MuhammadiyahJombang.Com – Ribuan warga Muhammadiyah Jombang menghadiri acara Pengajian Umum Sabtu Pagi (PUSPA), Sabtu (9/11/24).
Lokasinya di halaman Jombang Muhammadiyah Center (JMC), jl Kapten Piere Tendean no 15 Sengon Kecamatan Jombang.
Sejak pagi-pagi sekali, warga Muhammadiyah dari berbagai kecamatan sudah berdatangan di JMC.
Mereka langsung dipersilahkan mengambil kopi dan aneka snack yang disediakan secara gratis.
Selain pengajian, acara PUSPA juga dimeriahkan bazar UMKM, tebar telur gratis, pengobatan gratis dan layanan service motor gratis.
Tokoh yang diundang menjadi pembicara dalam acara PUSPA tersebut adalah Ust. Dr. H.M Nurul Khumaini, M.Ag, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Malang.
Dalam tausiyahnya, ia memberikan penjelasan secara rinci mengenai konsep beragama dengan ikhlas dan cerdas.
Menurutnya hal tersebut sangat penting karena beragama dikaitkan dengan dua aspek kemanusiaan, yang pertama adalah ikhlas yang ia sebut sebagai pekerjaan hati dan yang kedua adalah Cerdas sebagai pekerjaan akal.

Ust Nurul Khumaini menjelaskan, ikhlas merupakan hal yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan.
Jika mau beragama dengan ikhlas, menurut Ust Nurul Khumaini, maka apa yang dilakukan manusia akan menjadi abadi/kekal. Dan sebaliknya, jika tidak ikhlas maka apapun yang dilakukan manusia akan mudah dilupakan.
Sebagai contoh, Ust Nurul Khumaini menyebut tokoh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.
Menurutnya, KH Ahmad Dahlan wafat di usia yang belum terlalu tua, yaitu 55 tahun.
Namun meski masa hidupnya tidak terlalu lama, tapi apa yang dilakukan KH Ahmad Dahlan terus dikenang dan diabadikan oleh generasi penerusnya.
Ust Nurul Khumaini meyakini, hal itu terjadi karena buah keikhlasan dari KH ahmad Dahlan, baik dalam mendirikan Muhammadiyah maupun mendirikan berbagai amal usahanya, seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, dan lain-lain.
Di sisi lain, menurut Ust Nurul Khumaini, sangat banyak orang yang meraih prestasi, namun apa yang dilakukannya tidak bisa kekal dan mudah dilupakan oleh orang lain.
Untuk mendukung keyakinannya tersebut, Ust Nurul Khumaini mengutip pernyataan Imam Malik, yang menyebut bahwa “apa-apa yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah, maka dia akan kekal”.
“Dan sebaliknya, apa-apa yang dilakukan tidak ikhlas karena Allah, maka dia akan mudah hilang”, jelasnya.
Itu sebabnya dalam menjalankan agama, Ust Nurul Khumaini mengingatkan jamaah agar ikhlas karena Allah.
Hal ini penting, agar kita bisa istiqomah dalam menjalankan ibadah (kekal).
Dan sebaliknya, jika menjalankan agama, seperti shalat atau puasa tidak ikhlas, maka itu akan menyebabkan kita tidak bisa bertahan lama dalam menjalankan ibadah tersebut. Tanpa disadari kita akan sering merasa malas dan enggan menjalankan perintah agama secara terus menerus.
“Hari-hari ini ada orang yang gemar menjalankan perintah agama, yaitu Silaturrohim. Dan yang paling sering melakukan silaturrohim saat ini adalah para calon Bupati dan Wakil Bupati”, ujar Ust Nurul Khumaini sambil tertawa.
Untuk mengukur silaturrohim tersebut ikhlas karena Allah atau tidak, menurut Ust Nurul Khumaini sangat gampang, yaitu dapat dilihat setelah masa Pilkada selesai.
“Jika silaturrohimnya ikhlas karena Allah maka setelah jadi bupati atau tidak jadi ia akan terus bersilaturrohim, tapi kalau tidak ikhlas karena Allah, setelah jadi Bupati ia tidak akan pernah silaturrohim lagi”, jelasnya.
“Jangankan silaturrohim, orang yang tidak ikhlas, setelah jadi Bupati akan sulit ditemui”, kelakarnya lagi hingga disambut gelak tawa jamaah.
Tausiyah lengkap Ust Nurul Khumaini dapat disimak di channel youtube resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jombang, “Media DakwahMu”.***
Penulis : Purnomo
Editor : Sultan Achmad