MuhammadiyahJombang.com – Sebelum menjadi nara sumber temu bisnis batch 2 Himpunan Syaudagar Muhammadiyah (Hisyam) Jombang, Wakil ketua PWM Jatim, ustadz Sulton Amin, menyempatkan berkunjung ke clouse house yakni kandang pembesaran ayam petelur pullet modern yang dilengkapi AC.
“Ini melebihi ekspetasi saya sebagai warga muhammadiyah tentang ayam sekaligus kandangnya. Masya Allah, close house ini sebagai simbol jihad ekonomi berkemajuan untuk manfaat umat,” tandas ustadz Sulthon.
Menurut ustadz Sulthon apa yang dilakukan Hisyam Jombang ini patut menjadi inspirasi bagi warga Muhammadiyah di daerah lain dengan spesifikasi yang berbeda-beda sesuai potensi daerah dan kompetensi pengelolanya.
Banyak hal baru yang sekali lagi di luar eksptesi ustadz Sulthon, ketika berkunjung ke kandang close house Hisyam yang lokasi strategis berhadapan dengan pintu tol Perak-Jombang.
Apalagi dari informasi yang diterima ustadz Sulthon dari manajemen Hisyam Jombang menyebutkan bisnis pembesaran ayam pullet yang menggunakan kandang modern close house ini merupakan sinergi kerjasama antara Hisyam, BTM Surya Amanah dengan PT Jatinom Blitar. Semua sinergi ini dilakukan oleh warga Muhammadiyah dua daerah yaitu Kabupaten Jombang dan Kabupaten Blitar.
Lebih fantastis lagi, tegas ustadz Sulthon, bisnis ayam clouse house ini berdiri dengan urunan saham warga Muhammadiyah Jombang hingga terkumpul Rp. Rp. 4,4 miliar dengan kapasitas sekitar 30 ribu ekor ayam. Zakat maal sebesar 5 persen keuntungan setiap panenya 100 persen digunakan untuk membantu peningkatan kesejahteraan ustadzah-ustadzah TPQ.
“Terus terang sebagai nara sumber temu bisnis, saya harus mengerti keadaan sesungguhnya dari obyek temu bisnis tersebut. Nah ketika saya penasaran dengan kandang ayam Hisyam di Jombang suasanyanya mirip peternakan ayam di benua eropa atau negara maju lainnya,” ucapnya.
Apresiasi ustadz Sulthon tersebut berdasarkan apa yang telah dilihatnya suasana ruang ber-AC, lantainya bersih, sekat-sekat kandang tertata rapi, pencahayaan cukup, dan satu hal yang mengejutkan kandangnya nyaris tidak berbau menyengat seperti pada kandang ayam tradisional pada umumnya.
Detailnya, ustadz Suthon merinci kandang menggunakan teknologi serba otomatisasi mulai pengaturan suhu, kelembapan, kecepatan angin, kadar oksigen, CO2 dan amoniak. Semua sudah terkontrol secara digital. Termasuk pemberian pakan dan minum ayam tidak lagi menggunakan tenaga manusia.
Menariknya, ustadz Sulthon sempat diskusi dengan kepala kandang bernama Yoyon menjelaskan semua orang masuk kandang harus melalui pintu biosecurity. Disemprot dengan antiseptik sandal sapatu harus dilepas, agar tidak membawa mikro organisme pembawa penyakit.
Mendengar penjelasan kepala kandang, ustadz Sulthon sempat berkelakar “Wah lha kok aturane melebihi masuk masjid ngene. Tapi ini menarik memang harus begini ketentuannya,” tuturnya.
Diskusi-pun dilanjutkan antara ustadz Sulthon saat berkeliling kandang bersama Yoyon dipaparkan terkait komponen close house, sistem kerja yang serba otomatisasi, mulai dari pengaturan interior, suhu, kelembapan, kecepatan angin, pencahayaan sampai otomatisasi sistem kerja mesin pakan dan minum.
“Subhallah, Alhamdulillah saya bangga dan tidak menduga jika semua ini hasil karya lokal dalam negeri. Ini merupakn bukti potensi keahlian di ummat Islam disinergikan sebagaimana yang sudah dilakukan Hisyam Jombang. Teruskan Pak Malik,” pesan ustadz Sulthon.
Di tempat sama, Koordinator Hisyam Jombang sekaligus Ketua PDM Jombang, ustadz Abdul Malik menjelaskan kandang modern clouse house memang di desain agar ayam bisa produksi maksimal membutuhkan suhu ideal antara 18-24 C. Jika suasana ruang nyaman maka tercapai produktivitas maksimal dan sangat efisien. Outputnya keuntungan peternak bisa optimal sekaligus maksimal.
Ustadz Malik sempat berpesan kepada ustadz Sulthon, warga Muhammadiyah Jombang khususnya harus bangga karena kandang clouse house yang full dengan teknologi outomatisasi semua diproduksi menggunakan bahan baku dalam negeri alias bukan beli import.
Lanjut ustadz Malik semua produksi ini berasal dari anak perusahaan PT Jatinom Indah Agri milik keluarga besar almarhum Bapak Siswoyo Blitar yang juga termasuk pelopor Muhammadiyah di Blitar Raya dan Jatim. (*)
Penulis : Hisyam
Editor : Doni Osmon