MuhammadiyahJombang.Com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mojoagung Kabupaten Jombang menggelar acara yang berbeda, Ahad (27/10/24) pagi.
Jika biasanya setiap ahad mereka menggelar Pengajian Umum Ahad Pagi (PUAP) di Kompleks SMP Muhammadiyah 2, hari ini acara PUAP tetap digelar namun dikemas dalam bentukyang berbeda, yaitu Tabligh Akbar.
Acara tersebut digelar dalam rangka memperingati Satu Abad Berdirinya Muhammadiyah di Kabupaten Jombang.
Tabligh Akbar dilaksanakan di Masjid Darunnajah Kompleks MI Muhammadiyah 5 Mojoagung Jombang dengan Narasumber Ust Dr. dr. Sukadiono, Ketua PWM Jawa Timur.
Pra acara Tabligh dimulai pada pukul 05.30 WIB yang diisi oleh siwa/siswa MI Muhammadiyah 5 Mojoagung.
Para siswa melantunkan ayat suci al-qu’an juz ke-29.
Total ada 16 siswa yang tampil, mereka terdiri dari siswa kelas 4, 5 dan 6 di bawah Bu Anisah selaku koordinator pra acara yang bertugas mengiringi para jamaah menunggu sebelum Tabligh Akbar dimulai.

Setelah pra acara selesai, dilanjutkan dengan acara inti yang dipandu oleh Ust Fano, Wakil Ketua bidang ekonomi PDPM Jombang.
Acara ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya yang dipandu oleh Tim Paduan Suara SMA/K Muhammadiyah Mojoagung dan dipandu oleh Ust Dedi,
Rangkaian acara Tabligh Akbar kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an oleh Oksiana Hela Siswi Kelas 6 MI Muhammadiyah 5 Mojoagung.
Dalam sambutannya, Ust. Taufiq Faletehan,S.Pd, Ketua PCM Mojoagung menyebutkan bahwa dalam waktu satu tahun kepemimpinannya jumlah ranting di Mojoagung telah bertambah 2 dari yang semula 7 menjadi 9 ranting.
Sedangkan Ust Abdul Malik, Ketua PDM Jombang dalam sambutannya menegaskan bahwa sudah saatnya mojoagung mencetak kader-kadernya menjadi Ustadz dan kiai di Jombang.
Caranya adalah dengan memberi kesempatan kepada kader-kader dai mudanya untuk tampil dalam berbagai acara kajian di Cabang.
Ust. Dr. Abdul Malik juga memastikan bahwa PDM Jombang mendukung upaya Majelis Dikdasmen di Mojoagung untuk mendirikan MBS di SMP Muhammadiyah 2 Mojoagung yang dipimpin oleh Ust Sirojul Anam, M.MKes.

Saat memberikan tausiyah, Ust Dr. Sukadiono, Ketua PWM Jawa Timur mengingatkan para ketua PCM bahwa menjadi pemimpin memang tidak mudah.
Kepada siapapun yang menjadi pemimpin, menurut Ust. Dr. Sukadiono, pasti akan ada masalah. Semakin besar PCMnya maka semakin besar pula masalah yang terkadung di dalamnya,
Menyikapi hal tersebut, Ust Sukadiono mengajak para ketua PCM agar menganggap seluruh masalah tersebut sebagai ujian, tidak dimasukkan ke dalam hati dan dikembalikan kepada Al-qur’an sebagaimana firman Allah dalam surat al-baqarah ayat 153 yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Berdasarkan ayat ini Bapak Ketua PWM menegaskan bahwa jika ada masalah dimanapun maka tempat untuk memohon pertolongan adalah Allah SWT,maka dari itu ayo optimis untuk PCM Se-Kabupaten Jombang bisa menghadapinya.

Ada sebuah contoh yang bisa dijadikan kita sebagai renungan yang terjadi pada beberapa saat yang lalu di media sosial ramai diperbincangkan tentang Ceramah Ustadz Adi Hidayat (wakil ketua PP) yang mendapat mendapat serangan di media social terkait music,seharusnya jika ada perbedaan maka silahkan disampaikan tidak boleh menjatuhkan, mengkafirkan jika hal tersebut terjadi maka Ukhuwah Islamiyah tidak bisa dijalankan dengan baik,ayat diatas menjelaskan bahwa berdakwah itu mengajak, bukan menjustifikasi bukan menyalahkan orang lain yang berbeda dengan kita.
Berikutnya juga disampaikan bahwa dalam berkomunikasi dengan sesama umat muslim haruslah yang bijak,santun dan jika ada perbedaan pendapat maka disampaikan dengan cara yang bijak serta komunikasi yang baik dengan siapapun seperti yang tertuang dalam surat An-Nahl ayat 125 yang berbunyi :
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Ayat ini mengajarkan tentang metode dakwah yang bijak, yaitu dengan menggunakan hikmah, nasihat yang baik, dan berdialog dengan cara yang santun dan terbaik, jika ada perbedaan dengan orang lain maka saling menghormati, ijtihad itu jika salah mendapat 1 jika benar mendapat 2, jangan sampai ketika kita membenci orang lain maka membuat tidak adil bagi orang tersebut.
Dakwah adalah berkomunikasi,komunikasi tidak hanya dalam aspek berbicara saja tetapi juga aspek mendengarkan.Mendengarkan juga ada dua macam yaitu “to hear and to listen” , jika “to hear” maka masuk telinga kanan keluar telinga kiri sedangkan “to listen” adalah di dengar di resapi dalam hati dan di carikan solusi.
Dakwah Muhammadiyah adalah dakwah to listen jadi ini perlu diperhatikan untuk seluaruh peserta pengajian pada pagi hari ini,selanjutnya setelah mendengar maka “to writing” apakah itu yakni menulis, maka menulis yang baik itu adalah menulis yang baik tidak menyalahkan salah satu pihak atau ditujukan kepada orang yang kita benda,maka itu tidak diperkenankan.
Dalam kesempatan yang sama juga Pak Suko Sapaan akrabnya menyampaikan bahwa dalam bermedia social haruslah yang bijak harus di kroscek kebenarannya,tidak langsung menjustifikasi hasil berita tersebut tanpa meng-krscek kebenaran media social tersebut,hal ini juga sudah disampaikan dalam Al-Qur’an Al-Hujurat Ayat 6 yang berbunyi :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Ayat ini menekankan pentingnya untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima, terutama dari orang yang tidak dapat dipercaya, agar tidak terburu-buru membuat keputusan yang dapat menyebabkan penyesalan.
Disebutkan juga bahwa tidak ada cara dakwah terbaik kecuali dakwah nabi muhammad SAW kepada umat manusia ,beliau begitu sabar dalam berdakwah,karena beliau yakin hidayah itu bisa turun kapan saja dan kepada siapa saja,seperti halnya kala itu Umar Bin Khattab setelah mendapat hidayah memeluk agama Islam maka beliau menjadi benteng terdepan dalam dakwah menyebarkan agama islam.
Perlu dipahami bahwa dalam Muhammadiyah cara berdakwah menggunakan adalah “listening skills” dibuktikan dengan Pendidikan muhammadiyah sudah mendunia di Malaysia, Kairo, Singapura, dan sudah ada Universitas yang mahasiswanya Mayoritas Kristen,itu adalah salah satu Bentuk Dakwah Muhammadiyah. Tandas Beliau pada akhir Pengajiannya.
Kegiatan pengajian tersebut ditutup oleh doa yang disampaikan oleh Bapak Mukson.
Jumlah jamaah yang hadir sekitar 600-700 orang yang terdiri dari mulai dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Aisyiyah Jombang,PCM-PCA,AUM Pendidikan, Kesehatan, jamaah musholla serta masjid dan ranting se Kecamatan Mojoagung,serta PCM undangan yang pagi hari ini bisa hadir.
Dalam kegiatan tabligh akbar ini juga ada kegiatan lain yang meyertai yakni pengobatan gratis dari Klinik PKU Muhammadiyah Mojoagung, dari PMI untuk kegiatan Donor Darah dari PMI dan juga ada stand bazar yang dbuka oleh ibu aisyiayah Mojoagung dan juga stand kopi dari Wonosalam.***
Penulis : Titik Nur Qomariyah
Editor : Sultan Achmad