Oleh Ubaidillah Ichsan
“It is presumptuous and outrageous for someone to say that Jesus, son of Mary, is God”
“(Sungguh lancang dan keterlaluan seseorang yang mengatakan Isa putra Maryam sebagai Tuhan)”
Isa Alaihissalam dalam aqidah umat IsIam diyakini sebagai seorang Nabi dan utusan Allah, sama seperti Nabi Muhammad SAW.
Al-Quran dengan jelas menyatakan bahwa Isa adalah seorang hamba Allah yang dilahirkan oleh seorang perawan suci bernama Maryam.
Ia diberikan mukjizat oleh Allah dan diutus untuk membawa risalah-Nya. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,
قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا
Artinya:
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (Qs. Maryam:30)
Pada hakikatnya umat yang menuhankan Isa sungguh sangat keterlaluan kepada Allah SWT dengan menuduh-Nya telah mengangkat seorang hamba dan utusan-Nya sebagai anak-Nya yang mewarisi sifat-sifat-Nya.
Karena ucapan mereka ini, hampir-hampir langit dan bumi pecah. Sebagaimana hal ini dijelaskan dalam firman-Nya,
وَقَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَـٰنُ وَلَدًۭا ﴿٨٨﴾ لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْـًٔا إِدًّۭا ﴿٨٩﴾ تَكَادُ ٱلسَّمَـٰوَٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ ٱلْأَرْضُ وَتَخِرُّ ٱلْجِبَالُ هَدًّا ﴿٩٠﴾ أَن دَعَوْا۟ لِلرَّحْمَـٰنِ وَلَدًۭا ﴿٩١﴾ وَمَا يَنۢبَغِى لِلرَّحْمَـٰنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا ﴿٩٢﴾ إِن كُلُّ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّآ ءَاتِى ٱلرَّحْمَـٰنِ عَبْدًۭا ﴿٩٣﴾
Artinya:
“Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.” Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.” (QS Maryam : 88–93)
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Mahakasih tidak memiliki anak biologis, tetapi menyebarkan kasih kepada semua makhluk.
Allah menyatakan bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, melainkan kelak di hari kiamat akan datang dan menghadap kepada Allah yang maha pengasih sebagai seorang hamba, dan sungguh telah kafirlah yang mengatakan Isa putra Maryam sebagai Tuhan. Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya,
لَقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ ٱلْمَسِيحُ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
Artinya:
“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Qs. Al-Maidah:72)
Ayat ini merupakan pernyataan tentang kafirnya orang-orang Nasrani. Yang secara tegas menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah seorang hamba Allah bukan Tuhan dan dengan jelas menolak anggapan bahwa Isa adalah Tuhan atau bagian dari Tuhan.
Allah SWT sendiri menegaskan telah kafirlah mereka yang mengatakan bahwa Allah salah seorang dari yang tiga (Trinitas), Sebagaimana dalam firman-Nya,
لَّقَدْ كَفَرَ ٱلَّذِينَ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ ثَالِثُ ثَلَٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّآ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ وَإِن لَّمْ يَنتَهُوا۟ عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Artinya:
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. (Qs. Al-Maidah:73)
Ayat ini memperingatkan orang-orang Nasrani untuk meninggalkan kepercayaan yang salah dan kembali kepada ajaran Tauhid. Sebagian orang Nasrani percaya bahwa Tuhan itu tiga, yaitu Allah, Maryam, dan Isa. Namun, ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan selain-Nya.
Jadi Isa putra Maryam bukanlah Tuhan, bukan pula anak Tuhan, namun beliau adalah Hamba, Nabi dan Rasul Allah SWT.
Perbedaan pandangan mengenai status Isa Alaihissalam antara Islam dan Kristen berakar pada pemahaman yang berbeda terhadap kitab suci dan ajaran agama.
Islam menekankan tauhid, yaitu keesaan Allah, dan menolak segala bentuk penyembahan selain kepada Allah. Sementara itu, Kristen memiliki doktrin Trinitas yang kompleks, di dalam agama Kristen, Isa Alaihissalam (Yesus) dianggap sebagai Tuhan karena keyakinan bahwa Isa Alaihissalam (Yesus) adalah manifestasi dari Allah yang berinkarnasi sebagai manusia, dan memiliki sifat-sifat ilahi yang sama dengan Allah dan dianggap sebagai juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa.
Maka oleh karena itu, seseorang yang masih percaya Isa putra Maryam sebagai Tuhan berarti dia menolak Ajaran Islam yang lurus dan di akhirat tergolong orang yang merugi. Sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya,
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ ٱلْإِسْلَٰمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Artinya:
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”(Qs.Ali-Imran:85)
Semoga bermanfaat.***
Editor : Sultan Achmad