MuhammadiyahJombang.Com – MIM 2 Jambu merupakan salah satu sekolah milik Muhammadiyah yang berada di Desa Jambu Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Namun ternyata ada yang menarik di MI Muhammadiyah 2 Jambu.
Selain pembiasaan membaca surat Al Kahfi sebelum pembelajaran dimulai, kini juga ada pembiasaan baru, yaitu Halaqoh Silsilah Tarjamah Al Qur’an.
Menurut Novita AD, Kepala MI Muhammadiyah 2 Jambu, kegiatan pembiasaan yang dilakukan setiap hari ini menjadi salah satu program unggulan.
Novita mengaku merasa senang karena selama ini para siswa sangat antusias dan bersemangat mengikuti program tersebut.
Ust. Abdul Kharis Fanani, Guru PAI (Pendidikan Agama Islam) di MI Muhammadiyah yang juga pengajar di Pondok Pesantren Al Mughni Jambu menyatakan, melalui kegiatan tersebut para siswa dapat menerjemahkan ayat Al Qur’an dengan mudah.
“Dengan kegiatan ini peserta didik mampu menterjamahkan ayat al qur’an tanpa melihat arti al qur’an, melatih peserta didik memahami, mentadaburi kandungan al qur’an, serta mampu mengamalkan isi kandungan al qur’an dalam kehidupan sehari – hari “, ujarnya.

Ust Abdul Kharis Fanani menambahkan, di MI Muhammadiyah 2 Jambu, para siswa rutin mengawali kegiatannya dengan apel pagi yang dilanjutkan dengan sholat dhuha.
Setelah itu, para siswa melanjutkan kegiatannya dengan membaca Surat Al-Kahfi.
Menurutnya, hal ini sengaja dirutinkan supaya para siswa bisa meningkatkan kualitas bacaan Al Qur’annya serta membentuk karakter mereka melalui 4 kisah yang terdapat didalam surat al kahfi, seperti:
1. Kisah pemilik kebun sebagai teladan ujian dunia
2. Kisah tujuh pemuda yang lari meninggalkan negerinya, sebagai teladan ujian iman dan aqidah
3. Kisah nabi Musa dan Khidhir sebagai teladan ujian terhadap ilmu
4. Kisah Dzulqarnain sebagai teladan ujian terhadap pangkat, jabatan, kekuasaan.
Setelah pembacaan surat Al Kahfi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan menerjemahkan kata perkata atau tafsir dari surat-surat dalam Al-Qur’an. Biasanya, peserta membaca satu ayat lalu menganalisis arti perkata atau makna tafsir dari ayat tersebut.
“Kami berharap kegiatan tersebut membuat peserta didik akan lebih mencintai agama Islam, memiliki pribadi yang relejius, menghargai diri sendiri dan orang lain dan juga memiliki pemahaman agama yang utuh”, jelas ust. Fanani.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, para guru berharap dapat menumbuhkan rasa cinta para siswa terhadap Al-Qur’an sehingga mau memperdalam pemahaman bahasa Arab, memperkaya pemahaman tentang isi Al-Qur’an dan mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.***
Penulis : Asmara
Editor : Sultan Achmad