Oleh: Ahmad Sholahuddin
Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim.
Seseorang yang mencari ilmu sudah tentu mengharapkan kemanfaatan ilmu.
Karena dengan menuntut ilmu atau belajar akan bernilai pahala dan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sesungguhnya, seorang pencari ilmu tidak akan memperoleh kesuksesan dan keberkahan sebuah ilmu dan pemanfaatan ilmu, terkecuali dengan mengagungkan ilmu-ilmu itu, ahli ilmu, adab berilmu,serta juga mengagungkan atau menghormati guru atau ustadz.
Ilmu tidaklah dengan banyaknya belajar dan menghafal, namun sesungguhnya ilmu adalah cahaya yang Alloh menancapkannya dalam hati, yang dapat memunculkan rasa takut kepada Alloh, taqwa, kecintaan dan nikmatnya bermunajat kepada-Nya.
Adapun seseorang yang mampu menggapai ilmu namun dengan akhlak yang tercela maka ia jauh dari ilmu haqiqi yang bermanfaat, yang mampu mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.
Dalam mencari ilmu atau belajar tidaklah saja mementingkan ilmu tanpa melengkapinya dengan akhlak.
Sebab tolak ukur seseorang berilmu atau tidak adalah akhlaknya sebagaimana sabda nabi Muhammad sholaallahalaihiwasallam, “Seorang tidak bermoral berarti tidak berilmu.”
Akhlak atau adab merupakan tingkat paling pertama untuk dipelajari.
Dalam pepatah Arab disebutkan “Al Adab ufauqolilmi”. Adab di atas ilmu.
Sebab dalam menuntut ilmu atau bermajelis ilmu adalah menjadikan kita manusia yang mulia dan berakhlaqul karimah.
Nabi pun diutus untuk menyempurnakan akhlak. “Sesungguhnya aku diutus karena menyempurnakan akhlak.”
Dalam bermajelis ilmu yang menyerupakan tempat kita mengikuti kajian/pengajian, mencari ilmu , di dalam kelas/sekolah, rapat/meeting tak luput dari tata cara atau adab bermajelis.
Nabi Muhammad menerangkan jika engkau mendapati taman surga maka singgahlah.
Taman surga adalah majelis ilmu karena ilmu bisa mengantarkan seorang hamba pada ketakwaan, yaitu meninggalkan perkara yang diharamkan Allah Subhanaallohu WaTa’ala dan menjauhi semua hal yang diwajibkan-Nya.
Berikut ini sebagian adab dalam bermajelis ilmu :
1. Niat di waktu belajar yaitu hendaklah mencari ridho Alloh sebagaimana sabda nabi, “Sesungguhnya amal-amal perbuatan itu tergantung dari niatnya”.
Diniati pula sebagai ibadah, yakni sebagai perwujudan rasa syukur manusia karena Alloh telah mengkaruniakannya akal kepadanya.
2. Berkata baik dan sopan selama bermajelis
Kita diajarkan untuk mengeluarkan kata-kata baik walaupun kita bercanda.
Mengucapkan kata-kata baik akan membuat siapa saja yang mendengarkannya menjadi merasa senang.
Nabi bersabda bahwa barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau diam
3. Memberikan salam di dalam majelis ilmu
Salam merupakan ucapan doa memohonkan keselamatan, rahmat dan keberkahan yang ditujukan kepada sesame muslim dengan kalimat “Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh”.
Salam tersebut adalah ucapan terbaik dan bernilai pahala di sisi Alloh, dibandingkan dengan salam apapun. Seperti salam persahabatan, salam kenal, salam olahraga dan lain sebagainya yang sekarang banyak tersebar di kalangan umat Islam.
Selayaknya, kita muslim memperluas kalimat salam yang telah dituntunkan dalam agama.
Sabda Nabi, “Sebarkan salam diantara kalian”.
4. Adab yang perlu diperhatikan dalam majelis ilmu yaitu tidak menimbulkan kebisingan.
5. Duduk di tempat yang tersisa dan berlapang-lapang dalam bermajelis, tidak mengambil duduk seseorang yang sedang pergi sebentar. Jangan duduk di tengah-tengah majelis ilmu karena mengganggu konsentrasi orang.
Dalam surat Al Mujadilah ayat 11 Alloh berfirman, “Janganlah kamu memperbanyak tawa, karena banyak tawa mematikan hati”.
{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوۤا۟ إِذَا قِیلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُوا۟ فِی ٱلۡمَجَـٰلِسِ فَٱفۡسَحُوا۟ یَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِیلَ ٱنشُزُوا۟ فَٱنشُزُوا۟ یَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمۡ وَٱلَّذِینَ أُوتُوا۟ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتࣲۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِیرࣱ }
[Surat Al-Mujadilah: 11]
6. Bertanya apabila tidak mengerti.
7. Meminta izin ketika akan keluar dari majelis ilmu
8. Membaca doa penutup majelis ilmu, yaitu Subhanakallohummawabihamdika asyhadu ‘alailahailla anta astaghfiruka wa‘atubu ilaihi.
“Maha suci Engkau Ya Alloh, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan melainkan Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” Dari Jubair bin Muth’imra.
Rasululoh Sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda : Barang siapa yang membaca :Subhanakallohumma wabihamdika …. Pada suatu majelis dzikir, maka bacaan itu seperti stempel yang dicapkan padanya. Dan barang siapa yang mengucapkan pada majelis main-main, maka bacaan itu sebagai kafarat baginya.” (HR Nasa’I, Al hakim, At Thobrani).
Dalam sebuah syair, “Orang alim yang durhaka bahayanya besar, tetapi orang bodoh yang tekun beribadah justru lebih besar bahayanya dibandingkan orang alim tadi.
Keduanya adalah penyebab fitnah di kalangan umat, dan tidak layak dijadikan panutan.
”Semoga tulisan ini menjadi pencerahan bagi kita para pencari ilmu sepanjang masa.
Editor : Sultan Achmad