Oleh Ubaidillah Ichsan
“Weaknesses and weaknesses are given by god so that we are far from pride”
“(Kelemahan dan kekurangan diberikan Allâh Swt agar kita jauh dari kesombongan)”
Sombong adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Orang yang sombong merasa dirinya lebih unggul dari orang lain, sehingga memandang rendah orang lain. Sifat ini membawa dampak buruk bagi kehidupan seseorang, baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya,
وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا
Artinya :
“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.” (Qs. Al-Isra’ : 37)
Makna ayat di atas menurut Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili yang dimaksud “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong,” yaitu congkak, berlagak, sombong terhadap kebenaran dan merasa lebih besar di hadapan makhluk.
“Sesungguhnya kamu,” dengan perbuatanmu itu “sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung,” dengan kesombonganmu.
Bahkan kamu menjadi hina di sisi Allah, nista pada pandangan makhluk, dalam keadaan dimurkai dan dibenci. Engkau telah meraup perilaku-perilaku yang seburuk-buruknya, dan engkau telah menyandangi diri dengan moral yang paling rendah tanpa mendapatkan sebagian apa yang kamu inginkan.
Dalam Ajaran Islam ditekankan agar umat Islam selalu menjaga akhlak dan memiliki sifat yang terpuji.
Umat Islam dilarang memiliki sifat tercela dan tidak baik apapun bentuknya. Dan salah satu yang sangat dilarang adalah sifat sombong.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti sombong adalah menghargai diri secara berlebihan.
Arti lainnya dari sombong adalah congkak.
Sifat sombong merupakan suatu penyakit hati yang pengidapnya merasa bangga dan memandang tinggi atas diri sendiri.
Dari Abdullah bin mas’ud ia berkata bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda,
الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
Artinya :
“Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.”(HR. Muslim No. 2749)
Jadi sombong adalah suatu penyakit batin, sombong hanya bisa disembuhkan berdasarkan kesadaran diri penderitanya sendiri karena sifat sombong bertitik berat pada kondisi hati seorang.
Dari Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda,
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ. قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً. قَالَ : إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ.
Artinya:
“Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya semua orang senang bajunya bagus, sandalnya bagus, (apakah itu kesombongan?”) Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya Allâh Maha Indah dan menyintai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim No. 2749)
Seorang muslim harus bisa memendam sifat sombong sebab manusia yang paling rendah derajatnya ialah mereka yang gemar menyombongkan atau membanggakan diri sendiri di hadapan orang lain.
Karena kesombongan hanya dapat mengantarkan kita pada kehancuran.
Padahal pada hakikatnya kesombongan itu hanya milik Allâh Swt karena semua yang kita miliki punya Allâh Swt.
Dalam hadits Qudsi diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Nabi Muhammad Saw bersabda,
حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ عَنْ الْأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُ سُبْحَانَهُ الْكِبْرِيَاءُ رِدَائِي وَالْعَظَمَةُ إِزَارِي مَنْ نَازَعَنِي وَاحِدًا مِنْهُمَا أَلْقَيْتُهُ فِي جَهَنَّمَ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah SWT berfirman: “Kemuliaan adalah pakaian-Ku dan sombong adalah selendang-Ku. Barangsiapa yang mengambilnya dariku, Aku Adzab dia.”(HR. Ibnu Majah 4164)
Saudaraku, sungguh merugi orang yang membiarkan hatinya diselimuti dengan kesombongan.
Bagaimana mungkin kita berhak sombong sedangkan kita adalah makhluk yang lemah, tiada berdaya, yang awalnya tercipta dari tanah, kemana-mana membawa kotoran, dan mati lalu dikembalikan ke dalam tanah.
Apapun yang kita miliki, lembaran kain yang kita kenakan, makanan yang kita nikmati, tiada lain adalah berasal dari kemurahan Allâh Swt.
Semoga dengan pencerahan yang singkat ini kita semua selamat dari kesombongan dan termasuk dari golongan orang-orang yang senantiasa menjaga kebersihan hati.
Semoga bermanfaat.***
Editor : Sultan Achmad