IJAJIL

Minggu, 13 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Pixabay)

Ilustrasi (Pixabay)

Oleh: Vico Taufiqul Huda

Aktif di Lingkar Studi Warung Sastra (LISWAS) Ngoro,Jombang.

 

Seekor burung telah menetas dalam sarangnya. Tak ada suara tangis, hanya suara mencicit. Sang induk memberi anakan burung yang baru lahir dengan biji-bijian yang telah dia kumpulkan. Suara burung kian ramai. Anakan burung, si induk, disusul dengan suara ratusan burung yang hinggap di dahan sebuh pohon besar yang mempunyai ribuan daun dengan bentuk yang berbeda. Desiran sungai yang jernih ditambah pula hijau rerumputan dan suara daun yang bergesekan tertiup angin. Sebuah orchestra sebagai perayaan terciptanya sebuah dunia.

Seorang Ijajil muda tersenyum. Dia sesekali memejamkan mata karena dia baru saja terlahir. Dia meregangkan tangan dan kaki nya yang pegal karena akhirnya dia mempunyai bentuk setelah sekian lama menunggu untuk diciptakan dan perjalanan dari surga ke bumi membuatnya berharap untuk di hibur setelah ada di bumi. Tak ada kata yang sanggup menjelaskan bagaimana bentuk ijajil kala itu karena dia bisa berubah dan menyerupai apa saja. Yang jelas dia tercipta dari api.

Setelah dirasa puas melihat hijau dedaunan, Ijajil memutuskan untuk melihat-lihat lautan dan samudra. Begitu luas dan megah, dan dia tak henti hentinya bersyukur karena telah diciptakan. Ditemani 70 ribu malaikat bawahannya dengan semangat dia beritahukan kebesaran tuhan yang maha kuasa. Dan yang terlihat dimatanya waktu itu hanyalah senyuman dari lautan, daratan, pegunungan , samudra, dan beberapa makhluk yang ada di bumi. Dan bumi beserta isinya pun senang melihat Ijajil beserta rombongan berkeliling mengadakan tour ke sebuah dunia yang baru saja diciptakan.

Seribu tahun berlalu dan Ijajil pun masih belum bosan dengan dunia. Hari ini dia ingin bekeliling dan mengajak 70 ribu malaikat untuk mengawalnya lagi. Namun kali ini Ijajil heran, mengapa hari ini semua malaikat bawahannya tampak kebingungan. Dan enggan untuk mengawalnya berkeliling di hari ini. Sudah beberapa hari malaikat bungkam dan hari ini salah satu dari mereka memberanikan diri untuk mengingatkan Ijajil kalau sudah waktunya untuk kembali ke surga.

“Tuan, sudah waktunya kita kembali. Tuan kan harus menduduki kembali singgasana tuan.” salah seorang malaikat berusaha membujuk Ijajil

“Aku masih ingin di sini. 7000 tahun lagi aku akan kembali ke surga. Tolong bilang ke tuhan.” jawab Ijajil

Dengan keraguan yang sedikit mendesak sanubari malaikat menjawab “Baiklah saya akan bilang ke tuhan.”

Malaikat saling pandang satu sama lain meninggalkan Ijajil yang sedang mengagumi keindahan dunia. Keraguan yang mereka usahakan untuk hilang kini benar-benar terjadi. 1000 tahun malaikat memendam keraguan atas iman Ijajil terhadap tuhan. Mereka berusaha huznudzan terhadap atasan mereka. Namun titah tuhan lebih mutlak. Mereka juga berpikir kalau Ijajil hanyalah atasan dan tuhan adalah yang menciptakan semua. Para malaikat sedang terjangkit dilema yang membingungkan. Karena kalau Ijajil tidak kembali, siapa yang akan menduduki singgasananya yang telah tuhan ciptakan di surga?.

7000 tahun adalah tenggat waktu yang Ijajil janjikan untuk kembali ke surga. Waktu itu dia termenung diatas puncak gunung. Dia melamun dan tak henti-hentinya mengagumi tuhan dan apa yang tuhan ciptakan. Di matanya terentang pegunungan yang hijau nan damai. Dengan soundtrack paduan suara burung-burung di iringi suara air terjun di seberang agak bawah tempat dia duduk termenung.

Dengan suara hembusan angin serta gesekan dedaunan yang disebabkan angin. Suasana yang damai tersebut membuat pikiran Ijajil jernih sehingga teringat akan janjinya, dia harus kembali ke surga dan hari ini dia harus membuat keputusan. Ijajil terus termenung sambil melihat beberapa burung terbang diatasnya. Dan salah satu burung jatuh di pangkuannya.

Di pangkuan Ijajil, burung itu menghembuskan nafas terakhirnya. Beberapa kali Ijajil melemparkan mayat burung itu agar bisa terbang kembali. Namun hasilnya nihil. Dan Ijajil pun memutuskan untuk menghidupkan kembali burung itu agar bisa terbang kembali. Ijajil tidak sadar bahwa dia telah menentang takdir tuhan. Dan karena burung tadi, Ijajil telah membulatkn keputusannya.

70 ribu malaikat datang ke Ijajil dan meminta Ijajil untuk memenuhi janjinya untuk kembali menduduki singgasana nya di surga. Dan hari ini, malaikat harus menerima kenyataan bahwa Ijajil memutuskan untuk tinggal di dunia karena dia merasa harus merawat dunia beserta isinya. Karena ketaatan para malaikat yang tak bisa digoyahkan, akhirnya mereka meninggalkan atasan mereka di dunia dan terbang kembali menuju surga.
……..
Sesampainya di surga, malaikat kebingungan. Siapakah yang pantas menduduki singgasana Ijajil. Mereka menghadap memohon ampun kepada tuhan karena tidak sanggup membujuk Ijajil untuk kembali ke surga. Karena takut kesabapan murka tuhan yang ditujukan kepada Ijajil. Namun mereka menyaksikan sesuatu yang melegakan.

Baca Juga:  MPID Muhammadiyah Jombang Ajak Generasi Muda Muslim Aktif Bermedsos Sesuai Dengan Kaidah Islam

Karena tuhan tidak marah pada siapapun. Termasuk Ijajil. Tuhan begitu menyayangi makhluk ciptaanya. Dan karena tuhan juga menyayangi Ijajil, dia tetap membiarkan Ijajil berada di dunia atas kemauannya sendiri. Dan sebagai hadiah atas ketaatan para malaikat, tuhan akhirnya memberikan singgasana Ijajil yang kosong tak bertuan. Dan secara resmi singgasana itu menjadi milik malaikat.

Ribuan tahun berlalu dengan cepat. Tuhan memutuskan untuk menciptakan lagi makhluk jenis baru yang memiliki ketaatan seperti malaikat dan pikiran bebas layaknya iblis. Makhluk itu dengan nama jenis “manusia” dengan komposisi tanah dunia dicampur dengan sedikit cahaya yang tuhan ambilkan dari sebagian kecil dirinya. Akhirnya malaikat Jibril ditugaskan untuk mengambil sebagian tanah di dunia untuk dijadikan sebagai komposisi utama Adam, nama manusia pertama yang akan diciptakan tuhan.

“jangan kau ambil sebagian diriku wahai Jibril, aku tahu kalau tuhan akan menciptakan Adam. Namun kelak dia akan mendapat murka tuhan dan aku tidak mau melihat ada lagi makhluk yang menentang tuhan. Cukup Ijajil saja.” kata dunia seraya memprotes Jibril agar mengurungkan niatnya untuk mengambil sebagian dirinya. Jibril pun akhirnya kembali ke surga dan menghadap ke tuhan dengan tangan hampa.

Dan tibalah giliran Izrail. Izrail pun heran kenapa saudaranya bisa gagal membujuk dunia. Akhirnya Izrail, yang sedikit lebih menyukai menjalankan misi dari pada Jibril menerima tugas dengan senang hati. Dia turun ke dunia melaksanakan tugas. Dunia pun menjawab dengan jawaban yang sama. Dan Izrail pun sepakat. Akhirnya dia pun terpaksa harus kembali menghadap tuhan dengan tangan hampa seperti Jibril.

Tibalah giliran Isrofil, dia pun turun ke dunia untuk melaksanakan tugas yang gagal dilaksanakan oleh kedua saudaranya. Namun dia juga kembali dengan tangan hampa. Namun tuhan tetap menugaskan Isrofil untuk mengambil tanah di dunia. Isrofil yang taat pun akhirnya kembali ke dunia untuk melaksanakan tugas. Dia berusaha membujuk bumi, awalnya bumi menolak namun Isrofil meyakinkan bumi untuk percaya atas keputusan tuhan untuk menciptakan manusia. Dan akhirnya isrofil berhasil melaksanakan tugas.

Dengan tanah yang dibawa Isrofil, Adam pun tercipta. Ijajil yang mengetahui rencana tuhan kembali ke surga untuk merebut kembali singgasananya di surga karena dia tidak ingin digantikan oleh makhluk seperti manusia. Ijajil melesat dengan kecepatan cahaya menuju surga.

Menuntut hak nya atas surga yang telah dia abaikan setelah sekian lama demi bercengkrama dengan dunia dengan isinya. Namun Ijajil kurang beruntung. Alih-alih mendapatkan kembali tempat di surga, dia justru ditugaskan untuk bersujud kepada Adam. Makhluk yang dia pikir mempunyai derajat yang lebih rendah ketimbang dirinya.

Dan dia justru merasa diperlakukan tidak adil karena dia diberi neraka untuk tempat dia tinggal. Merasa tidak terima, Ijajil menantang tuhan untuk bertaruh. Dia bertaruh untuk membujuk Adam agar diusir dari surga. Dan tuhan pun menerima tantangan Ijajil dengan syarat dia harus menempati neraka.
….

Adam yang polos harus belajar lebih banyak. Namun dia merasa kesepian. Karena hanya dialah satu-satunya manusia yang ada di surga pada saat itu. Adam pun meminta tuhan untuk menciptakan manusia yang sejenis dengan dirinya pada tuhan agar dia tidak kesepian.

Tuhan pun menyayat kulit Adam dan mengambil tulang rusuknya. Dengan tanah sisa tuhan menciptakan Adam, tuhan menciptakan Hawa. Adam pun senang dengan keberadaan Hawa di sisinya. Dan tuhan juga memberikan larangan pada mereka berdua untuk tidak mendekati apa lagi menyentuh atau memakan buah kuldi.

Ijajil yang mendengar larangan itu menganggapnya sebagai peluang emas yang tidak akan dia sia-siakan. Akhirnya Ijajil menyamar sebagai malaikat Jibril dan meyakinkan Hawa untuk memakan buah kuldi tersebut. Dan Ijajil pun berhasil dengan kejeniusan dan tak tik liciknya. Hawa memetik dua buah kuldi. Satu dia makan dan sisanya dia berikan kepada Adam. Tanpa sedikitpun ragu Hawa memakan buah kuldi tersebut. Namun masih ada keraguan dalam diri Adam sehingga dia harus membiarkan buah kuldi itu tersangkut di tengah tenggorokannya.

Mengetahui bahwa kedua manusia yang dia ciptakan telah melanggar pantangannya, tuhan pun murka karena menyayangi Adam dan Hawa. Sebagai hukuman mereka berdua harus diusir dari surga dan menempati bumi untuk mereka rawat sebelum akhirnya mereka bisa mensucikan diri mereka dari sari-sari buah kuldi dalam darah dan tubuh mereka.

Baca Juga:  SMA MBS Jombang Gelar Lomba Public Speaking Untuk Memperingati Hari Guru

Tuhan sangat menyayangi Adam dan Hawa yang polos dan harus banyak belajar. Mereka harus mengalami serentetan proses yang ada dalam lesson plan tuhan yang rahasia. Rahasia yang tidak diketahui makhluk apapun. Dan hanya tuhan sendiri yang tahu. Sedangkan memakan buah kuldi adalah jalan pintas untuk mendapat pengetahuan. Dan akhirnya tuhan mengirim Adam dan Hawa ke bumi untuk melanjutkan pelajaran mereka secara semi-mandiri.

Ijajil pun kali ini memenangkan pertaruhan. Dan melihat Adam dan Hawa yang beranak pinak di dunia menyebabkan Ijajil ngiler untuk menang lagi. Dan dia bertaruh kepada tuhan untuk menyesatkan anak cucu dan keturunan Adam dan Hawa.

Tuhan pun memberikan Ijajil kebebasan untuk yang beberapa kalinya. Kebebasan untuk membawa manusia yang tersesat ke neraka. Dan Ijajil pun kali ini harus menyetujui untuk merelakan sebagian manusia dengan iman yang kuat untuk kembali ke surga.
…..
Puluhan ribu tahun berlalu. Ijajil kesulitan membujuk manusia. Karena Ijajil dari awal sudah tidak diuntungkan dengan lengser posisinya di surga. Ditambah lagi kedudukan Adam dan manusia yang lebih tinggi di hadapan tuhan dibanding dengan malaikat dan Ijajil dan berbagai macam varietas makhluk yang sejenis dengan ijajil yang juga tercipta dari api neraka yang dinamakan iblis.

Dan juga Adam dan Hawa yang telah belajar untuk tidak tertipu lagi.

Satu, dua, dan beberapa manusia tersesat berhasil masuk neraka karena bujukan iblis di bawah komando Ijajil dari neraka. Membunuh saudara sendiri demi nafsu menuntut keadilan. Memperkosa, menipu, membelot, dan lain-lain.

Waktu berjalan. Umur bumi pun bertambah. Dan bertambah pula senjata yang bisa dimanfaatkan Ijajil. Seiring dengan bertambahnya manusia di muka bumi, dan bertambahnya umur Adam semakin banyak manusia yang tersesat.

Adam pun menyiasatinya dengan mendidik semua anaknya. Dan kelak pelajaran itu harus diturunkan dari masa ke masa, generasi ke generasi. Sebagai ajaran yang dia tinggalkan setelah dia dan Hawa kelak harus mati dan menduduki kembali tempat di sisi tuhan.
Ijajil kali ini harus menerima counter attack Adam dan dia pun berpikir untuk mengumpulkan lebih banyak manusia untuk menjaga kestabilan nyala api neraka. Dia berpikir dan berpikir.

Akhirnya dia memanfaatkan senjata Adam untuk menyerang kembali. Dia manipulasi ajaran yang diturunkan Adam. Namun beberapa manusia terpilih bertahan. Dan lahirlah para nabi yang mendapatkan akses secara langsung menuju tuhan dan nabi- nabi itu yang menggantikan tugas Adam di dunia.

Dan lahirlah beberapa macam agama sebagai bentuk rencana untuk bertahan hidup dari godaan iblis dan sebagai penunjuk arah untuk kembali ke surga. Beberapa manusia yang dekat dan sejaman dengan nabi-nabi tersebut masih bisa selamat karena mereka tahu apa yang harus dilakukan.

Lahirnya para nabi di dunia membuat iblis kalang kabut. Dan membuat Ijajil agak kesulitan mempertahankan keseimbangan nerakanya. Namun Ijajil terus bertahan walau tuhan juga berulang kali ikut campur dengan membantu para nabi. Dia malah banyak mendapat senjata baru seiring banyaknya figur teladan seperti para nabi yang dipercayai umat manusia yang telah lahir dan mati meninggalkan dunia, dan menambah khasanah manipulasi dan penyamarannya untuk diajarkan kepada iblis-iblis bawahannya.

Tahun demi tahun berjalan. Dan nabi terakhir Muhammad SAW telah meninggalkan dunia dan kembali ke surga. Umat manusia kini mulai terancam. Bukan mengenai eksistensi maupun kelangsungan hidup mereka, melainkan iman dalam diri manusia yang semakin meredup dari generasi ke generasi seiring dengan akses yang tuhan batasi untuk turut ikut campur.

Tuhan ingin sedikit menghibur Ijajil dan para iblis dengan membuat takdir yang sebegitu rumit. Karena tuhan pasti akan menang jika Dia menghadapi langsung Ijajil dengan kun fayaakun NYA.

Iblis sekarang bisa sedikit lebih leluasa untuk menyesatkan manusia dan bertambahnya tahun telah menambah juga senjata dan peluang para Iblis untuk menang.

Berbagai macam agama dan ajaran lahir dan sengaja dipelencengkan oleh para Iblis. Ijajil pun sekarang sudah bisa bersantai karena semua ajarannya telah dia turunkan untuk para iblis bawahannya. Dan para iblis pun sudah bisa mengambil keputusan sendiri tanpa menunggu arahan dari Ijajil.

Baca Juga:  Marah

Banyak manusia yang sadar kalau dirinya kian tersesat. Banyak yang memilih untuk menjadi agnostik karena tuhan yang digambarkan dalam berbagai agama tidak memenuhi kriteria mereka.

Ada pula yang tidak percaya akan adanya tuhan dan berbagai makhluk seperti malaikat dan iblis, surga dan neraka. Mereka hanya percaya atas hukum yang telah menjadi konsekuensi atas tindakan mereka di masa lampau. Ada pula yang menyembah Iblis, setan, baphomet, dan berbagai macam iblis bawahan Ijajil.

Melihat itu semua Ijajil tersenyum. Karena masih banyak persediaan penghuni neraka kelak yang masih hidup. Dan dia sedang menunggu saat-saat memanen jiwa-jiwa yang telah disesatkan. Tanpa terkecuali jiwa-jiwa para pemuka agama yang masih menganut jalur yang dipelencengkan iblis yang tertanam begitu dalam, serupa bahkan bisa sejalan dalam agama yang mereka anut.

Ribuan, puluhan ribu tahun telah berlalu. Berbagai konfilk mengenai kepercayaan di bumi telah selesai seiring munculnya beberapa nabi. Muhammad SAW lahir sebagai nabi terakhir.dan kematiannya seakan memberikan efek yang serupa dengan bola salju.

Bola salju dengan inti berwarna hitam pekat. Bergulir bertambah besar namun tetap berwarna hitam bahkan lebih pekat dan kelam. Walau berulang kali dilapisi salju yang putih. Dan sampai saat ini bola salju hitam itu tetap dan masih akan terus bergulir dan bertambah besar.

Ijajil kini sudah bisa bersantai sesuai dengan rencana tuhan. Para bawahan dan pengikutnya senantiasa menyesatkan para manusia. Bahkan para iblis bawahan Ijajil juga sudah bisa bersantai. Karena manusia sudah tidak perlu lagi disesatkan. Mereka sudah saling menyesatkan satu sama lain. Dan fenomena itu berlanjut hingga akhir jaman.

Ijajil yang sudah nyaman menduduki puncak neraka sebagai representasi tuhan dalam sisi kelam berniat untuk turun sendiri ke bumi. Dia merasa tercipta sebagai seorang makhluk yang beruntung.

Dan untuk yang pertama kali setelah kedurhakaannya dengan tuhan dia bersyukur kepada tuhan atas hidup abadinya. Atas kenikmatan sebagai saksi lahirnya sebuah dunia, dan kehancuran sebuah dunia itu sendiri.

….
Langit merah tanpa senja. Tepat di depan matanya Ijajil melihat ribuan manusia berbaju putih meneriakkan nama tuhan dan mengutip ayat suci. Ribuan manusia tampak beringas. Dengan spanduk, papan bertuliskan “BUNUH SANG IBLIS, HANCURKAN, LENYAPKAN.”

Ijajil tersenyum dan membuat pagar yang terbuat dari api neraka sebagai batas pemisah antara dirinya dan para manusia. Ijajil menampakkan dirinya di depan ribuan manusia dan dia hanya menyeringai melihat ribuan manusia mencercanya secara keji.

Ijajil berjalan santai dan mengamati para demontstran berbaju putih pemekik nama tuhan dengan amarah. Ratusan pengikutnya tengah dibantai secara keji. Sebagian pengikutnya dibakar hidup-hidup. Masih tetap terlihat bibir sebelah kirinya tersungging ke atas. Ijajil masih tetap bisa tersenyum melihat pengikutnya dibantai secara keji.

Namun kali ini dia menutup matanya seolah menahan air mata. Dia menghirup nafas dalam-dalam hanya untuk menahan air matanya menetes. Ijajil pun melayang, dengan api membara. Dan dia menciptakan ruang hampa di sekeliling api nya.

Ijajil menyeringai menyadari kesalahannya di masa lampau. Ya, kesalahan yang membuatnya terusir untuk yang kedua kalinya. Namun kali ini lebih menyayat. Karena dia tidak diusir oleh tuhan. Melainkan ribuan makhluk rendah yang mengaku suci di hadapannya.

Perlahan api Ijajil semakin melemah dalam ruang hampa yang dia ciptakan. Api di sekelilingnya padam. Menyisakan tubuhnya yang selanjutnya terbakar manjadi wujud aslinya.

Wujud materi utama dalam pembuatan dirinya. Wujud api Ijajil juga meredup. Api berkurang merambat dari ujung kaki ke pinggang sampai akhirnya ke dada. Dan saat menyisakan kepala yang berupa api, Ijajil tertawa dan mengatakan sesuatu yang tak dapat terdengar telinga, namun melalui pikiran manusia.

“Jika bukan karena bisikanku, kalian tak akan pernah terlahir di dunia ini, dan aku tau, kalian sangat menikmati dunia ini.” Dengan bangga Ijajil mengatakannya. Akhirnya dia telah menciptakan representasi dirinya dalam diri manusia.

Jenis makhluk yang lebih mulia di mata tuhan penciptanya yang dia tolak karena kecemburuan dan harga diri atas dirinya sebagai makhluk yang pernah difavoritkan tuhan.

Api Ijajil kini telah mati. Menghilang, dan lenyap dalam kehampaan yang dibuatnya sendiri. Dan ruang hampa tersebut terurai dan bercampur dengan oksigen. Sebagian manusia berbaju putih tak lagi meneriakkan nama tuhan. Sebagian dari mereka merenung. Dan mulai membunuh diri mereka sendiri dengan senjata seadanya.***

Penulis

Berita Terkait

3 Hal Penting Yang Harus Dipersiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan
Bir Pletok Buat Juragan Kontrakan
Adab Majelis Ilmu, Sudahkah Kita Tahu?
Suara Perempuan Di Ujung Nafas
Jalan Terjal Menyeru Yang Ma’ruf Mencegah Yang Mungkar
Astara
Refleksi IMM Tahun 2024 : Ikatan Itu Perlu & Harus Dipererat Secara Berkala
6 Hak Sesama Muslim
Vico Taufiqul Huda. Lahir di Ngoro Jombang 26 Oktober 1991. Kini bekerja sebagai guru di SMK MUHAMMADIYAH NGORO. Dan sebagai seorang tutor bahasa Inggris freelance. Aktif di LISWAS (Lingkar Studi Warung Sastra) di area Ngoro Jombang. No. Telp : 085706958207

Berita Terkait

Sabtu, 22 Februari 2025 - 06:09 WIB

3 Hal Penting Yang Harus Dipersiapkan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Rabu, 19 Februari 2025 - 20:50 WIB

Bir Pletok Buat Juragan Kontrakan

Senin, 10 Februari 2025 - 21:25 WIB

Adab Majelis Ilmu, Sudahkah Kita Tahu?

Rabu, 5 Februari 2025 - 20:54 WIB

Suara Perempuan Di Ujung Nafas

Kamis, 23 Januari 2025 - 20:28 WIB

Jalan Terjal Menyeru Yang Ma’ruf Mencegah Yang Mungkar

Berita Terbaru

Siswa MIM 10 Jombang mengumandangkan adzan

Pendidikan

MIM 10 Jombang Gelar Program Life Skill Ramadhan

Jumat, 14 Mar 2025 - 07:53 WIB