Oleh: Lukman Prayogi
(Guru SMP Muhammadiyah 3 Jombang)
Salam sehat sahabat pembaca, semoga hari ini kita diberikan oleh Allah nikmat yang paling baik yaitu nikmat iman dan Islam. Sehingga ditengah banyak kesibukan dan aktivitas yang kita lakukan senantiasa selalu dalam rangka untuk beribadah serta mendapatkan ridho dari Allah SWT.
Ramadhan sebentar lagi tiba, tinggal menghitung beberapa hari kedepan. Sebagai seorang muslim tentu kita berharap dapat bertemu bulan ramadhan, karena banyak keutamaan-keutamaan di dalamnya.
Ramadhan itu Syahrun Mubarok artinya bulan yang penuh keberkahan. Di bulan ini banyak kebaikan dan keberkahan. Orang berbondong-bondong untuk meraih pahala amal sholeh, sebab pada bulan ini balasannya dilipatgandakan.
Ramadhan itu Syahr Al Maghfiroh artinya bulan yang penuh ampunan Allah SWT. Kita sebagai manusia tidak luput dari kesalahan dan dosa.
Maka sudah sepantasnya kita memohon ampunan kepada Allah atas perbuatan buruk yang pernah kita lakukan.
Ramadhan itu Syahr Al Qur’an artinya bulan Al Qur’an, yaitu bulan dimana Al Qur’an ini diturunkan. Kita mengenal dengan Nuzulul Qur’an. Tidak heran saat ramadhan tiba banyak orang membaca Al-Quran, bertadarus, dan mengaji di masjid-masjid.
Ramadhan itu Syahr Ar Rahmah artinya bulan yang penuh rahmat. Pada bulan ramadhan ini Allah menurunkan rahmat yang sangat banyak kepada hamba-Nya. Kebaikan senantiasa bertebaran di manapun, sikap peduli dan empati terhadap sesama mulai tumbuh.
Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci ramadhan tahun ini? Sebenarnya masih banyak lagi keutamaan yang belum saya sebutkan. Melihat keutamaan-keutamaan tadi rugi jika kita tidak mendapatkannya, karena belum tentu kita akan mendapatkan pada ramadhan tahun depan.
Tidak ada yang menjamin. Untuk itu mari kita siapkan diri kita dengan hal-hal berikut ini :
Pertama, ilmu.
Ibadah tanpa ilmu adalah bagaikan pohon tak berbuah.
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ اَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
Artinya : “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak. ” (HR. muslim no. 1718)
Dari hadits di atas dapat kita pahami bahwa ibadah yang kita lakukan tanpa dasar ilmu adalah tertolak. Artinya ibadah kita tidak diterima oleh Allah. Sungguh rugi jika kita beramal banyak tetapi tidak ada nilainya dihadapan Allah. Maka mari ilmui diri kita dengan baik.
Kedua, keimanan.
Puasa artinya menahan. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Secara umum orang mengartikan puasa adalah tidak makan dan tidak minum. Padahal esensi dari puasa itu selain tidak makan dan minum adalah membatasi diri kita dari kebiasaan buruk, menahan amarah, tidak hidup boros, tidak berkata kotor, tidak melakukan ghibah dan lain-lain.
Perintah ibadah puasa di dalam bulan ramadhan tercantum dalam Qs. Al Baqarah ayat 183,
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Tujuan akhir yang ingin dicapai dalam ibadah puasa adalah taqwa. Untuk mencapai derajat taqwa dibutuhkan keimanan, karena orang beribadah dan beramal soleh itu atas dasar iman kepada Allah dan mengharapkan balasan yang baik.
Apakah kita sudah mempersiapkan diri untuk menyambut bulan suci ramadhan tahun ini? Mari kita siapkan diri kita.
Ketiga, Harta.
Ramadhan terkenal dengan bulan sedekah. Maka setiap orang akan berlomba-lomba berinfaq, bersodaqoh, serta zakat yang wajib dikeluarkan bagi setiap muslim. Ada satu hadits yang memotivasi kita agar gemar bersedekah di bulan ramadhan.
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Artinya : “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang sedang berpuasa itu sedikitpun juga. ” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5:192, Al Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Ini adalah diskon dari Allah SWT supaya kita gemar beramal dengan harta kita. Selain itu ketika kita memberikan sesuatu kepada saudara kita yang sedang berpuasa kita merasa bahagia.
Semoga bermanfaat.***
Editor : Sultan Achmad