu biarkan menyebut kekurangan orang lain, sebab kamu pun punya kekurangan dan orang lain pun punya lidah)”

Dalam hidup ini, hal yang sangat penting untuk dijaga setiap manusia adalah lisannya.

Bukan berarti perbuatan tidak penting untuk dijaga, akan tetapi ketika seseorang menyakiti orang lain dengan perbuatannya, maka jelas terlihat dengan fisik yang disakiti dan bisa diobati, tetapi ketika sesorang menyakiti dengan lisan, ia tidak terlihat secara fisik dimana yang disakitinya, karena yang sakit ada di hati dan tidak terlihat secara fisik, maka dari itu lisan sangat penting untuk dijaga.

Dalam sebuah maqolah/perkataan

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

Artinya :
“Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.”

Pada hakikatnya Allâh Swt menganugerahkan lisan kepada manusia adalah untuk memudahkan berkomunikasi dengan orang lain dan Keberadaan lisan bagi manusia banyak memberikan manfaat dan juga bisa menjadi sumber Mala petaka.

Baca Juga:  Isa Putra Maryam: Hamba Atau Tuhan ?

Dalam ajaran Islam, setiap muslim hendaknya menjaga lisannya dari hal-hal yang tidak terpuji.

Ada ungkapan “Lisanmu cerminan kepribadianmu” maksudnya adalah dari lisan seseorang bisa kita ketahui kualitas dan kepribadiannya.

Maka sebagai hamba Allâh Swt yang tak luput dari kesalahan,terkadang kita sering tak sadar mengucapkan kalimat yang menyakiti hati orang lain, menganggapnya sebagai hal yang biasa saja, akan tetapi bagi orang lain ucapan kita dinilai buruk sehingga menimbulkan kebencian.

Dalam riwayat Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ،….

Artinya:
“Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam, ….. (HR. Bukhari No. 6018, 6019, 6136, 6475 dan Muslim No. 47)

Makna hadits di atas adalah jika kita beriman kepada Allâh Swt dan hari akhir hendaklah Berhati-hati dalam menggunakan lisan karena sebuah ucapan bisa menjerumuskan kita ke dalam api neraka. Apabila kita tidak mengetahui sebuah perkara dengan pasti, sebaiknya kita diam saja.

Baca Juga:  Celaan dan Cacian

Dan janganlah kita mengucapkan perkataan yang menyakiti hati orang lain, sekalipun itu hanya candaan. Sebab di akhirat kelak, segala apa yang kita ucapkan dengan lisan pasti akan diminta pertanggungan jawaban.

Allah Swt berfirman,

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya:
“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”(Qs.Qaf : 18)

Dan hendaklah kita menjaga lisan dari hal-hal yang tidak kita ketahui dan tidak memiliki kapasitas keilmuannya. Allâh Swt berfirman,

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

Artinya :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”(Qs.Al-Isra : 36)

Maksud ayat di atas adalah dalam setiap pembicaraan yang tidak jelas maslahatnya, atau mungkin kita tidak memiliki ilmu dalam bidang tersebut,maka sebaiknya kita diam saja.

Baca Juga:  SMA MBS Jombang Gelar Seminar Khusus Untuk Tingkatkan Inovasi dan Kreatifitas Pembelajaran

Berbicara sesuatu yang salah atau buruk justru membuat kita terjerumus ke dalam neraka jahannam.

Imam Al-Syafi‘i menjelaskan pula: “Apabila seseorang ingin berbicara, hendaklah berpikir dulu. Bila jelas maslahatnya maka berbicaralah, dan jika dia ragu maka janganlah dia berbicara hingga nampak maslahatnya.”

Daripada mengunjing atau membicarakan sesuatu yang tidak bermanfaat, lebih baik jika kita diam sambil memperbanyak istighfar.

Agar kita terjaga dari keburukan lisan dan semakin dekat kepada Allâh Swt, Maka Rasulullah Saw mengajarkan kepada kita untuk membaca doa ini :

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

Artinya:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pendengaran, penglihatan, lisan, qalbu, dan kemaluanku.” (HR. Abu Dawud No. 1551, HR At-Tirmidzi No. 3492)

Semoga setelah mengetahui bahaya lisan kita semakin berhati-hati dan lebih waspada dalam menggunakan lisan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat.

Editor : Sultan Achmad

Berita Terkait

3 Hal Penting Yang Harus Dipersiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Adab Majelis Ilmu, Sudahkah Kita Tahu?
Jalan Terjal Menyeru Yang Ma’ruf Mencegah Yang Mungkar
Refleksi IMM Tahun 2024 : Ikatan Itu Perlu & Harus Dipererat Secara Berkala
6 Hak Sesama Muslim
Bahayanya Sifat Sombong
Isa Putra Maryam: Hamba Atau Tuhan ?
Bangga Menjadi Orang Beriman
Penulis adalah Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Februari 2025 - 06:09 WIB

3 Hal Penting Yang Harus Dipersiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Senin, 10 Februari 2025 - 21:25 WIB

Adab Majelis Ilmu, Sudahkah Kita Tahu?

Kamis, 23 Januari 2025 - 20:28 WIB

Jalan Terjal Menyeru Yang Ma’ruf Mencegah Yang Mungkar

Sabtu, 4 Januari 2025 - 06:19 WIB

Refleksi IMM Tahun 2024 : Ikatan Itu Perlu & Harus Dipererat Secara Berkala

Kamis, 2 Januari 2025 - 19:34 WIB

6 Hak Sesama Muslim

Berita Terbaru

Siswa MIM 10 Jombang mengumandangkan adzan

Pendidikan

MIM 10 Jombang Gelar Program Life Skill Ramadhan

Jumat, 14 Mar 2025 - 07:53 WIB