MuhammadiyahJombang.Com – Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengguna media sosial sosial mengalami peningkatan sangat pesat.
Fungsi media sosial yang sebelumnya hanya sebatas sarana hiburan kini makin luas menjadi media informasi publik.
Hal ini, tentu saja membuat posisi media mainstream yang sebelumnya menjadi sumber informasi satu-satunya di masyarakat mulai tergeser
Hal tersebut, diungkapkan oleh Mukhtar Bagus, Ketua Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi (MPID) PD Muhammadiyah Jombang saat menjadi pembicara dalam acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu di hotel Yusro Jombang, Kamis (24/10/24).
Menurut mukhtar, perlahan tapi pasti, kehadiran media sosial telah merebut lebih dari separuh pasar media mainstream saat ini.
Itu sebabnya, banyak media mainstream yang kemudian masuk ke ranah media sosial untuk mengimbangi perubahan yang sedang terjadi.
Mereka menyajikan beritanya tidak hanya melalui saluran media resminya, tapi juga menggunakan berbagai platform medsos yang ada.
Perubahan ini, menurut Mukhtar Bagus, adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari.
“Media mana yang menolak dan melawan kehadiran media sosial (tidak mau menggunakan media sosial), dia akan mati. Tapi jika media itu mau menerima dan mengikutinya, dia akan selamat”, ungkap Mukhtar.
Di hadapan para pegiat medsos se Jombang, Mukhtar Bagus menyebut potensi ini menjadi peluang emas bagi para pegiat medsos jika mereka mau memanfaatkannya.
“Gunakan media sosial dengan baik dan profesional, entah itu sebagai media hiburan ataupun media informasi, kelola dengan profesional, maka anda akan mendapatkan keuntungan besar di sana”, jelas Mukhtar lagi.
Dalam situasi seperti sekarang, Mukhtar juga mengingatkan, sudah saatnya para penyelenggara pemilu merubah mindsetnya agar tidak hanya menggunakan jasa media mainstream saja, tapi juga menggandeng para pegiat medsos sebagai mitra untuk mensosialisasikan programnya.
“Lebih dari separuh sumber informasi masyarakat sekarang ini sudah bukan media mainstream lagi, tapi media sosial. Sehingga jika penyelenggara pemilu masih menggunakan media mainstream saja maka jangan harap hasilnya akan maksimal”, pungkas Mukhtar Bagus.
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad